4 Fakta di Balik Kejadian Tragis Lem Aibon Pembawa Petaka

4 Fakta di Balik Kejadian Tragis Lem Aibon Pembawa Petaka
JABAR | 19 Februari 2020 14:10 Reporter : Nurul Diva Kautsar

Merdeka.com - Seorang pengamen di Karawang Jawa Barat tega menghabisi nyawa sahabatnya usai melakukan pesta ngelem di sekitaran stasiun Cikampek. Dilansir dari Keepokorban ditemukan tewas dengan leher terjerat sabuk. Setelah ditelusuri ternyata pelaku merupakan sahabat korban yang juga seorang pengamen dan biasa mengamen dikawasan Cikampek, Jawa Barat.

Kejadian itu bermula saat tersangka berinisial FJ (19) sedang menghisap Aibon bersama korban berinisial SI (17) pada Jum’at malam (7/2) waktu setempat, namun ketika sedang asyik menghisap lem, korban selalu meminta lem secara berulang-ulang kepada tersangka hingga akhirnya keduanya beradu mulut dan tak lama kejadian Aibon Petaka tersebut terjadi.

1 dari 4 halaman

Bermula Saat Pesta Lem

Di malam kejadian itu tersangka FJ berencana untuk melakukan pesta lem dengan membeli 4 kaleng Lem Aibon untuk di hisap bersama SI disebuah lokasi dekat Gudang sinyal di sekitar stasiun Cikampek. Saat dilokasi tersangka melihat SI sudah menghisap lem terlebih dahulu sebelum akhirnya mereka berdua melakukan pesta lem bersama.

Awalnya korban meminta lem kepada FJ secara berulang namun FJ menolak dengan alasan korban sudah diberi 2 botol lem. Namun korban terus memaksa hingga akhirnya cek cok antar keduanya pun tak terhindarkan sehingga membuat tersangka naik pitam dan langsung menghabisi nyawa korban menggunakan ikat pinggang.

2 dari 4 halaman

Keduanya Merupakan Sahabat

Korban dan pelaku merupakan pengamen jalanan yang sudah bersahabat sejak lama. Keduanya kerap mengamen bersama di kawasan sekitar stasiun Cikampek dan kerap melakukan pesta ngelem. Dilansir dari keepo.me, Kapolres Karawang AKBP Arif Rachman menjelaskan tentang kejadian itu, "Keduanya merupakan anak jalanan, tetapi pelaku sering kelihatan mengamen di sekitaran wilayah Cikampek," Ujar Arif Rachman saat jumpa pers di Mapolres Karawang, Senin (17/2/2020).

3 dari 4 halaman

Menggunakan Sabuk untuk Membunuh

Kejadian pembunuhan tersebut sempat membuat geger masyarakat setempat, dilansir dari jabarpublisher.com bahwa masyarakat setempat berupaya melapor dengan menjelaskan bahwa ditemukan mayat anak jalanan di Cikampek. Setelah itu Polisi pun segera bergerak, dan langsung menggelar olah TKP, serta memeriksa saksi-saksi, hingga berhasil mengungkap dan menangkap pelakunya.

4 dari 4 halaman

Pelaku Dihukum Dengan Pasal Berlapis

Setelah tiga hari pasca kejadian akhirnya kepolisian daerah Cikampek berhasil menangkap pelaku FJ serta mengamankan tiga kaleng lem Aibon yang ditemukan di lokasi kejadian. Menurut keterangan dari Kapolres AKBP Arif Rahman, pelaku dijerat dengan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan pasal 351 ayat 3 tentang penganiayaan yang menyebabkan kematian dengan ancaman pidana 15 tahun penjara.

(mdk/nrd)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami