Adab Makan dan Minum dalam Islam beserta Dalilnya, Wajib Diikuti Umat Muslim

Adab Makan dan Minum dalam Islam beserta Dalilnya, Wajib Diikuti Umat Muslim
Ilustrasi Puasa. ©Shutterstock.com
JABAR | 19 Maret 2021 19:14 Reporter : Andre Kurniawan

Merdeka.com - Makan sambil berjalan, makan dengan tangan kiri, makan tanpa berdoa, menyisakan makanan, hingga makan berlebihan sudah menjadi pemandangan umum yang sering kita jumpai. Meski tampak sepele, namun sebagai seorang muslim, kita perlu menghindari kebiasaan-kebiasaan tersebut.

Islam adalah agama yang komplet. Islam tidak hanya mengatur bagaimana hubungan manusia dengan Sang Pencipta, tapi juga mengatur bagaimana kehidupan manusia di dunia, dari yang besar sampai urusan yang ringan, termasuk makan dan minum.

Adab makan dan minum seorang muslim sudah dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW. Hal ini tentu bukan untuk mengekang kaum muslimin, tapi justru menjadi bukti betapa agama ini memperhatikan kehidupan umatnya agar hidupnya berjalan baik dan penuh dengan berkah.

Nabi Muhammad SAW adalah sosok yang seharusnya menjadi panutan bagi kaum muslimin. Maka dari itu, meniru setiap perilaku Rasulullah SAW adalah pilihan yang sangat tepat bagi kaum muslimin, termasuk dalam hal adab makan dan minum.

Dan apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sungguh, Allah sangat keras hukuman-Nya.” (QS. Al-Hasyr : 7).

Lalu, apa saja adab makan dan minum yang diajarkan oleh Islam? Dikutip dari rumaysho.com, berikut adalah adab makan dan minum yang baik dalam Islam.

2 dari 5 halaman

Mengucapkan Tasmiyah

ilustrasi berdoa
©Pixabay/AveCalvar

Adab makan dan minum yang pertama adalah dengan mengucapkan tasmiyah. Ibnu Hajar Al Asqolani mengatakan bahwa yang dimaksud dengan tasmiyah ketika makan adalah bacaan ‘bismillah’.

Ibnu ‘Allan Asy Syafi’i mengatakan, “Jika disebut tasmiyah, maka yang dimaksud adalah ucapan “bismillah”. Sedangkan jika disebut basmalah, maka yang dimaksud adalah ucapan “bismillahir rohmaanir rohiim”.

Terkait adab makan dan minum ini, dari ‘Aisyah, Rasulullah SAW pernah bersabda yang artinya,

“Apabila salah seorang di antara kalian makan, maka hendaknya ia menyebut nama Allah Ta’ala. Jika ia lupa untuk menyebut nama Allah Ta’ala di awal, hendaklah ia mengucapkan: ‘Bismillaahi awwalahu wa aakhirohu (dengan nama Allah pada awal dan akhirnya)’.“ (HR. Abu Daud dan Timidzi).

Menggunakan Tangan Kanan

Adab makan dan minum yang kedua yaitu dengan membiasakan menggunakan tangan kanan saat makan dan minum.

Dalam salah satu hadis disebutkan sebuah riwayat yang artinya,

“Jika seseorang di antara kalian makan, maka hendaknya dia makan dengan tangan kanannya. Jika minum maka hendaknya juga minum dengan tangan kanannya, karena setan makan dengan tangan kiri dan minum dengan tangan kirinya pula.” (HR. Muslim).

Makan yang Ada di Hadapannya

Adab makan dan minum yang ketiga yaitu dengan makan apa yang tersaji di hadapannya. Jangan makan apa yang ada di hadapan orang lain ketika kita makan dalam satu nampan.

Dari ‘Umar bin Abi Salamah, Rasulullah SAW bersabda padanya,

“Wahai anak, sebutlah nama Allah, dan makanlah dengan tangan kananmu, serta makanlah yang ada di hadapanmu.” (HR. Bukhari).

3 dari 5 halaman

Makan dari Pinggir

salad
HealthGuide

Ketika makan, mulailah dari pinggir terlebih dulu. Jangan Anda makan dari tengah piring. Hal ini disampaikan Rasulullah SAW pada hadisnya, yaitu dari Ibnu ‘Abbas, Nabi SAW bersabda,

“Barokah itu turun di tengah-tengah makanan, maka mulailah makan dari pinggirnya dan jangan memulai dari tengahnya.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Hibban).

Tidak Makan sambil Bersandar

Dari hadis Abu Juhaifah, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda yang artinya,

“Adapun saya tidak suka makan sambil bersandar.”(HR. Tirmidzi dan Ibnu Hibban).

Al Hafizh Ibnu Hajar menyatakan bahwa yang dimaksud dengan bersandar dalam hadis ini sifatnya umum, dan tidak dikhususkan bentuk bersandar dengan sifat tertentu.

Tidak Menjelek-jelekkan Makanan

Memandang rendah atau menjelek-jelekkan makanan adalah hal yang tidak sepantasnya dilakukan oleh umat muslim, bahkan pada makanan yang tidak kita sukai. Ibnu Baththol mengatakan bahwa ketika kita menghina makanan yang tidak disukai, maka seolah-olah ia telah menolak rizki Allah.

Dari Abu Hurairah, ia berkata,

“Tidaklah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mencela suatu makanan sekali pun dan seandainya beliau menyukainya maka beliau memakannya dan bila tidak menyukainya beliau meninggalkannya (tidak memakannya).” (HR. Bukhari).

4 dari 5 halaman

Makan Bersama-sama dan Tidak Sendirian

bersama
©metropolismag.com

Dari Wahsyi bin Harb dari ayahnya dari kakeknya bahwa para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata,

“Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami makan dan tidak merasa kenyang?” Beliau bersabda, “Kemungkinan kalian makan sendiri-sendiri.” Mereka menjawab, “Ya.” Beliau bersabda, “Hendaklah kalian makan secara bersama-sama, dan sebutlah nama Allah, maka kalian akan diberi berkah padanya.”(HR. Abu Daud).

Ibnu Baththol mengatakan bahwa dengan makan bersama-sama merupakan salah satu sebab datangnya berkah saat makan.

Tidak Membiarkan Makanan yang Terjatuh

Adab makan dan minum berikutnya yaitu dengan tidak membiarkan suapan makanan yang telah terjatuh. Dalam hal ini Jabir bin ‘Abdillah pernah berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,

“Apabila suapan makanan salah seorang di antara kalian jatuh, ambilah kembali lalu buang bagian yang kotor dan makanlah bagian yang bersih. Jangan dibiarkan suapan tersebut dimakan setan.” (HR. Muslim).

Menjilat Tangan sebelum Mencuci atau Mengusapnya

Mungkin adab yang satu ini sudah jarang kita lihat, karena saat ini banyak orang menggunakan peralatan makan seperti sendok dan garpu untuk makan. Namun, ketika Anda makan tanpa peralatan makan, jangan sampai lupa dengan adab yang satu ini.

Rasulullah SAW bersabda dengan lanjutan hadis Jabir pada poin sebelumnya, yang artinya,

“Janganlah dia sapu tangannya dengan serbet sebelum dia jilati jarinya. Karena dia tidak tahu makanan mana yang membawa berkah.” (HR. Muslim).

Terkait hal ini, Asy Syaukani menjelaskan bahwa, “Menjilat jari (seusai makan) adalah sesuatu yang disyari’atkan (dianjurkan). Alasannya sebagaimana yang disebutkan di akhir hadis, yaitu karena orang yang makan tidak mengetahui di manakah barokah yang ada pada makanannya. Makanan yang disajikan pada orang yang makan benar-benar ada barokahnya. Namun tidak diketahui apakah barokahnya ada pada makanan yang dimakan, atau pada makanan yang tersisa pada jari atau pada mangkoknya, atau pada suapan yang terjatuh. Oleh karena itu, sudah sepatutnya seseorang memperhatikan ajaran ini agar ketika makan pun bisa meraih barokah. Pengertian barokah pada asalnya adalah bertambahnya dan tetapnya kebaikan serta mendapatkan kesenangan dengannya.”

5 dari 5 halaman

Memuji Allah dan Berdoa Setelah Makan

Dari Mu’adz bin Anas, dari ayahnya ia berkata, Rasulullah SAW bersabda,

“Barang siapa yang makan makanan kemudian mengucapkan: “Alhamdulillaahilladzii ath’amanii haadzaa wa rozaqoniihi min ghairi haulin minnii wa laa quwwatin” (Segala puji bagi Allah yang telah memberiku makanan ini, dan merizkikan kepadaku tanpa daya serta kekuatan dariku), maka diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR. Tirmidzi).

Namun ada hadis lain Anas bin Malik, juga dipebolehkan untuk mengakhiri makan dengan ucapan “alhamdulillah”.

“Sesungguhnya Allah Ta’ala sangat suka kepada hamba-Nya yang mengucapkan tahmid (alhamdulillah) sesudah makan dan minum” (HR. Muslim).

Mendoakan Orang yang Menyajikan Makanan

Tidak lupa kita juga perlu mendoakan orang yang telah menyajikan makanan pada kita. Bacaan doa yang bisa dibaca yaitu:

Allahumma ath’im man ath’amanii wa asqi man asqoonii

Artinya: "Ya Allah, berilah ganti makanan kepada orang yang memberi makan kepadaku dan berilah minuman kepada orang yang memberi minuman kepadaku." (HR. Muslim).

Mencuci Tangan

Adab makan dan minum yang terakhir yaitu mencuci tangan untuk membersihkan sisa-sisa makanan. Hal ini sesuai dengan hadis dari Abu Hurairah, Nabi SAW bersabda,

“Jika salah seorang dari kalian tidur dan di tangannya terdapat minyak samin (sisa makanan) kemudian mengenainya, maka janganlah mencela kecuali kepada dirinya sendiri.” (HR. Ahmad).

(mdk/ank)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami