Cegah Covid-19 di Dalam Ruangan, Ini Tips Jaga Ventilasi Udara yang Baik

Cegah Covid-19 di Dalam Ruangan, Ini Tips Jaga Ventilasi Udara yang Baik
Ilustrasi jendela. ©2018 Merdeka.com/Pixabay
JABAR | 25 November 2021 08:45 Reporter : Andriana Faliha

Merdeka.com - Kasus Covid-19 di Indonesia kian terkendali dalam tiga bulan terakhir. Kendati menunjukkan tren penurunan, masyarakat selalu diminta untuk tak boleh lengah dan tetap menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan dengan air bersih dan mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan membatasi mobilitas secara ketat.

Sejalan dengan menerapkan protokol kesehatan, upaya pencegahan Covid-19 juga perlu dilakukan dengan memperhatikan aspek di dalam ruangan. Semakin baik ventilasi di sebuah ruangan. maka semakin kecil juga kemungkinan penularan virus Covid-19. Begitu pula sebaiknya, ventilasi yang buruk bisa meningkatkan risiko penyebaran virus semakin cepat.

Merujuk laman resmi Satgas Penanganan Covid-19 pun, ada beberapa tips dalam menjaga ventilasi udara untuk mencegah penularan Covid-19 di dalam ruangan. Di antaranya adalah ketika beraktivitas di dalam ruangan, kita bisa menggunakan ruangan dengan ventilasi alami. Direktur Departemen Masyarakat dan Lingkungan World Health Organization (WHO) dr Maria Neira mengatakan ventilasi alami dalam hal ini misalnya dengan membuka jendela atau pintu ruangan.

“Jadi, sesuatu yang sederhana seperti ventilasi alami berarti membuka pintu, membuka jendela, dapat memberikan jenis pembaruan udara sehat yang ingin kita hirup,” ujar Maria dalam wawancara Ventilasi & Covid-19 in Science in 5 WHO.

Lebih lanjut, ia mengatakan jika memungkinkan, kapan pun berada di ruang publik atau di gedung, pastikan ventilasi alami dengan membuka jendela.

“Dan, di lingkungan seperti sekolah atau bekerja bahkan di tempat-tempat wisata, yang kami rekomendasikan adalah meningkatkan laju pergantian udara, meningkatkan laju ventilasi dengan cara alami atau mekanis, selalu berusaha menghindari resirkulasi udara,” katanya.

Kendati demikian, Maria mengatakan jika dalam kondisi tak memungkinkan untuk membuka pintu dan jendela, maka penting untuk menggunakan masker dengan benar dan menggantinya secara berkala (sesuai kebutuhan).

“Harap jangan lupa bahwa ventilasi sangat penting tetapi itu bukan satu-satunya ukuran. Jadi, ini harus menjadi satu intervensi bagian dari paket intervensi untuk mencegah penyebaran Covid-19,” ungkapnya.

Selain itu, usahakan ruangan mendapatkan sinar matahari. Menurut penelitian, sinar matahari yang masuk dalam ruangan dapat menurunkan risiko penyakit gangguan pernapasan. Sementara itu, cara lain yang bisa dilakukan yakni dengan menggunakan Air Purifier dengan HEPA Filter atau ruangan dengan exhaust fan sehingga punya siklus pergantian udara lebih baik. Bisa juga dengan mengganti filter pendingin ruangan (AC) secara rutin.

Terkait cara untuk memastikan bahwa udara di dalam ruangan tersebut sudah tersirkulasi dengan baik, Maria menjelaskan penting untuk mempertimbangkan ukuran ruangan.

“Berapa orang yang menempati ruangan itu? Dan, kegiatan yang dilakukan di ruang tersebut. Tentu saja, ada rumus untuk menghitung semua itu. Tetapi pada dasarnya yang kita ketahui adalah memperbarui udara,” jelasnya.

“Untuk memberi Anda contoh, jika dalam satu jam Anda memperbarui, Anda mengganti udara Anda enam kali, saya pikir itu akan memberikan cara yang cukup masuk akal untuk memastikan bahwa kita mengurangi atau mencegah penyebaran virus di dalam ruangan,” tambahnya.

(mdk/anf)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami