Cerita Pemudik Nekat Pulang Kampung, Berakhir Gagal karena Ketahuan Petugas

Cerita Pemudik Nekat Pulang Kampung, Berakhir Gagal karena Ketahuan Petugas
JABAR | 23 Mei 2020 16:19 Reporter : Rizka Nur Laily M

Merdeka.com - Larangan mudik resmi diberlakukan sejak akhir bulan April 2020. Meskipun demikian, tidak jarang warga perantau yang nekat melakukannya. Mereka mencoba berbagai cara untuk bisa sampai ke kampung halaman.

Rudi, seorang pemudik asal Depok menyelundupkan dirinya ke dalam bak truk tronton supaya bisa menyeberang dari Pelabuhan Merak ke Bakauheni.

Ia tidak sendirian, melainkan bersama 9 orang rekannya. Nahas mereka kepergok petugas di pos pemeriksaan Pelabuhan Merak, Banten, seperti dikutip dari liputan6.com.

1 dari 4 halaman

Gunakan Jasa Calo

pemudik nekat naik bak truk tronton

©2020 Merdeka.com

Truk berwarna hijau dengan nomor polisi BE 9929 BU itu membawa penumpang asal Depok dan Bogor. Diketahui, keduanya termasuk zona merah penyebaran Covid-19. Selain mengangkut orang, truk tronton itu juga memuat dua motor. Motor ditutupi dengan terpal yang sudah kusam.

Setiap orang harus merogoh kocek sebesar Rp250 ribu untuk jasa itu. Sementara untuk motor, harganya Rp500 ribu untuk sampai ke daerah Lampung dan Palembang.

"Ditawari sama tiga orang, calo, sopir sama satu orang lagi. Enggak tahu siapa yang satunya lagi ini siapa," kata Rudi, Jumat (22/5), dikutip dari liputan6.com.

2 dari 4 halaman

Sembunyikan Barang Bawaan

ilustrasi koper

ilustrasi ©Shutterstock/Africa Studio

Begitupun yang terungkap pada Kamis, 21 Mei 2020. Truk tronton bernomor polisi BE 9977 YJ didapati mengangkut 4 penumpang. Semuanya diangkut dari sebuah rumah makan di Cikuasa Atas, Kelurahan Gerem, Kota Cilegon, Banten.

Namun, dalam kasus ini pemudik tidak naik ke dalam bak tronton. Melainkan duduk di kabin bersama sopir. Setiap penumpang dikenakan tarif Rp100 ribu untuk sampai ke Medan, Sumatera Utara (Sumut).

"Barang-barang pemudik disembunyikan di bak belakang kendaraannya," jelas Kasatlantas Polres Cilegon, AKP Ali Rahman Sihotang.

3 dari 4 halaman

Kepergok Saat Istirahat

ilustrasi uang

ilustrasi ©2014 Merdeka.com/shutterstock.com/Anggaradedy

Pihak kepolisian kemudian melakukan pemeriksaan terhadap orang yang ada di rumah makan yang bersangkutan.

Di sana, didapati ada 12 orang yang sedang beristirahat. Rencananya mereka akan melanjutkan perjalanannya ke Medan, Sumatera Utara (Sumut).

"Di lokasi didapati 12 pemudik lainnya tujuan Medan masih menunggu di sana. Berdasarkan keterangan pemudik bahwa dari depok tujuan Medan, mereka membayar Rp 1,4 juta (per orang)," lanjut Ali Rahman.

4 dari 4 halaman

Kendaraan Ditahan

ilustrasi mudik

©2014 Merdeka.com

Sopir diwajibkan mengembalikan uang yang sudah dibayarkan penumpang. Selanjutnya, penumpang dikembalikan ke wilayah asalnya dengan menggunakan angkot. Sementara kendaraan yang digunakan untuk mengangkut mereka ditahan di Mapolres Cilegon.

"Kita minta sopir mengembalikan dana yang dipegang sopir truk kepada pemudik. Mengembalikan pemudik ke wilayah asal," tegasnya.

(mdk/rka)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami