8 Buku Kontroversial yang Diangkat Menjadi Film Populer

8 Buku Kontroversial yang Diangkat Menjadi Film Populer
GAYA | 2 September 2020 00:06 Reporter : Tantri Setyorini

Merdeka.com - Siapa sangka, buku-buku populer seperti serial Harry Potter dan roman sejarah Gone With The Wind sempat memicu kontroversi ketika pertama kali diterbitkan? Saat ini buku-buku tersebut dianggap sebagai mahakarya dan telah diadaptasi ke layar lebar, mengukuhkan statusnya sebagaikarya tersukses dalam sejarah literatur.

Tak hanya kedua judul tersebut yang sempat masuk dalam daftar buku paling ditentang dalam sejarah. Berikut ini beberapa buku yang menuai kontroversi berkepanjangan, namun berhasil meraih kesuksesan lebih besar di layar lebar.

The Hunger Games - Suzanne Collins

©Gramedia Pustaka Utama

Meskipun sudah jadi best seller sejak pertama kali diterbitkan, salah satu buku anak-anak terlaris sepanjang masa ini ternyata sempat dilarang beredar. Beberapa pihak menuding serial dystopia ini mengedepankan tema kekerasan, anti-kekeluargaan, anti-etika, dan okultisme. Trilogi The Hunger Games dianggap berbahaya bagi mental remaja, target pembaca utamanya.

Namun justru itulah yang menjadi kunci kesuksesan The Hunger Games di pasaran. Dalam waktu singkat, ketiga buku tersebut segera diangkat ke layar lebar dengan bintang Jennifer Lawrence. Seperti ketiga bukunya, trilogi film The Hunger Games ikut menuai kesuksesan.

The Great Gatsby - F. Scott Fitzgerald

©Amazon

Novel dengan setting tahun 1920-an ini sempat ditentang oleh sebuah perguruan tinggi pada tahun 1987 karena dianggap kelewat vulgar. The Great Gatsby juga mendapatkan ulasan beragam dari para kritikus. Ada pula yang memprediksi novel ini bakal mengakhiri masa kejayaan Fitzgerald di dunia literatur. Namun kisah dan karakter The Great Gatsby yang dipenuhi sinisme menjadikan novel ini tetap digandrungi pembaca dari berbagai generasi.

Pada tahun 1974, The Great Gatsby diangkat ke layar lebar. Bintang utamanya adalah aktor kawakan Robert Redford. Pada tahun 2013, sekali lagi The Great Gatsby diangkat ke layar lebar. Kali ini giliran aktor peraih Oscar, Leonardo DiCaprio yang memerankan jutawan flamboyan Jay Gatsby.

Black Hawk Down - Mark Bowden

©Amazon

Black Hawk Down merupakan novel bertema militer buah karya Mark Bowden, terinspirasi dari artikel tentang Pertempuran Mogadishu yang diterbitkan secara berseri di The Philadelphia Inquirer. Buku tersebut menceritakan detail pertempuran antara militer Amerika Serikat dan pasukan pendukung Mohamed Farrah Aidid pada tahun 1993.

Kisah konflik bersenjata terbesar dalam sejarah Amerika Serikat setelah Perang Vietnam ini sempat dilarang oleh sebuah sekolah tinggi di Louisiana pada tahun 2008 karena dianggap menyuguhkan dialog-dialog vulgar.

Black Hawk Down sempat diadaptasi ke layar lebar beberapa kali, antara lain Battle of Mogadishu, In the Company of Heroes, dan Black Hawk Down yang meraih kesuksesan terbesar.

Lolita - Vladimir Nabokov

©Amazon

Bukan hal yang mengejutkan jika novel karya Vladimir Nabokov ini mendapatkan kritikan tajam dari berbagai pihak. Pasalnya, Lolita menampilkan romansa berbalut pedofilia. Lolita menceritakan obsesi seksual Humbert Humbert, seorang pria paruh baya terhadap Dolores Haze, remaja berusia 12 tahun.

Tema seksual yang sangat kental dalam Lolita membuat novel ini menjadi sasaran kritik sampai sekarang. Namun Lolita juga dianggap sebagai salah satu karya literatur terpenting di abad 20 dan tulisan terbaik Nabokov.

Lolita menjelma ke layar lebar pada tahun 1962 dan 1997. Baik sutradara Stanley Kubrick yang menggarap adaptasi terdahulu maupun Adrian Lyne mendapatkan pujian dari para kritikus.

Baca Selanjutnya: Gone With The Wind -...

Halaman

(mdk/tsr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami