13 Warga Indramayu Meninggal dalam Sehari karena Covid-19, Begini Kata Gugus Tugas

13 Warga Indramayu Meninggal dalam Sehari karena Covid-19, Begini Kata Gugus Tugas
Ilustrasi virus corona. ©2020 Merdeka.com/liputan6.com
JABAR | 21 Juni 2021 11:51 Reporter : Nurul Diva Kautsar

Merdeka.com - Sebanyak 13 warga di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat dikabarkan meninggal dunia dalam satu hari. Penyebab meninggalnya belasan warga tersebut karena terinfeksi Covid-19.

Informasi tersebut diungkap Juru Bicara Penanganan Covid-19 Kabupaten Indramayu, Deden Bonni Koswara. Menurutnya, para pasien yang meninggal itu diketahui mengalami penurunan kesehatan secara signifikan.

"Sekarang pasien cepat sekali memburuk keadaannya, terus kemudian meninggal," kata Deden, Minggu (20/6) dilansir dari Antara.

Selain karena penurunan kesehatan yang cepat, Deden juga mengungkap adanya sebab lain tingginya angka kematian yang perlu diwaspadai.

2 dari 3 halaman

Banyak Warga yang Menyembunyikan Gejala

ilustrasi virus corona
©2020 Merdeka.com/liputan6.com

Dalam keterangannya, Deden menjelaskan sebab lain tingginya angka kematian pasien Covid-19 di wilayah Indramayu. Yakni banyak warga menyembunyikan gejala yang mereka alami.

Menurutnya, masyarakat kerap menganggap gejala yang dirasakan sebagai penyakit biasa sehingga tidak melakukan penanganan kesehatan semestinya.

"Masyarakat juga ada yang menyembunyikan sakitnya karena takut 'di COVID kan' atau menganggap sakit biasa," tutur Deden.

3 dari 3 halaman

Diduga Sudah Masuk Varian Baru

Deden juga mengatakan adanya kecurigaan atas indikasi varian Covid-19 baru yang sudah masuk ke wilayahnya. Kendati demikian, ia mengaku masih harus melakukan pemeriksaan lebih lanjut lagi.

"Kecurigaan ada tapi tidak bisa langsung diambil kesimpulan, karena harus dilakukan pemeriksaan WGS," ujarnya.

Sementara itu, lanjut Deden, bertambahnya 13 orang tersebut menambah jumlah daftar pasien meninggal akibat Covid-19 di wilayah Kabupaten Indramayu menjadi 263 orang. Jumlah ini menjadi catatan terbanyak selama pandemi.

(mdk/nrd)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami