Bupati Bandung Terapkan Kebijakan Sehari Berbahasa Sunda, Ini Penjelasannya

Bupati Bandung Terapkan Kebijakan Sehari Berbahasa Sunda, Ini Penjelasannya
Bupati Bandung Dadang Supriatna saat peluncuran inovasi Bedas Sistem Pendataan Kebudayaan Terpadu. ©2021 bandungkab.go.id/Merdeka.com
JABAR | 14 Oktober 2021 11:15 Reporter : Nurul Diva Kautsar

Merdeka.com - Bupati Bandung Dadang Supriatna belum lama ini mengeluarkan kebijakan yang bertujuan untuk melestarikan budaya daerah melalui penerapan satu hari berbahasa Sunda bagi masyarakat setempat.

Dadang berharap, kebijakan tersebut bisa mempertahankan eksistensi Bahasa Sunda di kalangan masyarakat dan pelajar di Kabupaten Bandung di tengah perkembangan zaman yang semakin maju.

"Nanti kita akan tindaklanjuti dengan penerbitan perbup (peraturan bupati)," kata Dadang, Rabu (13/10) seperti dilansir dari Antara.

2 dari 4 halaman

Diwajibkan Setiap Hari Rabu

bupati bandung dadang supriatna saat peluncuran inovasi bedas sistem pendataan kebudayaan terpadu sepakat
Bupati Bandung, Dadang Supriatna

©2021 bandungkab.go.id/Merdeka.com

Dadang menjelaskan, nantinya seluruh masyarakat termasuk para siswa diwajibkan untuk berkomunikasi menggunakan Bahasa Sunda setiap hari Rabu.

Untuk itu, pihaknya akan menindaklanjuti kebijakan ini secara serius dengan menerbitkan regulasi khusus.

"Kita sudah ada muatan lokal di sekolah untuk Bahasa dan budaya Sunda. Mulai hari ini, 13 Oktober, saya wajibkan warga Kabupaten Bandung, khususnya anak-anak kita mulai tingkat TK hingga SMP, untuk berbahasa Sunda setiap hari Rabu," terang Dadang.

3 dari 4 halaman

Libatkan 80 Seniman dan Budayawan

Dadang sebelumnya juga telah mengundang 80 seniman dan budayawan untuk memberikan masukan terkait upaya pelestarian budaya Sunda di Kabupaten Bandung. 

Dadang berharap, nilai-nilai serta pemahaman kebahasaan Sunda oleh puluhan seniman tersebut bisa bermuara ke program pelestarian budaya di sekolah, termasuk keberlangsungan hidup para seniman dan budayawan.

"Karena kita punya muatan lokal bahasa dan budaya Sunda, ada masukan, saran dan pendapat dari seniman dan budayawan. Mereka lebih paham Bahasa Sunda," kata dia.

4 dari 4 halaman

Luncurkan Webiste Kebudayaan Kabupaten Bandung

Selain itu, pada Jumat (8/10) lalu, Dadang juga meluncurkan inovasi Bedas Sistem Pendataan Kebudayaan Terpadu (Sepakat) yang diinisiasi oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bandung.

Website tersebut memuat berbagai informasi mengenai obyek kemajuan kebudayaan, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, ekonomi kreatif, serta data lainnya terkait kebudayaan yang ada di Kabupaten Bandung.

Dadang berharap website tersebut bisa dikembangkan sebagai alat promosi, sehingga negara-negara lain bisa mengenal seni dan budaya Sunda, khususnya di Kabupaten Bandung.

“Salah satu contohnya wayang golek, icon seni Sunda yang sudah tampil hingga ke Eropa. Saya minta pelaku seni dan budaya di Kabupaten Bandung terus berkarya, serta berkontribusi dalam mendukung pembangunan daerah,” ungkap pria yang akrab disapa Kang DS ini.

(mdk/nrd)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami