Resep Jitu Bisnis Kuliner ala Chef Yuda Bustara di Konser Amal Kreatif Lokal

Resep Jitu Bisnis Kuliner ala Chef Yuda Bustara di Konser Amal Kreatif Lokal
©Adira Finance
GAYA | 16 Januari 2021 20:31 Reporter : Iwan Tantomi

Merdeka.com - Konser Amal Kreatif Lokal akhirnya dilangsungkan hari ini pada 16 Januari 2021. Gelaran yang diadakan sebagai puncak rangkaian acara Festival Kreatif Lokal 2020 ini pun menghadirkan banyak sekali keseruan. Salah satunya adalah workshop menarik di bidang kuliner.

Di sesi tersebut, Chef Yuda Bustara tak ragu membagikan resep rahasianya dalam membuat hidangan penutup yang mudah, lezat, sekaligus berpeluang dijadikan produk UMKM. "Semua resep Yuda Bustara selalu urban, gampang ditiru oleh siapa saja, tak butuh waktu lama, jadi pas buat yang ikutan workshop kali ini," ungkapnya.

Bikin Cheesecake dari Biskuit

adira baru
©Adira Finance

Pada kesempatan kali ini, Chef Yuda pun membagikan resep cara membuat cheesecake dari biscuit. "Pertama siapkan bahannya, yang pasti adalah biskuit, lalu keju, di sini saya pakainya cream cheese. Lalu, pengganti gula, kental manis, susu cair, strawberry jam dan buah strawberry segar," jelas Chef Yuda.

Selain beberapa bahan tersebut, Chef Yuda juga menyiapkan dessert box. Kemudian, untuk membuat adonan, campur cream cheese dan kental manis menggunakan mixer. Jika tak ada, bisa diaduk menggunakan tangan saja, sampai tercampur rata.

"Jika sudah, celupkan biskuit ke susu, masukkin ke dessert box. Biskuit ini bisa cream cracker kalau saya menyebutnya, yang bisa menyerap air, jadinya saat dicelupin ke dalam susu segar, bisa menyatu. Lalu bikin layer, biskuit, layer cream cheese, seterusnya sampai penuh. Nanti, lama-lama akan memadat sendiri," imbuhnya.

Berpeluang Dijadikan Produk Usaha

adira baru
©Adira Finance

Menurut Chef Yuda, sajian yang dibikinnya tersebut berpeluang jadi produk usaha. Ia melanjutkan, jika bahannya bisa disesuaikan selera. Atau, kalau ingin dijual, bisa disesuaikan dengan budget yang dimiliki. Selain itu, penggunaan dessert box, bukan karena lagi kekinian, tetapi juga bisa meningkatkan nilai jual untuk produk dessert sejenis.

"Kalau diestimasikan, kira-kira total bahan yang saya gunakan ini sekitar Rp100 ribu, bisa jadi 4 box. Kalau satu box bisa dijual Rp100 ribu, jadi bisa untung berkali-kali lipat," ungkapnya.

Lebih lanjut, Chef Yuda menjelaskan untuk sistem jualannya bisa menggunakan 'Open PO (Pre-Order)' dulu. "Misalnya, kalau sibuk bekerja di hari-hari biasa, bisa bikin saat Sabtu-Minggu, simpan di kulkas, lalu tinggal kirim kalau ada yang pesan. Produk cheesecake biskuit bisa tahan dalam satu minggu," jelas Chef Yuda.

Tips Memasarkan Bisnis Kuliner

adira baru
©Adira Finance

Selain menggunakan sistem 'Open PO', pastikan untuk mendapatkan feedback dulu. "Jadi, jangan buru-buru membuat banyak, bikin secukupnya, tawarkan ke keluarga untuk mendapatkan feedback. Jika feedback-nya bagus, mulai perbesar dapur, dan tingkatkan peralatan masak. Selain itu, jangan bosan berinovasi. Misalnya, jangan hanya bikin strawberry cheese cake, tapi bisa matcha cheese cake," jelas Chef Yuda lebih lanjut.

Supaya lebih semangat memulai bisnis kuliner, Chef Yuda juga menyarankan untuk menggunakan memasak apa yang paling kalian sukai. Sebab, memasak butuh dicicipi, jika tak suka maka akan sulit mengembangkannya, apalagi untuk bisnis kuliner. Kemudian, jangan bosan belajar, karena chef pun juga pernah gagal.

"Pokoknya, cari resep dulu yang pas, cek bahan mentahnya apakah ada di sekitar rumah, baru nanti bisa dipikirkan mau dibikin apa. Mulai saja dulu, walaupun kamu tak yakin akan laku, tak usah langsung buka toko dulu, open PO dulu, lihat feedback-nya. Kalau bagus, baru mulai ekspansi," pungkasnya.

Acara Konser Amal Kreatif Lokal menghadirkan banyak sekali keseruan, dari workshop serta bincang bersama para ikon kreatif di bidang kuliner, kriya dan fashion, hingga hiburan yang dimeriahkan artis ibu kota, seperti Enda dan Oncy UNGU, Denny Caknan, dan Siti Badriah. Selain itu, acara ini juga mengadakan penghimpunan dana yang akan disalurkan untuk membantu UMKM yang terdampak pandemi Covid-19. (mdk/tmi)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami