Si Cantik Irma Grese, Bidadari Kematian Paling Ditakuti di Kamp Konsentrasi Nazi

Si Cantik Irma Grese, Bidadari Kematian Paling Ditakuti di Kamp Konsentrasi Nazi
GAYA | 25 Februari 2020 04:03 Reporter : Tantri Setyorini

Merdeka.com - Jika menyebut tokoh-tokoh tersadis dalam sejarah kelam Nazi, barangkali nama seperti Hitler, Dr. Mengele, dan Josef Kramer jadi yang teratas. Namun sebenarnya masih banyak anggota Nazi yang juga ditakuti. Salah satunya adalah Irma Grese.

Grese adalah mantan penjaga kamp pemusnahan massal Nazi, diadili dan dijatuhi hukuman atas kejahatan kemanusiaan yang dia lakukan. Meskipun sebagian besar penjaga dijatuhi hukuman penjara seumur hidup, Grese termasuk segelintir yang divonis mati. Dia menjadi wanita termuda yang dieksekusi di bawah undang-undang yudisial Inggris.

1 dari 5 halaman

Monster Jelita Penjaga Auschwitz

irma grese

Irma Grese sebelum menjadi penjaga kamp Nazi. Popperfoto

Saat dihukum mati atas kejahatan perang yang dia lakukan, Irma Grese baru berusia 22 tahun. Namun dia diingat sebagai salah satu penjaga paling ditakuti di kamp konsentrasi Nazi. Julukannya adalah si monster jelita, si jalang dari Belsen, atau hyena Auschwitz.

Grese terkenal berkat paras cantik dan kekejamannya. Setelah Persidangan Belsen, banyak cerita miring tentang Irma Grese yang beredar. Salah satu rumor menyebutnya sebagai wanita jalang yang menjalin hubungan gelap dengan para petugas pria maupun wanita di kamp. Ada pula yang menyebut Grese punya kegemaran abnormal terhadap perilaku sadisme. Kabarnya dia juga gemar menyiksa para tahanan yang lemah dan lebih cantik darinya sebelum mengirim mereka ke kamar gas.

2 dari 5 halaman

Suka Menyiksa Tahanan dengan Cambuk Bikinan Sendiri

Mungkin tak semua rumor tersebut bisa dibuktikan kebenarannya. Terlepas dari benar atau tidaknya semua gosip mengenai Grese, dia tetap salah satu penjaga paling terkenal di Auschwitz. Seperti tertulis di dalam arsip The Complete Transcripts of the Belsen Trial, pengakuan Grese sendiri menyebutkan bahwa dirinya memang biasa memukuli tahanan dengan tongkat atau alat penyiksaan lainnya.

Cambuk merupakan salah satu senjata favorit Grese. Saat dirinya bertugas, penyiksaan dengan cambuk sudah dilarang di dalam kamp. Namun Grese justru membuat sendiri cambuknya dari plastik bening yang dijalin.

Sementara itu, para saksi menyebut wanita itu bertugas memilih tahanan yang bakal dieksekusi di kamar gas, menembak tahanan, dan menyiksa mental para tawanan kelaparan dengan meletakkan makanan yang dijaga anjing buas.

3 dari 5 halaman

Si Pemalu yang Gagal Jadi Perawat

Sebelum bertugas di kamp Auschwitz-Birkenau dan BergenBelsen, Irma Ilse Ida Grese adalah gadis desa biasa yang cenderung pemalu. Bahkan saudarinya, Helene menyebut sang kakak yang dikenalnya bukan jenis orang yang bakal melakukan kekejaman seperti itu.

"Pada masa sekolah, kadang para gadis bertengkar dan berkelahi, saudara saja tidak pernah punya keberanian untuk berkelahi, dia justru kabur," begitu bunyi kesaksiannya di Persidangan Belsen.

Grese adalah anak dari keluarga peternak. Seorang gadis desa biasa yang tadinya bercita-cita menjadi perawat, tetapi justru harus berkutat dengan pekerjaan di peternakan, ladang, dan terakhir kamp konsentrasi.

Grese meninggalkan bangku sekolah pada usia 15 tahun. Dilansir Holocaust Research Project, pendidikan rendah dan kondisi ekonomi membuatnya menerima tawaran kerja sebagai penjaga kamp. Pada saat itu, Nazi memang kesulitan mencari orang-orang yang mau menjadi penjaga kamp. Sasaran mereka adalah warga Jerman semacam Grese, dengan iming-iming rumah dinas, gaji di atas rata-rata, dan otoritas yang tak pernah mereka miliki sebelumnya. Kebanyakan dari mereka bahkan tak paham betul filosofi Nazi.

4 dari 5 halaman

Tertangkap Gara-Gara Terlalu Sehat untuk Menjadi Tahanan

irma grese

Irma Grese di Persidangan Belsen. History Collection

Saat pasukan Inggris membebaskan para tawanan kamp konsentrasi pada tanggal 15 April 1945, Irma Grese sedang bertugas di kamp BergenBelsen. Dia sempat melarikan diri dan menyamar sebagai tawanan, namun tubuhnya yang tampak sehat membuat penyamaran itu terbongkar dengan mudah.

Grese menjalani proses pengadilan bersama para penjaga lain, antara lain Johanna Bormann dan Elisabeth Volkenrath.

5 dari 5 halaman

irma grese

Irma Grese dan Josef Kramer menjelang eksekusi. Gamma-Keystone

Irma Grese didakwa bersama tiga penjaga wanita dan delapan penjaga pria. Sampai dakwaan dibacakan, Grese masih menyangkal semua kejahatan yang dituduhkan kepadanya. Permohonan bandingnya ditolak pengadilan.

Sampai hari kematiannya di tanggal 13 Desember 1945, Grese masih mencoba mempertahankan harga diri. Menurut keterangan Wendy Adele-Marie Sarti melalui Women and Nazis, Grese dan Johanna Bormann menyanyikan lagu-lagu Nazi sepanjang malam menjelang eksekusi.

Saat diantar ke tiang gantungan pun Grese hanya mengucapkan satu kata terakhir. "Cepatlah!" (mdk/tsr)

Baca juga:
Tak Banyak Diketahui, Ini Ulasan 3 Kraton yang Pernah Ada di Cirebon
Buku 'Habibie & Soeharto': Membantah Isu Habibie Berniat Jadi Wapres
Ekskavasi Situs Pendem Temukan Sumuran dan Gerabah
Asal-Usul Gudeg yang Tercipta dari Tangan Prajurit Mataram Kala Babat Alas

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami