Marco polo ternyata pernah singgah di Sumatera

Marco polo ternyata pernah singgah di Sumatera
Marco Polo. ©elconfidencial.com
GAYA | 22 Oktober 2015 20:45 Reporter : Rizky Wahyu Permana

Merdeka.com - Marco Polo merupakan salah satu penjelajah yang paling terkenal di sejarah dunia. Dia merupakan salah satu penjelajah paling awal yang membuka hubungan antara Eropa dengan berbagai wilayah di Asia. Tetapi tahukah Anda bahwa ternyata Marco Polo ternyata pernah singgah di pulau Sumatra? Berdasar catatan yang dimilikinya, pada tahun 1292, dia pernah singgah selama beberapa bulan di Sumatera.

Ketika itu pada tahun 1270-an, Marco Polo mengikuti perjalanan dari ayah dan pamannya untuk menemui Kubilai Khan di China. Saat itu Marco Polo berusia sekitar 17 tahun dan itu merupakan perjalanan jauh pertamanya. Membutuhkan perjalanan selama tiga tahun untuk sampai ke China, setelah itu dia tinggal di sana selama kurang lebih 20 tahun.

Pada tahun 1292, Marco Polo beserta ayah dan pamannya menumpang armada kapal Mongol dengan tujuan membawa seorang putri yang akan dinikahkan dengan seorang Khan dari wilayah Levant. Dalam perjalanan ini lah Marco Polo sempat singgah di bagian utara Sumatera. Persinggahan ini untuk menunggu musim yang tepat guna meneruskan perjalanan ke barat.

Kunjungan ini terjadi pada masa-masa awal pembentukan kerajaan Islam di wilayah Nusantara. Pada catatannya, Marco Polo mengatakan bahwa dia menghabiskan waktu lima bulan di wilayah Kerajaan Samudera Pasai. Pada waktu tersebut Marco Polo sempat singgah di beberapa daerah seperti Barus dan Perlak. Selain itu dia juga membuat catatan mengenai kanibalisme kelompok masyarakat tertentu pada masa itu serta produk kapur Barus yang sangat terkenal.

Dalam catatan tersebut Marco Polo menyebut wilayah yang disinggahinya sebagai Jawa Kecil. Wilayah yang disinggahinya juga disebut memiliki harta yang berlimpah dan memiliki banyak komoditas berharga. Walaupun hanya singgah sebentar tetapi Marco Polo mampu menjelaskan tentang kekayaan alam dan wilayah-wilayah utara Sumatera dengan sangat baik. Tetapi karena hanya menunggu musim yang baik, tidak terdapat penjelajahan lebih lanjut dari Marco Polo ke wilayah lebih selatan.

(mdk/RWP)

Baca juga:
Jejak musafir Eropa pertama yang keluyuran di Bandung
Ternyata pulau di Indonesia ini sempat ditukar dengan Manhattan
Kisah lucu komandan TNI di Solo malah dikira tentara Belanda
Strategi jitu Letkol Slamet Riyadi hancurkan konvoi musuh di Solo
Nekat serbu markas Jepang, Slamet Riyadi diberi pangkat mayor

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami