Kisah Kasih di Sekolah Gaya Bung Karno

Kisah Kasih di Sekolah Gaya Bung Karno
Soekarno. ©2012 Merdeka.com/dok
HISTORI | 16 Januari 2022 20:05 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Di masa remajanya, Sukarno pernah jatuh cinta kepada sejumlah gadis berdarah Belanda. Berakhir hanya menjadi kenangan masa lalu saja.

Penulis: Hendi Jo

Dalam suatu acara makan pagi dengan para wartawan dari sejumlah media di Istana Negara, Presiden Sukarno pernah mengisahkan kisah cintanya saat duduk di bangku HBS (sekolah menengah umum di era Hindia Belanda). Gadis pertama yang ditaksirnya adalah seorang gadis indo bernama Pauline Gobee, yang tak lain adalah putri dari salah satu gurunya.

"Bung Karno bilang waktu itu dia sangat tergila-gila kepada Pauline," ujar Satya Graha, salah seorang wartawan yang hadir saat itu.

Namun Pauline bukanlah gadis satu-satunya. Bung Karno juga menyebut nama Laura dan salah satu nama gadis dari sebuah keluarga Belanda bermarga Raat. Kepada mereka sang presiden pun menghamburkan pujian dan rasa sukanya.

Kebiasaan Sukarno mengisahkan kisah cinta monyet-nya itu ternyata disampaikan juga kepada delegasi pemuda Tionghoa yang pernah berkunjung ke Istananya pada Februari 1964. Soe Hok Gie, salah satu anggota delegasi itu menulis dalam buku hariannya, bagaimana Bung Karno dengan antusias menceritakan perasaan dia kepada seorang gadis Indo yang sangat diincar-nya sewaktu duduk di bangku HBS.

"Ketika melamar gadis itu, ternyata dia ditolak dengan dikatakan vuile Javanse (orang Jawa kotor)," tulis Soe Hok Gie dalam Catatan Seorang Demonstran.

Sejatinya kisah percintaan itu pernah disampaikan oleh Bung Karno kepada penulis Cindy Adams. Sukarno menyebut nama gadis itu adalah Mien Hussels, yang di matanya begitu sangat cantik dan menawan.

"Aku sangat tergila-gila kepada kembang tulip berambut kuning dan pipinya yang merah mawar itu. Aku rela mati untuknya kalau dia menghendakinya," ungkap Sukarno dalam otobiografinya, Bung Karno Penjambung Lidah Rakjat Indonesia (disusun oleh Cindy Adams).

Singkat cerita, Sukarno bertekad untuk menikahi Mien. Maka pada suatu hari dengan pakaian dan sepatu terbaik yang dia miliki, Sukarno mendatangi rumah Mien dan dengan bibir gemetar meminta Mien kepada Meneer Hussels.

"Kamu?! Inlander kotor, seperti kamu?! Kenapa kamu berani-beraninya mendekati anakku?! Keluar kamu! Binatang kotor! Keluar!" teriak Hussels.

Betapa sedih dan marahnya Sukarno diperlakukan begitu kasar oleh ayahnya Mien. Dia merasa bahwa penghinaan itu tak akan pernah dilupakannnya seumur hidup. Dengan lunglai, Sukarno meninggalkan rumah Mien dan memastikan hatinya telah patah.

"Aku tak akan dapat melupakan dewiku yang berparas bidadari itu..." pikirnya. Sejak itu Sukarno tak pernah berjumpa lagi dengan Mien.

2 dari 2 halaman

Bersyukur Tak Berjodoh

Dua puluh tiga tahun kemudian (tepatnya pada awal 1942), Sukarno tengah menaksir satu pakaian dalam etalase toko di jalanan kota Jakarta. Tiba-tiba ada suara perempuan menyapanya dari belakang: "Sukarno?"

Bung Karno cepat berpaling. Didapatinya seorang perempuan bule yang sangat tidak menarik.

"Ya saya Sukarno."

Perempuan itu terkikik-kikik.

"Dapatkah kau menerka siapa aku?" katanya.

Sukarno memperjelas penglihatannya dengan seksama: seorang nyonya Belanda jelek dan badannya tidak terpelihara.

"Tidak Nyonya. Saya tidak dapat menerka. Siapakah Nyonya?"

"Mien Hussels," katanya sambil terkikik lagi.

Sukarno benar-benar terperanjat mendengar jawaban perempuan itu. Dia tak habis pikir bagaimana putri yang dulunya sangat cantik itu bisa berubah menjadi seperti perempuan tukang sihir. Tak pernah dirinya melihat perempuan buruk dan kotor seperti itu.

Setelah sadar, Sukarno lantas menyambut Mien secara basa-basi. Lantas dia memberi salam kepada Mien lalu dengan cepat melanjutkan perjalanan. Diam-diam Sukarno merasa bersyukur kepada Tuhan yang telah melindunginya.

"Caci maki yang telah dilontarkan bapaknya kepadaku sesungguhnya adalah rahmat yang tersembunyi," ungkap Sukarno kepada Cindy Adams.

(mdk/noe)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami