Mengenal Milia, Beruntusan yang Sering Dikira Jerawat atau Komedo

Mengenal Milia, Beruntusan yang Sering Dikira Jerawat atau Komedo
GAYA | 21 Februari 2020 12:14 Reporter : Tantri Setyorini

Merdeka.com - Pernah bermasalah dengan beruntusan di wajah yang mirip jerawat atau komedo? Namun anehnya beruntusan ini tidak bisa diekstraksi atau dipencet seperti komedo dan jerawat. Jadi sebenarnya beruntusan apa ini?

Inilah yang dinamakan milia. Jenis beruntusan yang satu ini memang sering salah dikira sebagai komedo atau bahkan jerawat. Agar tidak salah kaprah lagi, mari cari tahu lebih banyak lewat keterangan yang dirangkum dari Shape berikut.

1 dari 5 halaman

Mengenal Milia yang Sering Dikira Jerawat

"Milia adalah benjolan putih kecil berisi keratin, yaitu protein yang membentuk rambut, kulit, dan kuku, yang terperangkap di bawah kulit," jelas ahli kulit Kota New York Marnie Nussbaum, MD. "Benjolan-benjolan ini tidak menyakitkan dan terlihat seperti jerawat, tetapi cukup berbeda. Tidak dapat muncul atau ditekan dan tidak akan pernah mengeluarkan nanah atau darah." tambahnya.

Milia paling sering muncul di wajah kamu, namun milia dapat timbul di tempat lain, yaitu dada, punggung, dan lengan. Tidak seperti jerawat, biasanya tidak ada kemerahan atau peradangan yang terlibat, hanya benjolan berwarna daging atau putih, berukuran kecil, dan terasa keras.

Menurut Dr. Nussbaum, milia berkerumun dalam kelompok, dan mereka sering muncul di hidung, pipi, dan terutama di sekitar mata. Milia memang tidak sedap dipandang dan menyebalkan, tetapi menurut seorang dermatologis Gretchen Frieling, MD dari Boston, milia bukan masalah kesehatan.

2 dari 5 halaman

Tidak dapat Diekstraksi atau Dipencet Sendiri

Pori-pori yang tersumbat biasanya disebabkan oleh kelebihan minyak, kotoran, dan bakteri yang terperangkap di dalam pori-pori dan menciptakan jerawat atau komedo. Tidak seperti milia, komedo dan jerawat dapat diekstraksi.

"Mungkin ada minyak yang terjebak dalam milia juga bersama dengan keratin yang menumpuk, tetapi minyak itu terperangkap jauh lebih dalam dan ditutupi oleh lapisan kulit mati," jelas pakar kecantikan Elina Fedotova, pendiri Elina Organics Spa and Skincare.

"Itu sebabnya, tidak peduli seberapa keras kamu mencoba, kamu tidak akan dapat memecahkan milia seperti jerawat. Milia juga tidak harus selalu muncul dalam pori-pori, terkadang benjolan ini dapat terbentuk di bawah kulit dan bahkan di dalam pori-pori," kata Dr. Frieling.

3 dari 5 halaman

Penyebab Timbulnya Milia

Menurut Dr. Nussbaum, masih belum jelas apa yang menyebabkan milia. Sering kali tidak ada alasan spesifik mengapa keratin terjebak. Namun, kita tahu bahwa orang-orang tertentu memiliki kecenderungan genetik untuk membentuk milia.

"Biasanya orang-orang ini memiliki kulit yang sangat kering dan pori-pori sempit yang membuat minyak sulit untuk keluar dan lebih mudah terperangkap di dalam," jelas Fedetova.

Rutinitas makeup kamu juga bisa menjadi penyebab.

"Penyamaran berbahan dasar silikon tebal menutupi kulit dengan lapisan tipis yang memerangkap minyak di pori-pori. Inilah mengapa kamu sering melihat milia di bawah mata karena banyak orang menggunakannya untuk menutupi lingkaran hitam," tambah Fedotova.

4 dari 5 halaman

Cara Tepat Menangani Milia

"Milia tidak akan bergerak, tidak peduli berapa banyak tekanan atau tekanan yang Anda terapkan, dan hanya akan menyebabkan jaringan parut jika kamu mencobanya," ujar Dr. Nussbaum.

Jangan pernah mencoba untuk menghilangkan milia sendiri. Kamu perlu menemui seorang profesional untuk menyingkirkan milia itu.

Ekstraksi yang aman dan profesional biasanya melibatkan pelapisan benjolan dengan jarum steril untuk menghilangkan pengerasan keratin dan minyak. Kadang ekstraksi milia juga menggunakan jarum yang dipanaskan untuk memecah benjolan.

5 dari 5 halaman

Pencegahan terhadap Milia

Satu hal yang dapat kamu lakukan adalah menerapkan cara pencegahan milia, terutama jika kamu tahu kamu cenderung akan memilikinya. Menurut Dr. Nussbaum, tidak ada cara yang pasti untuk mencegah milia, tetapi ada beberapa hal yang dapat membantu.

  1. Tetap gunakan makeup dan skincare yang non-komedogenik, artinya tidak menyebabkan pori-portersumbat.
  2. Gunakan produk-produk dengan bahan-bahan yang akan membantu mendorong pergantian sel dan pengelupasan sel, untuk membantu membersihkan sel-sel mati sebelum menumpuk dan mencegah timbulnya benjolan. Kamu bisa gunakan retinoid, asam alfa-hidroksi, dan asam beta-hidroksi.
  3. Hidrasi. Milia juga lebih mungkin terjadi ketika kulit kering dan serpihan ekstra menumpuk. Kuncinya adalah memilih produk yang mengandung humektan ringan, seperti asam hialuronat, daripada minyak berat.

Itulah serba-serbi milia dan cara tepat untuk menanganinya.

Sumber: Fimela.com (mdk/tsr)

Baca juga:
Penelitian: Orang Indonesia Menua Lebih Lambat daripada Eropa dan Amerika
Mengenal Allantoin, Kandungan Skincare yang Baik untuk Kulit Sensitif
Dokter Kulit: Ini 6 Alasan Kulit Bermasalah saat Traveling dan Cara Mencegahnya
7 Superfood untuk Kulit Cantik Rekomendasi Bobbi Brown

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami