Situs Bersejarah Thailand, Ayutthaya Siap Terima Turis Kembali

Situs Bersejarah Thailand, Ayutthaya Siap Terima Turis Kembali
GAYA | 30 Mei 2020 18:54 Reporter : Tantri Setyorini

Merdeka.com - Setelah pembatasan sosial yang diterapkan pemerintah selama berbulan-bulan, situs bersejarah Ayutthaya sudah siap menerima pengunjung kembali. Kawasan kota lama Ayutthaya kembali dibuka akhir pekan lalu. Sejumlah situs bersejarah dan kuil di sana bakal segera menyambut wisatawan.

Dikutip dari The Thaiger, Senin, 25 Mei 2020, pembukaan pembatasan itu diharapkan memulihkan kembali ekonomi Thailand yang selama ini bergantung kepada pariwisata. Pejabat setempat berharap setidaknya turis domestik bisa kembali berwisata dan diperkirakan berjalan mulai Juni mendatang.

1 dari 3 halaman

ayutthata thailand

©Pixabay/BondSupanat

Gubernur Ayutthaya mengatakan provinsinya kini aman dari virus corona dengan tak ada catatan infeksi baru dalam sebulan terakhir. Total, terdapat delapan kasus Covid-19 di provinsi tersebut dengan satu di antaranya meninggal dunia.

Untuk mencegah terjadinya gelombang kedua, para pengunjung destinasi wisata itu harus menaati peraturan yang berlaku, seperti memakai masker, menggunakan hand sanitizer, mengecek suhu tubuh, dan menjaga jarak. Dari beberapa destinasi, kuil Budha Wat Phanan Choeng dan Wat Yai Chai Mongkhon merupakan yang paling banyak dikunjungi turis pada akhir pekan lalu.

2 dari 3 halaman

ayutthata thailand

©Pixabay/KPG_2016

Ekonomi Thailand pada dasarnya dikontribusi oleh sektor pariwisata. Namun, penutupan perbatasan dan pembekuan penerbangan internasional, kecuali untuk penerbangan repatriasi telah membuat industri pariwisata di negeri itu tumbang.

Otoritas Pariwisata Thailand (TAT) memprediksi jumlah turis asing menurun hingga 65 persen pada tahun ini. Tetapi, dampaknya terhadap industri ini akan lebih tinggi.

3 dari 3 halaman

ayutthata thailand

©Pixabay/sasint

Presiden Dewan Pariwisata Thailand mengatakan kepada Bangkok Post bahwa lebih dari 3000 bisnis yang berkaitan dengan pariwisata telah mengajukan permintaan utang. Jumlahnya mencapai 12,7 miliar baht. Tetapi, sejauh ini hanya 36 kasus yang bernilai 87,2 juta baht yang disetujui.

Saat ini, negeri gajah putih itu sedang membenahi sektor travel domestik setelah pandemi dengan memulai kampanye berjudul 'We Love Thailand'. Presiden TCT mengatakan pembukaan kembali destinasi wisata dan bisnis untuk turis domestik akan memberi perpanjangan hidup bagi operator travel.

Reporter: Dinny Mutiah
Sumber: Liputan6.com (mdk/tsr)

Baca juga:
Reaksi Monyet Saat Diuji Coba Vaksin Covid-19
Saat Patung Buddha Raksasa di Thailand Kenakan Masker
Thailand Izinkan Kembali Umat Muslim Jumatan di Masjid
Beralih Profesi karena Pandemi
Thailand Umumkan Tidak Ada Penambahan Kasus Corona, Pertama Kali Sejak 9 Maret

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Alur BLT Dana Desa Hingga ke Tangan Warga - MERDEKA BICARA with Mendes Abdul Halim Iskandar

5