Mau Coba Tanam Benang di Hidung? Ini Potensi Risiko yang Harus Diketahui

Mau Coba Tanam Benang di Hidung? Ini Potensi Risiko yang Harus Diketahui
ilustrasi hidung. © pexels.com/Shiny Diamond
GAYA | 8 November 2021 16:03 Reporter : Tantri Setyorini

Merdeka.com - Hidung mancung, ramping, dan proporsional tentu menjadi impian banyak perempuan. Tidak semua orang cukup beruntung memilikinya. Untungnya, perkembangan teknologi bedah kosmetik memungkinkan para perempuan untuk mengubah bentuk hidung sesuai keinginan. Salah satu prosedur yang juga populer saat ini adalah tanam benang.

Tanam benang banyak disarankan untuk mereka yang enggan menjalani rhinoplasty, karena prosedur ini tidak menyakitkan. Namun, adakah potensi risiko yang perlu diketahui dari prosedur ini? Berikut penjelasan selengkapnya.

Mengenal Prosedur Tanam Benang

Dikutip dari Facial Sculpthing, tanam benang adalah prosedur temporer yang populer di Asia. Prosedur ini tidak memerlukan pembedahan atau pemotongan kulit.

Prosedur dijalankan dengan menggunakan benang berbahan gula kompleks yang disebut sebagai PDO (polydioxanone). Kandungan ini telah teruji secara biomedikal dan farmasi selama bertahun-tahun, jadi cukup terjamin keamanannya.

2 dari 3 halaman

Potensi Risiko Tanam Benang

ilustrasi hidung
© pexels.com/Shiny Diamond

Walaupun relatif aman, tanam benang masih mengandung potensi risiko. Dilansir Healthline, sebanyak 15 sampai 20 persen prosedur tanam benang mengalami komplikasi minor. Potensi risiko yang akan muncul di antaranya:

  • jahitan yang terlihat, terutama pada bagian kulit yang tipis
  • rasa sakit
  • lebam pada wajah
  • infeksi
  • benang yang putus
  • penumpukan darah (hematoma)
  • inflamasi
  • meninggalkan bekas
  • cedera kelenjar ludah

Risiko-risiko ini dapat muncul setelah prosedur berlangsung. Kesalahan seperti penempatan benang yang tidak tepat, alat tidak steril, serta kurangnya pengalaman dokter dapat menyebabkan munculnya potensi risiko yang tidak diinginkan.

Pastikan untuk memilih tempat dan ahli yang tepat untuk mendapatkan prosedur dengan hasil yang baik. Sehingga potensi berbekas, bengkak dan berdarah pada wajah akan berkurang.

3 dari 3 halaman

Tips Menghindari Risiko sebelum dan setelah Prosedur Tanam Benang

Melalui artikel di Facial Sculpthing, Dr. Nina memberi instruksi penting bagi orang yang ingin melakukan prosedur tanam benang. Langkah-langkah ini akan menghindari potensi risiko yang dapat muncul akibat tanam benang.

  • Hindari aspirin, atau obat antiinflamasi seperti ibuprofen, suplemen vitamin E dan obat yang dapat menipiskan darah, seminggu sebelum melakukan prosedur.
  • Konsumsi Vitamin K yang cukup melalui konsumsi sayur hijau sehingga menghindari potensi bengkak dan lebam pada wajah.
  • Minum air yang cukup dan makan dengan cukup sebelum melakukan prosedur.
  • Pastikan untuk mengonsumi suplemen yang mengandung kolagen agar efek tanam benang bertahan lama.

Hasil tanam benang akan terlihat secara instan dan akan meningkat seiring waktu saat tubuh kita memproduksi kolagen yang cukup. Efeknya akan berangsur meningkat selama 3 sampai 6 bulan, atau bahkan 1 tahun, tergantung produksi kolagen dalam tubuh. Sementara efek tanam benang dapat bertahan selama 1 sampai 2 tahun.

Demikian potensi risiko tanam benang dan cara menghindarinya. Silakan dipertimbangkan jika Anda ingin mencoba prosedur ini.

Reporter: Meisie Cory
Sumber: Fimela.com

(mdk/tsr)

Baca juga:
Tren Operasi Plastik Makin Digemari Pria Muda di China
Diklaim Rampingkan Wajah, Oplas Telinga Elf Digandrungi Anak Muda China
Perempuan Transgender di AS Rampok Bank untuk Biaya Operasi Plastik
Ingin Terlihat Menarik Saat Rapat Zoom, Banyak Orang Lakukan Operasi Plastik di UEA
Gara-Gara Ingin Punya Pacar, Wanita Ini Nekat Oplas Hidung Saat Usia 19 Tahun

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami