Zahra Amalina, Duta Pariwisata Spa Indonesia 2019 yang Gemar Olahraga Ekstrem

Zahra Amalina, Duta Pariwisata Spa Indonesia 2019 yang Gemar Olahraga Ekstrem
GAYA | 21 Februari 2020 21:00 Reporter : Syakur Usman

Merdeka.com - Indonesia memiliki potensi luar biasa di sektor pariwisata, salah satunya industri spa. Industri spa di Indonesia memiliki keunggulan produk, keunikan perawatan spa, dan terapis spa yang dikenal kepiawaiannya di mancanegara.

Sebagai kebutuhan pariwisata, tidak sedikit wisatawan lokal dan asing menyempatkan diri untuk menikmati spa yang disediakan resort dan hotel maupun spa-spa umum.

Untuk mendorong bisnis spa di Tanah Air, baru-baru ini Yayasan Pariwisata Spa Indonesia (YPSI) dan Kementerian Pariwisata menggelar ajang penghargaan Spa & Wellness Tourism Award 2019. Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang pemilihan Duta Pariwisata Spa Indonesia 2019.

Dalam event perdana ini, Zahra Amalina menjadi pemenang dan terpilih sebagai duta pertamanya.

Zahra diharapkan mampu meningkatkan awareness dan pemahaman pariwisata spa di Indonesia dan mancanegara. Selain itu, mampu memberikan edukasi untuk memahami, melestarikan kekayaan budaya spa, kecantikan, dan wellness tourism Indonesia.

Terpilih menjadi Duta Pariwisata Spa merupakan kebanggaan tersendiri bagi Zahra. "Senang dan bersyukur banget, karena sesuai dengan passion aku yang suka dengan spa, merawat tubuh sekaligus menjaga kesehatan, keseimbangan jiwa dan raga," ujar Zahra dalam keterangannya di Jakarta, baru-baru ini.

Menurutnya, pemahaman masyarakat tentang industri spa masih belum modern dan memiliki sentimen negatif. Oleh karena itu, ia berharap perannya sebagai duta pariwisata spa akan mampu memberikan citra yang lebih positif terkait industri ini.

1 dari 2 halaman

Gaya Hidup Sehat

duta pariwisata spa indonesia 2019

2020 Merdeka.com

Sebagai generasi milenial, Zahra juga ingin agar spa bisa menjadi bagian dari gaya hidup sehat. Kaum urban milenial merupakan pasar potensial bagi industri spa di dalam negeri, terutama di kota-kota besar, akibat gaya hidup mereka yang penuh aktifitas dan tingkat stress tinggi. Namun, saat ini konsumen jasa spa di dalam negeri masih di dominasi usia 35 ke atas, yakni 70-80 persen.

Zahra meyakini ke depan industri spa di Indonesia berkembang semakin modern dengan pelayanan profesional dan terbaik. Sehingga mampu menarik minat generasi milenial berusia 20-35 tahun dan menjadi salah satu aktivitas pilihan mereka.

Sebagai Duta Pariwisata Spa Indonesia, tentu Zahra harus terlihat cantik dan menarik setiap saat. Namun, ternyata nominal yang ia keluarkan untuk perawatan wajah tidak mahal.

Biaya perawatan sebulan paling mahal sekitar Rp 1,5 juta sudah termasuk semuanya. Yang jelas biar aku selalu terlihat bersih dan menarik saja, ungkapnya.

Zahra pernah menjadi Finalis Miss Indonesia 2016. Kata dia, kecantikan tidak hanya soal fisik, tetapi kepribadian juga penting. Standar cantik untuk setiap orang berbeda-beda. Lebih baik menjaga inner beauty, karena kalau memiliki inner beauty yang baik, penampilan luarnya pasti mengikuti.

2 dari 2 halaman

Hobi aktivitas ekstrem

duta pariwisata spa indonesia 2019

2020 Merdeka.com

Sebagai wanita yang dekat dengan dunia kecantikan, Zahra ternyata punya hobi ekstrem. Mojang cantik asal Jawa Barat ini sering melakukan aktivitas outdoor. Tak heran Zahra pernah menjadi host program Pesona Nusantara di tvONE.

Di program televivsi ini, Zahra harus mengunjungi daerah-daerah terpencil dan melakukan kegiatan ekstrem di depan kamera. Maka, tidaklah heran jika ia merasa tertantang ketika bermain dirt bike, jetski, atau diving. Baginya, kegiatan menantang adrenalin ini sangat menyenangkan.

Sebagai figur publik dengan segudang prestasi, Zahra mengaku hidup hemat merupakan salah satu gaya hidup yang perlu dilakukan. Ia mengaku tidak pernah menyisihkan dana khusus untuk shopping.

Aku tidak menyisihkan dana rutin untuk belanja setiap bulan, karena aku tidak hobi. Jadi kalau urusan fashion, biasanya dapat dari sponsor mulai dari sepatu sampai masker sekalipun, katanya.

DI akhir perbincangan, Zahra merasa dengan berhemat, dia bisa lebih banyak menyisihkan penghasilan untuk investasi. Ia menyisihkan sekitar 25 persen dari penghasilan setiap bulan untuk investasi. Sebagian dana investasi tersebut dikelola untuk membangun bisnis logistik

(mdk/sya)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami