Cara Menghilangkan Depresi karena Putus Cinta, Kenali Gejalanya

Cara Menghilangkan Depresi karena Putus Cinta, Kenali Gejalanya
Ilustrasi sedih. ©2018 Merdeka.com/Pixabay
JABAR | 6 Oktober 2021 13:31 Reporter : Andre Kurniawan

Merdeka.com - Putus cinta memang bukanlah pengalaman yang menyenangkan. Akhir dari suatu hubungan dapat membalikkan dunia Anda dan memicu berbagai emosi. Beberapa orang dengan cepat menerima akhir dari suatu hubungan dan kembali melanjutkan hidupnya, tetapi bagi sebagian yang lain mungkin akan menghadapi depresi.

Memikirkan pasangan yang kita cintai pergi menjadi saat yang memilukan, dan bisa membuat seolah-olah dunia Anda berantakan. Tetapi, meski kesedihan dan keadaan emosional yang meningkat merupakan reaksi yang normal setelah putus cinta, penting juga untuk mengenali gejala depresi akibat putus cinta.

Ketika semua emosi mengarah pada perasaan sedih dan apatis yang berkepanjangan setelah putus cinta, bisa jadi itu pertanda bahwa sesuatu yang lebih serius terjadi pada diri Anda. Mengalami depresi dan gejala setelah berakhirnya suatu hubungan terkadang disebut sebagai depresi situasional. Karena kondisi depresi ini dapat bertahan sangat lama, penting untuk memahami gejala dan cara menghilangkan depresi karena putus cinta.

Meskipun putus cinta adalah hasil keputusan bersama, kemungkinan tetap akan ada pihak yang masih merasa bersedih. Dalam artikel ini, kami akan menyampaikan bagaimana cara menghilangkan depresi karena putus cinta dan juga gejala depresi karena putus yang harus kita tahu.

2 dari 3 halaman

Gejala Depresi

Perasaan sedih karena putus cinta dapat bervariasi dari ringan hingga berat. Terkadang perasaan ini bisa menjadi kuat dalam waktu yang relatif singkat. Dalam kasus lain, orang mungkin merasakan perasaan sedih yang lebih ringan yang bertahan untuk jangka waktu yang lebih lama.

011 tantri setyorini
©2018 Merdeka.com/Pexels

Karena respons emosional terhadap perpisahan dapat sangat bervariasi, terkadang sulit untuk mengetahui apakah yang Anda rasakan adalah respons alami terhadap berakhirnya suatu hubungan, atau sesuatu yang lebih serius.

Dikutip dari laman verywellmind.com, gejala serius yang dapat mengindikasikan depresi karena putus cinta meliputi:

  • Perasaan putus asa atau tidak berdaya
  • Berat badan menurun atau bertambah; perubahan nafsu makan
  • Terlalu banyak atau terlalu sedikit tidur
  • Kehilangan kesenangan dan minat
  • Merasa tidak berharga
  • Merasa sedih dan kosong
  • Kelelahan dan kekurangan energi
  • Kelesuan
  • Pikiran tentang kematian atau bunuh diri

Perasaan duka dan kesedihan adalah reaksi normal setelah Anda mengalami peristiwa hidup yang penuh tekanan. Penelitian telah menemukan bahwa putus cinta dapat memengaruhi orang dalam beberapa cara yang mendalam. Setelah berakhirnya suatu hubungan, orang-orang melaporkan pengalaman seperti kesusahan, kesepian, dan kehilangan harga diri.

Respons seperti kesedihan, tangisan, frustrasi, dan penyesalan adalah periode penyesuaian, jadi Anda perlu memberi diri sendiri waktu untuk mengatasi dan pemulihan sebelum dapat melanjutkan. Meskipun menjengkelkan, perasaan ini biasanya mulai berkurang seiring waktu saat Anda pulih dari perasaan putus cinta.

Namun jika tidak, Anda perlu mencari cara menghilangkan depresi karena putus cinta sebagai bagian dari pemulihan mental Anda.

3 dari 3 halaman

Cara Menghilangkan Depresi karena Putus Cinta

008 tantri setyorini
©2018 Merdeka.com/Pixabay

Memulihkan diri setelah mengalami putus cinta memang memakan waktu, tetapi ada beberapa cara menghilangkan depresi karena putus cinta yang dapat Anda ambil untuk melewati perasaan kelam yang sedang Anda rasakan. Setiap orang berbeda, jadi apa yang membantu orang lain terkadang tidak berhasil untuk Anda.

Dilansir dari webmd.com, berikut adalah beberapa cara menghilangkan depresi karena putus cinta yang sehat agar Anda merasa lebih baik:

  • Hindari media sosial. Anda mungkin tergoda untuk memeriksa akun atau aktivitas mantan Anda. Tetapi hal ini mungkin memicu perasaan sedih dan memperlambat pemulihan Anda.
  • Hindari mantan Anda. Cobalah untuk membatasi kontak sebanyak mungkin dengan mantan Anda segera setelah putus.
  • Tetapkan batas pikiran. Anda berpotensi lebih tinggi mengalami depresi jika Anda merenung. Saat itulah Anda bisa memunculkan pikiran masa lalu. Anda mungkin dapat mengendalikan pikiran obsesif jika Anda hanya menyediakan waktu tertentu setiap hari, misalnya 30 menit untuk memproses momen perpisahan Anda.
  • Meditasi. Meditasi mindfulness mengajarkan Anda untuk fokus pada saat ini. Studi menunjukkan bahwa latihan ini dapat membantu Anda mengurangi rasa khawatir. Ini juga menjadi cara menghilangkan depresi karena putus cinta yang baik.
  • Olahraga. Aktivitas fisik beberapa kali seminggu selama 3-6 bulan dapat membantu mengurangi gejala depresi pada beberapa orang.
  • Berpikir positif. Perpisahan dapat melukai harga diri Anda. Alih-alih memikirkan apa kesalahan yang Anda perbuat, cobalah untuk belajar dari kesalahan tersebut. Itu akan membantu Anda memiliki hubungan yang lebih baik di kemudian hari.
  • Bicara tentang apa yang Anda rasakan. Jangan memendam perasaan Anda. Satu studi menunjukkan orang merasa lebih baik ketika mereka bertemu dengan seorang ahli untuk membahas seberapa baik mereka menangani perpisahan.
  • Jangan mengisolasi diri. Bahkan jika Anda tidak ingin membicarakan perpisahan Anda, penting untuk tetap terhubung dengan orang lain. Jika Anda tidak dapat bertemu langsung, lakukan obrolan teks atau video dengan teman atau keluarga.
  • Lihat ke masa depan dan yang Anda miliki saat ini. Memikirkan hubungan Anda berikutnya mungkin membantu Anda memiliki harapan baru untuk maju. Anda juga tidak boleh melupakan orang-orang di sekitar Anda yang masih menyayangi Anda.
(mdk/ank)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami