5 Orang ini karirnya hancur karena pesan cabul

GAYA | 30 Oktober 2013 07:09 Reporter : Destriyana

Merdeka.com - Di zaman serba modern seperti sekarang, sexting menjadi salah satu cara untuk berhubungan seks melalui pesan elektronik. Sexting kini juga telah menjadi bagian dari kehidupan seks remaja maupun orang dewasa. Terbongkarnya kasus-kasus pesan cabul, baik itu dalam bentuk teks ataupun gambar, marak ditemui di masyarakat saat ini. Agar Anda tak terjerumus dalam kasus serupa, berikut adalah lima kisah sexting yang berujung pada hancurnya karir seseorang. Yuk simak bersama!

1 dari 5 halaman

Anthony Weiner

Pada tahun 2011, Anthony Weiner menjadi wakil Partai Demokrat untuk New York. Namun siapa sangka, karir politiknya yang sangat gemilang tiba-tiba hancur dalam semalam. Rupanya, kasus sexting yang dilakukan Anthony terbongkar ke publik. Pria yang selalu aktif di situs jejaring sosial Twitter ini ketahuan mengirim foto telanjangnya kepada seorang wanita berusia 21 tahun di Seattle, Washington.

Ketika media mulai mencium kasus perselingkuhannya, Anthony dengan tegas membantah bahwa dirinya telah mem-posting gambar-gambar cabul itu. Namun, ia tidak bisa lagi menyangkal tuduhan itu ketika segala bukti mengarah padanya. Ia akhirnya mengaku telah mengirim foto-foto tersebut, bersama dengan banyak foto, email, dan pesan teks cabul kepada sejumlah perempuan muda.

2 dari 5 halaman

Peter Dowling

Peter Dowling adalah salah satu politisi kawakan dari Partai Liberal di Australia. Ia terpaksa mundur dari jabatan politiknya yang cukup kuat saat itu, karena ketahuan melakukan sexting. Peter awalnya menyangkal bahwa dirinya telah mengirim sms dan gambar cabul. Namun ada begitu banyak bukti yang menyudutkan dirinya dan akhirnya membuatnya harus mengakui kesalahannya. Beberapa gambar cabul yang dikirimnya pada sejumlah wanita menunjukkan foto dirinya saat telanjang bulat dan bahkan di salah satu foto, Peter tampak membenamkan alat vitalnya ke dalam sebuah gelas.

3 dari 5 halaman

Chris Hansen

Kasus sexting. ©2013 Merdeka.com/oddee.com

Chris Hansen adalah pembawa acara untuk program televisi yang berjudul To Catch Predator A. Hansen yang sudah menikah dan memiliki dua anak diketahui berselingkuh dengan seorang reporter berita selama beberapa bulan. Chris yang sempat melakukan sexting dengan mengirim foto-foto dan sms cabul kepada wanita selingkuhannya itu mengaku takut gambar-gambar itu akan dipublikasikan. Namun, kasus perselingkuhan itu pun tetap terbongkar dan menyeret nama Chris.

4 dari 5 halaman

Cody Onizuka

Cody Onizuka dinyatakan bersalah setelah tertangkap basah melakukan sexting dan menyebar foto-foto telanjang murid perempuannya. Cody, 26, bertemu dengan seorang gadis 12 tahun di SMA tempatnya mengajar sebagai seorang asisten guru. Cody memberikan ponselnya kepada gadis itu dan meyakinkannya untuk mengambil beberapa foto bugilnya untuk dirinya. Cody kemudian memperdagangkan foto-foto itu dan kemudian ditangkap atas tuduhan pelecehan seksual.

5 dari 5 halaman

Allyson Pereira

Allyson Pereira pernah mengirimi pacarnya foto dirinya dalam keadaan telanjang, ketika masih berusia 16 tahun. Ketika akhirnya mereka putus, mantan Allyson menyebarkan foto itu kepada semua temannya. Hal itu pun membuat Allyson menjadi objek bullying di sekolah. Parahnya lagi, ia tidak hanya di-bully oleh teman-temannya, tetapi juga guru-guru, orang tua murid, dosen dan bahkan rekan kerjanya sekarang. Bahkan meski sekarang dia sudah bekerja, Allyson masih sering menerima cemoohan dari orang-orang di sekitarnya, termasuk dari bosnya.

Inilah lima kasus sexting yang berujung pada hancurnya karir seseorang. Sebaiknya jangan melakukan hal ini, jika Anda tidak ingin karir dan reputasi Anda tercoreng.

Baca juga:
Josh 'Peeta' Hutcherson percaya diri dengan gaya kasual
Deodoran dapat memancing kanker payudara?
Ups, ternyata wanita juga suka memperhatikan dada wanita lain!
Kegemukan saat hamil menyebabkan autisme?
Ternyata usia dapat diketahui dari payudara!

(mdk/des)

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.