Melihat Penginapan Langganan Menteri Susi di Kabupaten Natuna

GAYA | 9 Oktober 2019 12:01 Reporter : Tantri Setyorini

Merdeka.com - Kabupaten Natuna tengah bergerak untuk memajukan diri. Berbagai sektor ekonomi di wilayah ini tengah dieksplorasi dan dikembangkan. Salah satunya adalah sektor pariwisata.

Kemunculan deretan penginapan jadi satu dari sekian banyak realisasi dari wacana penggalakan kunjungan wisata ke daerah tersebut. Siapa sangka, satu di antaranya merupakan langganan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

1 dari 4 halaman

Penginapan Langganan Menteri Susi

Taman Batu Alif, Ranai, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau. 2019 Liputan6.com/Asnida Riani

"Iya ibu (Susi) sudah beberapa kali menginap di sini," kata Didik, salah seorang pegawai Taman Batu Alif, Ranai, Kabupaten Natuna (26/9). Didik lantas menunjukkan kamar di Taman Batu Alif yang biasa jadi tempat Menteri Susi beristirahat.

Merupakan satu dari dua kamar tidur dilengkapi kamar mandi dalam, ukuran ruangan satu ini cukup lapang. Ranjang berukuran queen size di sebelah kiri pintu dilengkapi hiasan berupa kelambu menggantung.

Pada bagian sampingnya terdapat space kosong yang sengaja dibentangkan karpet, lantaran jendela di sana langsung menghadap laut dengan rapat hamparan batu granit, tipikal pesisir di Natuna. Sepoi angin langsung memenuhi ruang seketika setelah jendela panjang itu dibuka.

2 dari 4 halaman

Nuansa Alam dari Struktur Batu Granit Utuh

Taman Batu Alif, Ranai, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau. 2019 Liputan6.com/Asnida Riani

Satu hal yang unik dari Taman Batu Alif adalah bangunannya mengikuti susunan batu granit.

"Tidak dihancurkan sama sekali. Jadi di dalam kamar, kamar mandi bisa saja ada batu besar. Kadang tembus ke dua ruangan berbeda kayak yang kamar mandi di kamar Bu Susi," jelas Didik.

Bangunan panggung ini berdiri tepat di pesisir dengan susunan batu granit ragam bentuk, serta ukuran di sekelilingnya. Pembuatan salah satu penginapan favorit di Ranai, Kabupaten Natuna ini pun tak menghilangkan bangunan orisinal yang sekarang jadi dapur dan ruang makan bersama dengan pemandangan langsung menghadap laut.

3 dari 4 halaman

Tawarkan Fasilitas Cukup Lengkap

Taman Batu Alif, Ranai, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau. 2019 Liputan6.com/Asnida Riani

Penginapan dengan total enam kamar ini juga dilengkapi beberapa fasilitas lain, termasuk ruang bersantai di balkon lantai dua dengan pemandangan 360 derajat berupa laut di depan, kanan-kiri tumpukan batu granit dan pantai, serta rimbun pohon kelapa di bagian belakang.

Terdapat pula musala luar ruang yang membuat angin laut bebas membelai, ruang bersantai di koridor, juga ruangan semi terbuka untuk duduk santai menikmati suasana sekitar berhias kerangka ikan paus.

Harga yang ditawarkan penginapan dengan dominasi aksen kayu berkesan hangat ini adalah Rp750 ribu per malam untuk kamar dengan kamar mandi dalam dan Rp600 ribu untuk tipe yang kamar mandi luar untuk setidaknya per dua kamar.



4 dari 4 halaman

Tak Harus Menginap

Taman Batu Alif, Ranai, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau. 2019 Liputan6.com/Asnida Riani

Menikmati suasana sekitar Taman Batu Alif, tapi tak mau menginap? Bisa juga. Pengunjung bisa datang dan melihat sekitaran penginapan dengan membayar Rp5 ribu saja per orang.

Berjalan di sekitar tumpukan batu seperti dermaga, menikmati lembut pasir pesisir Natuna, bahkan naik ke atas batu-batu granit besar pun bisa dilakukan di sini. Jalur kayu untuk berjalan dari satu batu ke batu lain juga sudah dibuatkan.

Terdapat pula ayunan di pesisir dangkal untuk dinikmati pengunjung walau harus sedikit basah. Didik bercerita, nama Alif sendiri diambil dari batu paling tinggi di sini yang berbentuk seperti Alif, huruf pertama hijaiah.

Reporter: Asnida Riani
Sumber: Liputan6.com (mdk/tsr)

Baca juga:
Sejumlah Hotel di Bali Rugi Akibat Bangkrutnya Thomas Cook
PHRI Riau Sediakan Kamar Hotel untuk Karyawan Terdampak Kabut Asap
Imbas Kebakaran Hutan, Tingkat Okupansi Hotel di Riau Turun 25 Persen
Asap Mengepul di Indonesia, Malaysia Meradang Sampai Minta Ganti Rugi
Punya Gedung Pusdiklat, Ketua PPATK Larang Jajaran Rapat di Hotel