7 Makanan yang Tidak Boleh Dimakan Ibu Hamil, Perhatikan Konsumsinya

7 Makanan yang Tidak Boleh Dimakan Ibu Hamil, Perhatikan Konsumsinya
Ibu hamil. ©2012 Merdeka.com/Shutterstock/YanLev
JABAR | 29 November 2020 14:11 Reporter : Novi Fuji Astuti

Merdeka.com - Dalam kondisi hamil seorang wanita harus betul-betul menjaga kesehatan tubuhnya dan juga kesehatan janin yang ada di dalam kandungannya. Salah satu upaya yang perlu dilakukan wanita hamil adalah mencukupi kebutuhan nutrisi harian untuk diri sendiri dan bayi yang ada dalam kandungan. Dalam hal ini menjauhi makanan yang tidak boleh dimakan ibu hamil juga sama baiknya dengan mengonsumsi makanan yang bernutrisi tinggi.

Pantangan makanan ibu hamil sering ditekankan pada masa hamil muda, demi mencegah risiko mengalami keguguran. Mengingat, ibu hamil muda rentan mengalami keguguran pada trimester awal. Makanan yang sebaiknya dihindari oleh ibu hamil adalah makanan mentah, setengah matang, makanan belum dipasteurisasi.

Sementara itu, saat mengonsumsi makan laut sebaiknya tetap hati-hati, begitu pun dengan beberapa buah yang harus dihindari. Jika ibu hamil muda mengidamkan pantangan makanan tersebut, bukan berarti ia harus mengonsumsinya. Sang ibu hanya perlu mengonsumsi makanan dengan kandungan serupa yang dimiliki makanan yang diidamkan.

Jelas trik ini lebih aman dilakukan. Lebih jauh berikut ini informasi lengkap mengenai 7 makanan yang tidak boleh dimakan ibu hamil, perhatikan konsumsinya telah dirangkum dari Liputan6.com:

2 dari 8 halaman

1. Telur Setengah Matang

raksasa di chile
©REUTERS/Stringer


Makanan yang tidak boleh dimakan ibu hamil yang pertama adalah telur setengah matang yang disinyalir mengandung bakteri salmonela. Bakteri ini bisa membahayakan pencernaan ibu dan kesehatan janin.

Tak hanya sekadar telur setengah matang utuh, tetapi juga produk telur lainnya seperti caesar salad dressing, minuman manis dari kuning telur yang dikocok alias eggnog, es krim yang mengandung telur mentah, atau minuman susu telur madu jahe (STMJ).

3 dari 8 halaman

2. Daging Kemasan

ilustrasi makanan kalengan©Shutterstock/Laborant


Makanan yang tidak boleh dimakan ibu hamil berikutnya adalah daging kemasan. Hal ini disebabkan karena daging ini dapat membawa listeria, bakteri yang dapat menyebabkan penyakit listeriosis. Gejala listeriosis termasuk demam, sakit kepala, leher kaku, dan diare.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), penyakit listeriosis berbahaya bagi ibu hamil karena dapat menyebabkan keguguran, persalinan prematur, atau infeksi yang dapat mengancam jiwa bayi dalam kandungan.

Untuk menghindari ini, lebih baik stop membeli daging dalam kemasan. Belilah daging segar dan masak sendiri agar kebersihan dan proses memasaknya juga lebih terjamin.

4 dari 8 halaman

3. Daging Setengah Matang

mencicipi namalum malum lezatnya olahan daging khas batak yang dicampur tepung beraspixabay.com ©2020 Merdeka.com


Selain daging kemasan, menurut CDC daging mentah atau setengah matang juga sebaiknya tidak dikonsumsi ibu hamil. Beberapa makanan daging setengah matang atau mentah seperti sashimi dan beberapa jenis sushi, steak dengan tingkat kematangan di bawah well done memiliki risiko adanya bakteri salmonela yang dapat menyebabkan diare, demam, dan keram perut. Tak hanya dapat menyebabkan seseorang dilarikan ke rumah sakit, tapi juga dapat menyebabkan kematian.

Tidak heran jika daging ini termasuk pantangan makanan ibu hamil muda. Ibu yang sedang hamil cenderung memiliki reaksi yang parah terhadap infeksi salmonela, dan bakteri itu sendiri dapat memengaruhi kondisi bayi. Bakteri salmonela dapat menyebabkan diare dan kondisi itu dapat menyebabkan dehidrasi yang bisa berdampak pada rahim kamu untuk mulai berkontraksi sebelum waktunya.

5 dari 8 halaman

4. Tomat Kaleng

kalenganThe splendid table

Pada saat kamu sedang hamil, lebih baik menghindari segala macam makanan kalengan. Salah satunya adalah tomat kalengan. Terkadang kamu bisa mencampurkan tomat kalengan saat membuat sambal. Semua makanan kaleng mengandung pengawet dalam jumlah tinggi. Pengawet ini beracun bukan saja bagimu tapi juga bagi bayi dalam kandunganmu.

6 dari 8 halaman

5. Ikan Tertentu

10 manfaat ikan makarel bagi kesehatan tingkatkan imun hingga cegah penyakit jantung©2020 Merdeka.com


Ikan kerap dianggap sebagai sumber protein dan nutrisi yang baik untuk tubuh, terutama pada saat hamil. Namun, kamu juga perlu memperhatikan beberapa ikan yang mengandung merkuri tinggi untuk mengurangi risiko permasalahan saat kehamilan.

Menurut U.S Department of Health & Human Services (USGHHS), wanita hamil harus menghindari ikan tuna mata besar, marlin, ikan tidak, raja makarel, hiu, orange kasar, dan tilefish Teluk Meksiko. Selain itu, wanita hamil juga perlu menghindari semua ikan mentah dan setengah matang karena mengandung bakteri berbahaya.

Sementara itu, U.S Food and Drug Administration (FDA) memberitahu bahwa masih banyak ikan yang aman untuk dikonsumsi saat hamil, seperti ikan teri, sarden, haring, lele, salmon, dan nila. Pilihan ikan ini dapat membantu kamu menyediakan nutrisi yang bermanfaat. FDA menyarankan untuk mengonsumsinya dua sampai dengan tiga porsi setiap minggu.

7 dari 8 halaman

6. Semangka

ilustrasi semangka segar©shutterstock.com/Andrey Armyagov

Makanan yang tidak boleh dimakan ibu hamil selanjutnya adalah semangka. Meskipun semangka pada umumnya menjadi buah yang baik untuk tubuh manusia.

Semangka mampu mengeluarkan semua racun sambil mengatur hidrasi dalam tubuh. Tetapi ada sisi lain dari semangka, semangka tidak baik dikonsumsi saat hamil. Sebab dapat berisiko membahayakan janin dengan berbagai racun yang dikeluarkan semangka.

8 dari 8 halaman

7. Nanas

ilustrasi nanas©2014 Merdeka.com/Shutterstock/Dream79


Selain semangka, nanas juga termasuk buah yang harus dihindari oleh ibu hamil, setidaknya pada kehamilan trimester pertama. Nanas mengandung bromelain, enzim yang dapat melunakkan dinding serviks.

Hal inilah yang membuat nanas harus dijadikan pantangan makanan ibu hamil muda. Nanas dapat menyebabkan kontraksi rahim yang tajam, bahkan dapat menyebabkan pendarahan. Lebih parahnya lagi, nanas bisa menyebabkan keguguran.

(mdk/nof)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami