Amalan Pelebur Dosa di Bulan Ramadan, Jangan Sampai Merugi

Amalan Pelebur Dosa di Bulan Ramadan, Jangan Sampai Merugi
Ilustrasi Sholat. ©2021 Merdeka.com/pexels-ali-arapo?lu
JABAR | 28 April 2022 19:02 Reporter : Andre Kurniawan

Merdeka.com - Bulan Ramadan adalah bulan penuh berkah dan kemuliaan. Di dalamnya terdapat keutamaan yang luar biasa yang tidak terdapat di bulan-bulan lain. Oleh karena itu, merugilah orang-orang yang tidak memanfaatkan momen ini untuk memperbaiki diri.

Di bulan yang suci ini, setiap amalan yang kita kerjakan akan dibalas dengan pahala yang berlipat. Hal ini memotivasi banyak orang untuk mengerjakan banyak ibadah, memenuhi masjid-masjid, dan menahan diri dari perbuatan yang sia-sia.

Tapi, selain pahala yang berlipat, jangan lupa juga jika bulan Ramadan adalah bulan yang penuh ampunan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah maka dosanya di masa lalu pasti diampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Selain itu, ada pula amalan pelebur dosa di bulan Ramadan yang bisa kita rutinkan. Dengan momen Ramadan, semangat dan motivasi ibadah kita akan semakin meningkat. Maka dari itu, perbanyaklah beribadah dan jangan sia-siakan Ramadan yang hanya tinggal beberapa hari ini.

Dilansir dari rumaysho.com, berikut adalah amalan pelebur dosa di bulan Ramadan yang akan rugi jika dilewatkan begitu saja.

2 dari 4 halaman

Menjaga Salat Lima Waktu

Amalan pelebur dosa yang pertama adalah salat lima waktu. Salat lima waktu adalah ibadah utama dan menjadi ciri khas dari umat Islam. Tak hanya itu, menjaga salat lima waktu juga memberikan kita fadilah berupa ampunan dosa.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Antara shalat yang lima waktu, antara jum’at yang satu dan jum’at berikutnya, antara Ramadhan yang satu dan Ramadhan berikutnya, di antara amalan-amalan tersebut akan diampuni dosa-dosa selama seseorang menjauhi dosa-dosa besar.” (HR. Muslim).

Puasa Ramadan

Amalan pelebur dosa yang kedua yaitu puasa Ramadan. Di bulan Ramadan, seluruh umat Islam yang memenuhi syarat diwajibkan untuk berpuasa sebulan penuh. Amalan ini tak hanya berupa amalan khusus yang langsung dibalas oleh Allah SWT. Karena siapa saja yang berpuasa Ramadan, akan mendapat ampunan dosa di masa lalu.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah maka dosanya di masa lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim).

3 dari 4 halaman

Salat Tarawih

Amalan pelebur dosa yang ketiga yakni salat tarawih. Selain berpuasa, kita juga akan mengerjakan salat sunnah yang sering dikerjakan saat Ramadan, yaitu tarawih. Salat sunnah yang biasa dikerjakan setelah salat isya' ini ternyata memiliki keutamaan yang dapat mengampuni dosa.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan (shalat tarawih) karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Salat di Malam Lailatul Qadar

Amalan pelebur dosa yang keempat adalah dengan menghidupkan malam Lailatu Qadar dengan salat malam. Lailatul Qadar adalah salah satu keistimewaan Ramadan yang tak dimiliki di bulan lain.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Barangsiapa melaksanakan shalat pada lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari).

Namun, malam Lailatul Qadar sendiri tidak jelas kapan datangnya. Dan karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan dalam hadisnya untuk mencari malam ini di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan, Anda bisa memperbanyak salat malam di sepuluh malam tersebut.

4 dari 4 halaman

Zakat Fitrah

Amalan pelebur dosa yang kelima yaitu zakat. Zakat fitrah yang kita lakukan di akhir bulan Ramadan menjadi sebab kita mendapat ampunan dosa. Zakat fitrah yang kita lakukan akan menutupi kesalahan berupa kata-kata kotor dan sia-sia.

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata,

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fitrah untuk menyucikan orang yang berpuasa dari kata-kata yang sia-sia dan kata-kata keji, dan juga untuk memberi makan pada orang miskin. Barangsiapa yang menunaikannya sebelum shalat maka zakatnya diterima dan barangsiapa yang menunaikannya setelah shalat maka itu hanya dianggap sebagai sedekah di antara berbagai sedekah.” (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah).

(mdk/ank)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami