6 Fakta Banjir Bekasi, dari Mobil Hanyut Sampai Terparah dalam 30 Tahun Terakhir

6 Fakta Banjir Bekasi, dari Mobil Hanyut Sampai Terparah dalam 30 Tahun Terakhir
JABAR | 26 Februari 2020 09:00 Reporter : Nurul Diva Kautsar

Merdeka.com - Hujan yang terus mengguyur kawasan Jabodetabek membuat sejumlah wilayah di Jakarta dan sekitarnya tergenang banjir, salah satunya di Bekasi, Jawa Barat. Di beberapa wilayah Bekasi banyak jalan yang tergenang banjir sehingga mengganggu aktivitas masyarakat.

Banjir di Bekasi yang terjadi sejak Selasa dini hari waktu setempat membuat masyarakat di wilayah tersebut pasrah. Pasalnya air naik sangat cepat dan terjadi di waktu orang-orang sedang beristirahat. Selain karena curah hujan tinggi, banjir di Bekasi ini diduga juga disebabkan oleh sistem drainase yang buruk yang membuat air sungai meluap.

1 dari 6 halaman

Bekasi Masuk Wilayah Cekungan

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Agus Wibowo, mengatakan, banjir di perumahan Harapan Indah, Bekasi, Jawa Barat, disebabkan sistem drainase yang buruk serta kondisi topografi yang merupakan daerah cekungan.

"Kondisi itu mengakibatkan genangan air tidak dapat keluar atau mengalir melalui saluran pembuangan. Banjir sudah berangsur surut, tetapi prosesnya lama," kata Agus Wibowo, melalui siaran pers yang diterima, di Jakarta, Selasa (25/2).

2 dari 6 halaman

Banyak Warga Bekasi yang Tidak Masuk Kantor

banjir bekasi

TMC Polda Metro Jaya 2020 Merdeka.com

Banjir yang merendam wilayah Bekasi pada Selasa (25/2) menimbulkan dampak yang luar biasa, salah satunya banyak warga Bekasi yang memilih untuk memutar kembali kendaraan mereka saat hendak menuju kantor. Hujan yang mengguyur sejak Selasa dini hari tersebut telah merendam sejumlah ruas jalan tol di Jabodetabek sehingga menyulitkan warga Bekasi untuk berangkat ke kantor.

Salah satunya Nita, Wanita yang merupakan salah satu pegawai negeri sipil (PNS) di Istana Kepresidenan tersebut mengaku memilih untuk tidak melanjutkan perjalanan menuju Istana ke presidenan lantaran sejumlah ruas jalan terendam banjir. Ia menuturkan sudah berangkat dari kediamannya di kawasan Tambun sejak pukul 05.45 WIB pagi, namun hingga pukul 07.30 WIB perjalanan masih terhambat sehingga Ia memutuskan untuk putar arah dan kembali ke rumah.

"Saya balik arah ini, dari Grand Wisata jam 05.45, keluar Tol Bekasi Barat, nyari jalan ke kantor, akhirnya balik ke Grand Wisata lagi," ujar Nita.

3 dari 6 halaman

Terdapat Mobil Hanyut

Selain menghambat aktivitas warga menuju kantor, Banjir di Bekasi juga menimbulkan kerugian lain seperti yang terjadi di Perumahan Duta Indah. Banjir di perumahan tersebut menyebabkan salah satu mobil milik warga hanyut.

Menurut Niko (29), warga setempat yang tengah berkeliling kompleks sekitar pukul 08.00 WIB melihat mobil hanyut dan melintang di tengah jalan perumahan tersebut

"Iya tadi ada mobil, tidak tahu punya siapa," ujarnya sambil menunjukkan foto.

4 dari 6 halaman

Memanfaatkan Air Banjir untuk Mencuci Kendaraan

nyuci mobil di banjir

Liputan6.com 2020/Helmi Afandi, Helmi Fithriansyah

Hasil pantauan dari Liputan6.com, terdapat banyak warga yang justru memanfaatkan genangan banjir genangan air banjir untuk mencuci kendaraan pribadi.

5 dari 6 halaman

Masa Tanggap Bencana Hingga 2 Maret 2020

bupati bekasi

Humas Pemkab Bekasi 2020 Merdeka.com

Pemerintah Kabupaten Bekasi menetapkan masa tanggap darurat banjir dari tanggal 25 Februari sampai dengan 2 Maret 2020. Hal ini disampaikan Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja usai meninjau wilayah terdampak banjir di Perumahan Dukuh Bima, Desa Lambang Sari, Kecamatan Tambun Selatan, Selasa (25/02).

Eka mengatakan, sebelumnya pihaknya telah melakukan rapat koordinasi seiring status ini dikeluarkan. "Status di Kabupaten Bekasi ini saya tingkatkan dari status Siaga Darurat Bencana Banjir menjadi Status Tanggap Darurat Banjir," katanya dalam keterangan tertulis.

Eka menjelaskan, curah hujan yang cukup tinggi sejak beberapa hari lalu menyebabkan bencana banjir terjadi di beberapa wilayah di Kabupaten Bekasi, salah satunya di Desa Lambang Sari.

6 dari 6 halaman

Terparah dalam 30 Tahun Terakhir

Banjir yang meluap dari sungai di wilayah Bekasi ditambah jebolnya beberapa tanggul penahan debit air membuat banjir semakin tak terkendali. Ketinggian air yang mulanya hanya sebatas mata kaki, secara cepat langsung meningkat hingga setinggi lutut bahkan pinggang orang dewasa.

Menurut salah seorang warga bernama Raharjo, banjir tahun ini merupakan yang terparah setelah 30 tahun terakhir. "Kejadiannya cepat sekali, ini terparah selama hampir 30 tahun saya tinggal di sini," kata Rahardjo (60) di lokasi kejadian.

Rahardjo mengatakan, dia dan keluarga saat 20 tahun lalu pernah merasakan kebanjiran yang parah. Saat itu diakuinya memang tanggul kali belum ditinggikan. Setelah tanggul diperbaiki, kompleks perumahan tersebut aman dari banjir. Namun, sejak hujan deras di awal tahun 2020, perumahan Duta Indah kembali terendam banjir.

(mdk/nrd)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami