8 Makanan Penurun Kolesterol yang Baik Dikonsumsi, Cegah Penyakit Jantung

8 Makanan Penurun Kolesterol yang Baik Dikonsumsi, Cegah Penyakit Jantung
Ilustrasi kolesterol. ©2017 istock.com
JABAR | 6 Juli 2022 15:04 Reporter : Andre Kurniawan

Merdeka.com - Pola makan seseorang memainkan peran penting dalam tingkat kolesterol seseorang. Mengonsumsi makanan yang dapat menjaga kadar kolesterol dalam kisaran yang normal akan membantu Anda menurunkan risiko terkena masalah kesehatan seperti serangan jantung atau stroke.

Kolesterol sendiri adalah zat lilin yang ada di dalam tubuh dan berjalan melalui aliran darah sebagai bagian dari dua lipoprotein yang berbeda, yaitu low-density lipoprotein (LDL) dan high-density lipoprotein (HDL).

Banyak orang menyebut kolesterol LDL sebagai kolesterol "jahat" karena menyebabkan timbunan lemak yang menumpuk di pembuluh darah. Lemak yang menumpuk ini dapat memblokir aliran darah dan menyebabkan serangan jantung atau stroke.

Sedangkan HDL, atau juga disebut kolesterol "baik", akan membantu menghilangkan kolesterol dari tubuh melalui hati. Kadar kolesterol HDL yang tinggi dapat membantu Anda mengurangi risiko masalah jantung dan stroke.

Berikut ini kami akan sampaikan apa saja makanan penurun kolesterol yang dapat membantu Anda mencegah penyakit jantung, dikutip dari medicalnewstoday.com.

2 dari 4 halaman

Terong

ilustrasi terung
©shutterstock.com/Viktar Malyshchyts

Makanan penurun kolesterol yang pertama adalah terong. Terong adalah makanan yang kaya akan serat makanan. Dalam porsi 100 gramnya, terong mengandung 3 gram (g) serat. Seperti yang dijelaskan oleh American Heart Association (AHA), serat membantu meningkatkan kadar kolesterol darah. Nutrisi ini juga membantu mengurangi risiko penyakit jantung, stroke, kegemukan, dan diabetes tipe 2.

Okra

Makanan penurun kolesterol yang kedua yaitu okra. Okra adalah sayuran yang banyak dibudidayakan di seluruh dunia. Para peneliti telah menemukan bahwa gel dalam okra dapat membantu menurunkan kolesterol dengan mengikatnya selama proses pencernaan. Ini akan membantu menghilangkan kolesterol dari tubuh melalui tinja.

Apel

Makanan penurun kolesterol yang ketiga ada apel. Sebuah studi kecil tahun 2019 menemukan bahwa 40 peserta yang memiliki kolesterol agak tinggi, dapat mengurangi kadar kolesterol total dan LDL mereka dengan makan dua apel sehari. Ini juga menurunkan kadar trigliserida, yaitu sejenis lemak dalam darah.

Satu apel dapat mengandung 3-7 g serat makanan, tergantung ukurannya. Selain itu, apel juga mengandung senyawa yang disebut polifenol, yang dinilai memiliki dampak positif pada kadar kolesterol.

3 dari 4 halaman

Alpukat

ilustrasi alpukat

©Pixabay

Makanan penurun kolesterol yang keempat adalah alpukat. Alpokat kaya akan nutrisi yang menyehatkan jantung. Sebuah studi tahun 2015 menyimpulkan bahwa mengonsumsi satu alpukat sehari dapat menurunkan kolesterol lemak sehingga menurunkan risiko penyakit kardiovaskular, dengan menurunkan kolesterol LDL tanpa menurunkan kolesterol HDL.

Dalam porsi 150 g, alpukat mengandung 14,7 g lemak tak jenuh tunggal, yang dapat menurunkan kadar kolesterol LDL dan menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke.

Ikan

Makanan penurun kolesterol yang kelima yaitu ikan. Lemak omega-3, seperti asam eicosapentaenoic (EPA), adalah lemak tak jenuh ganda esensial yang ditemukan pada ikan seperti salmon, mackerel, dan sarden. Nutrisi ini bermanfaat sebagai anti-inflamasi dan kesehatan jantung.

EPA dapat membantu melindungi pembuluh darah dan jantung dari penyakit dengan menurunkan kadar trigliserida. Ini adalah salah satu dari banyak cara yang dapat mencegah aterosklerosis dan mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.

Kacang-kacangan

Kacang-kacangan adalah sumber lemak tak jenuh yang baik, yang dapat membantu menurunkan kadar kolesterol LDL. Kacang juga kaya serat, yang membantu menjaga tubuh dari penyerapan kolesterol dan meningkatkan ekskresi.

Semua kacang cocok untuk diet penurun kolesterol yang menyehatkan jantung, seperti kacang almond, kenari, kacang pistasi, kacang pikan, kacang hazel, kacang brazil, dan kacang mete.

4 dari 4 halaman

Kedelai

ilustrasi kedelai

©2019 Merdeka.com/Pixabay

Kedelai dan produk kedelai, seperti tahu, susu kedelai, dan yoghurt kedelai, cocok untuk diet penurun kolesterol. Sebuah analisis tahun 2019 dari 46 investigasi tentang efek kedelai pada kolesterol LDL menemukan bahwa asupan dari rata-rata 25 g protein kedelai per hari selama 6 minggu dapat menurunkan kolesterol LDL sebesar 4,76 miligram per desiliter yang signifikan secara klinis.

Secara keseluruhan, para peneliti menyimpulkan bahwa protein kedelai dapat mengurangi kolesterol LDL sekitar 3-4% pada orang dewasa, menjadikannya makanan yang baik untuk menjaga kolesterol sehat bagi jantung.

Cokelat Hitam

Makanan penurun kolesterol yang terakhir yaitu cokelat hitam. Kakao, yang dapat ditemukan dalam cokelat hitam, mengandung flavonoid, yaitu sekelompok senyawa dalam buah dan sayuran. Sifat antioksidan dan anti-inflamasinya memiliki manfaat bagi kesehatan.

Dalam sebuah studi tahun 2015, partisipan diminta untuk meminum minuman yang mengandung flavanol kakao dua kali sehari selama sebulan. Pada akhir percobaan, kadar kolesterol LDL dan tekanan darah mereka menurun, dan kadar kolesterol HDL mereka meningkat.

Namun, makanlah produk cokelat hitam secukupnya, karena makanan ini juga bisa tinggi lemak jenuh dan gula.

(mdk/ank)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini