Yayasan Hati Suci Gandeng Unilever Gelar Penyuluhan PHBS di Kampung Bali

GAYA | 10 Mei 2019 17:43 Reporter : Iwan Tantomi

Merdeka.com - Yayasan Hati Suci dalam rangkaian Program Bhakti Ramadhan "Indahnya Berbagi", menyelenggarakan kegiatan amal dengan memberikan Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Dalam menggelar kegiatan ini, Yayasan Hati Suci menggandeng PT. Unilever Indonesia Tbk dengan mitranya Bina Masyarakat Peduli.

Kegiatan dengan tema "Sekolah Sehat, Rumah Sehat" tersebut bertujuan untuk mengedukasi perilaku hidup bersih dan sehat kepada siswa Taman Kanak-kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD), guru, dan ibu-ibu Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) daerah Jakarta Pusat. Adapun sekolah yang mengikuti penyuluhan ini terdiri dari Sekolah Hati Suci, SDN 01 Kampung Bali, SDN 03 Kampung Bali, SDN 07 Kampung Bali, SDS PSKD, serta SDS Strada & Bethel.

Para peserta mengikuti kegiatan penyuluhan di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Hati Suci yang berada di Kelurahan Kampung Bali. Lurah Kampung Bali, Hermansyah, pun hadir untuk membuka secara resmi kegiatan ini.

"Saya atas nama Kelurahan Kampung Bali mengucapkan terima kasih kepada Direktur Yayasan Hati Suci dan Unilever atas penyelenggaraan program ini. Acara ini sangat bermanfaat bagi warga Kampung Bali untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat," ujar Hermansyah, saat memberikan sambutan dalam Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di RPTRA Hati Suci, Jakarta Pusat, Jumat (10/5/2019).

Hermansyah juga menyambut baik kehadiran Abang None Jakarta Pusat 2019, Muhammad Essam dan Adiska Aisa, yang menjadi MC dalam acara tersebut. Menurutnya, kehadiran Abang None dapat menginspirasi anak-anak untuk mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat, baik di sekolah maupun di rumah dan lingkungan.

Essam dan Adiska sendiri mengaku senang bisa menjadi bagian dari Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di RPTRA Hati Suci. Kegiatan ini menjadi pengalaman pertama mereka terjun ke masyarakat Jakarta Pusat setelah terpilih jadi Abang None Jakarta Pusat pada April 2019.

"Ini suatu kebanggaan ya bagi kita Abang None untuk pertama kali terjun ke masyarakat seperti ini karena kita baru terpilih kemarin. Ini merupakan suatu kesempatan bagi kita untuk benar-benar mengenal masyarakat. Jadi, inti dari hari ini adalah bagaimana perilaku hidup bersih dan sehat itu, diperkenalkan ke anak-anak sejak sedini mungkin," ucap Essam, dalam acara sama.

Perlu diketahui, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat merupakan program kesehatan yang dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Sasaran dari program ini adalah sekolah dan keluarga.

Walaupun begitu, menurut dr. Fabian dari Unilever, program ini juga sampai ke masyarakat yang lebih luas. Hal ini bisa dilihat dari hadirnya ibu-ibu dari PKK, Posyandu, dan PAUD yang hadir ke dalam acara itu. Hal tersebut yang mendorong Unilever rutin mengadakan program Corporate Social Responsibility (CSR) hidup bersih dan sehat kepada anak-anak di berbagai wilayah di Indonesia. Sebelumnya, PT. Unilever Indonesia melalui Yayasan Unilever Indonesia telah memiliki program Penyuluhan Hidup Bersih dan Sehat terintegrasi, yakni Sekolah Sehat dan Keluarga Sehat.

"Unilever sebagai perusahaan tidak hanya menyediakan produk untuk digunakan oleh masyarakat, tetapi juga punya tanggung jawab untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat mengenai perilaku hidup bersih dan sehat. Secara global, kami punya program Unilever Sustainable Living Plan yang akan terus berjalan selama Unilever masih ada. Sampai 2018, program CSR kami telah menjangkau 6 juta anak di Indonesia," kata Fabian.

Dalam memberikan penyuluhan hidup bersih dan sehat, Unilever mengajak mitranya Bina Masyarakat Peduli. Diwakili oleh Direktur Eksekutif Bina Masyarakat Peduli, M. Salahudin Hakim, para peserta diberikan penyuluhan tentang perilaku hidup bersih dan sehat yang baik dan benar.

"Disebut perilaku itu karena harus dilakukan setiap hari. Ada tujuh kebiasaan hidup bersih dan sehat yang harus diterapkan setiap hari. Tujuh kebiasaan itu ialah cuci tangan pakai sabun, makanan beragam, bergizi, dan aman, minum air bebas kuman, sikat gigi pagi dan malam, toilet dan kamar mandi bersih higienis, kelola sampah, serta cegah demam berdarah," ujarnya.

Salahudin juga memberi contoh langsung langkah-langkah cuci tangan pakai sabun dan sikat gigi yang benar. Bahkan, para siswa diberi kesempatan langsung mempraktikkan langkah-langkah cuci tangan dengan sabun Lifebuoy.

"Cuci tangan pakai sabun dengan air bersih yang mengalir minimal sebelum makan dan sesudah dari toilet. Sebab, tangan kita adalah bagian dari tubuh yang bisa menyentuh permukaan apa saja, sehingga ada banyak kuman penyebab penyakit di tangan," kata Hakim.

Sebagai penutup, para peserta diajak melakukan pledging commitment. Dengan mencap tangannya di atas spanduk, mereka berkomitmen untuk menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Direktur Yayasan Hati Suci, Francisca Setiati, berharap kegiatan Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat tersebut benar-benar dapat membantu anak-anak untuk bisa berperilaku lebih bersih dan sehat. Dirinya pun menginginkan kegiatan seperti ini dapat diadakan secara rutin.

(mdk/tmi)

TOPIK TERKAIT