Kisah Haru Pendiri Rumah Baca Garuda yang Harus Gulung Tikar, Tak Sanggup Lagi

Kisah Haru Pendiri Rumah Baca Garuda yang Harus Gulung Tikar, Tak Sanggup Lagi
JABAR | 6 Maret 2020 11:14 Reporter : Nurul Diva Kautsar

Merdeka.com - Digitalisasi sangat membawa dampak besar bagi kehidupan masyarakat, efeknya yang memudahkan aktivitas ternyata tidak serta merta membawa sisi positif bagi sebagian orang. Salah satunya yang dialami oleh Rumah Baca Garuda di Cimahi Jawa Barat yang didirikan Suparman.

Taman Bacaan Garuda sendiri berlokasi di sebuah gang, ruas jalan utama di Jalan Jend. Amir Mahmud-Tagog Gg. M. Arjo Kota Cimahi.

Dikutip dari akun Instagram @bukuindie_, rumah baca yang menghiasi kehidupan remaja di Cimahi era 1990-an ini, kini harus tutup karena turunnya minat baca dan maraknya E-book dan Internet.

Hampir 30 tahun mengelola rumah baca, Suparman kini tinggal berpasrah. Ia mengaku sedih dengan fenomena digitalisasi saat ini dan tak sanggup lagi melanjutkan perjuangannya mengelola Rumah Garuda.

Baca Selanjutnya: Berawal Dari Hobi Membaca...

Halaman

(mdk/nrd)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami