Pesona Garut dari Lintasan Sejarah Stasiun Kereta Api Cibatu

GAYA | 30 Agustus 2019 10:57 Reporter : Syakur Usman

Merdeka.com - PT KAI dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat sedang melakukan reaktivasi jalur Cibatu-Garut, termasuk mengaktifkan kembali Stasiun Cibatu, yang kaya sejarah. Aktivitasi jalur ini bukan sekadar untuk bernostalgia tentang terkenalnya Stasiun Cibatu pada masa penjajahan Belanda, tapi juga membuka pintu pariwisata di sana.

Mudahnya mendapatkantiket kereta api yang sudah bisa diakses di mana saja juga jadi keuntungan untuk para wisatawan yang ingin berkunjung ke sana. Stasiun Cibatu punya lintasan sejarahnya sendiri. Beberapa pesohor dunia pernah mampir di stasiun ini, seperti Charlie Chaplin beserta Mary Pickford dan Pablo Neruda. Stasiun ini menjadi tempat pemberhentian kereta bagi mereka yang ingin berwisata ke "Swiss van Java".

Sayangnya, sebelum kembali direaktivitasi oleh PT KAI dan Pemda Jawa Barat, Stasiun Cibatu berhenti beroperasi seiring diberhentikannya rute kereta api Cikajang- Garut. Saat Stasiun Cibatu masih beroperasi, Cibatu bukan hanya tempat persinggahan, tapi menjadi pusat peradaban di Garut, khususnya ekonomi. Lebih dari 1.000 pegawai kereta api tinggal dan bekerja di Cibatu, yang pasti mempunyai dampak ekonomi bagi wilayah sekitar.

Namun, sejak Stasiun Cibatu ditutup, tak ada lagi kereta api yang melintasi jalur Garut – Cikajang. Otomatis jalur kereta ini pun ditinggalkan dan mulai ditempati oleh bangunan- bangunan liar yang dihuni oleh warga sekitar.

Pesona Swiss van Java

Garut memang punya sejarah panjang. Sebelum dikenal sebagai kota dodol, Garut dikenal sebagai "Swiss van Java" atau Swiss-nya Pulau Jawa. Lewat jepretan karya Thilly Weissenborn, orang Belanda yang lahir di Kediri, Jawa Timur, nama Garut melanglangbuana hingga ke Eropa. Keindahan Garut tersebut kemudian banyak mengundang wisatawan mancanegara ke Garut. Atas dasar itu pula, Charlie Chaplin mengunjungi Garut sebanyak dua kali.

Konon pemandangan Garut dari kaki Gunung Cikurai lah julukan Swiss van Java untuk Garut berasal. Pada zaman penjajahan Belanda, Ngamplang, sebuah daerah di Garut yang berada di ketinggian 630 meter di atas permukaan laut merupakan destinasi favorit wisatawan Eropa. Dari sana, terlihat jelas pemandangan Gunung Papandayan, Gunung Guntur, Gunung Talaga Bodas, dan Gunung Sadahurip mengelilingi Kota Garut. Persis Swiss yang dikelilingi oleh pegunungan Alpen. Udaranya juga cukup sejuk.

Para wisatawan Eropa yang berkunjung ke Ngamplang biasanya menginap di Hotel Grand Ngamplang. Hotel ini didirikan oleh pemerintah kolonial Belanda pada 1930. Charlie Chapling, Ratu Belanda, hingga Perdana Menteri Perancis Georges Clemenceau pernah menginap di sana.

Sayangnya, pada 1942, hotel ini dibakar oleh warga Garut untuk mengusir Belanda dari wilayah Garut. Hotel Grand Ngamplang yang saat itu bertaraf internasional rata dengan tanah. Satu- satunya yang tersisa dari bukti kejayaan hotel tersebut adalah kolam air mancur yang berada di tengah bukit.

Untuk kembali menghidupkan potensi wisata di Garut, Pemda Jabar dan PT KAI mulai revitalisasi Stasiun Cibatu dan mengaktifkan kembali rel dan jalur kereta Garut – Cikajang. Jalur ini masuk ke dalam bagian jalur tahap II yang akan direaktivitasi kembali oleh PT KAI.

Pemerintah Daerah Jawa Barat bersama PT KAI sedang melakukan reaktivitasi jalur Garut–Cibatu untuk menggeliatkan potensi pariwisata di Kota Garut yang cukup banyak. Progres reaktivitasi jalur kereta ini juga terus menunjukan peningkatan. Bangunan- bangunan yang menduduki rel di jalur ini juga telah dibongkar. Dari laporan 1.077 bangunan yang ada di antara rel kereta api Cibatu-Wanaraja 99 persen bangunan tersebut telah dibongkar secara sukarela oleh warga.

Jalur rel kereta api lintas selatan Jawa Barat terkenal dengan keindahan panoramanya. Pada jalur tersebut terdapat terowongan rel kereta api yang menembus bukit dan meliuk- liuk di antara jurang. Meski beberapa sumber mengatakan jalur tersebut dibuat atas alasan ekonomi dan ancaman militer. Dengan keterbatasan teknologi pada zaman itu, dibutuhkan keterampilan engineering yang tinggi.

Jadi kapan ada rencana untuk traveling ke Garut? Dijamin bakal jadi salah satu pengalaman liburan tak terlupakan. Segera hunting promo tiket dan bikin agenda buat jalan-jalan ke sana.

(mdk/sya)