Dampak Buruk Sering Konsumsi Kulit Ayam, Perhatikan Jumlah Takarannya

Dampak Buruk Sering Konsumsi Kulit Ayam, Perhatikan Jumlah Takarannya
Resep Kulit Ayam. Sumber: Brilio/Brilicious ©2020 Merdeka.com
JABAR | 2 September 2020 06:00 Reporter : Novi Fuji Astuti

Merdeka.com - Siapa yang tidak pernah mengonsumsi daging ayam? Sebagai salah satu bahan makanan yang mudah diolah, ayam menjadi makanan favorit banyak orang. Salah satu bagian ayam yang paling enak adalah kulit ayam, terlebih bila digoreng sampe kering. Meskipun bercita rasa enak dan gurih, kulit ayam sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan karena dapat berdampak buruk bagi kesehatan tubuh.

Kandungan lemak jenuh dalam kulit ayam menjadi faktor utama mengapa mulai sekarang seharusnya kita sudah mempertimbangkan keinginan mengonsumsi kulit ayam secara berlebihan. Walaupun demikian bukan berarti kulit ayam tidak boleh dikonsumsi sama sekali. Tinggal bagaimana kamu memperhatikan takarannya.

Jika dikonsumsi dengan tepat mengonsumsi kulit ayam tidak akan membawa dampak berlebihan akan kesehatan tubuhmu. Lebih jauh berikut ini informasi mengenai dampak buruk sering konsumsi kulit ayam, perhatikan jumlah takarannya.

2 dari 4 halaman

Takaran Konsumsi Kulit Ayam yang Aman

ilustrasi daging ayam

©Shutterstock.com/evp82

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Harvard School of Public Health, batas normal asupan lemak per hari sebanyak 67 gram. Sementara pada satu ons ayam mengandung lemak sebanyak 3 gram.

Nah, agar kulit ayam tidak membahayakan kadar kolesterol dan risiko penyakit jantung, sebaiknya konsumsi kulit ayam secukupnya.
Selain memperhatikan jumlah takarannya, Sheena Smith selaku Naturopath dan ahli gizi klinis menyarankan untuk makan kulit ayam tidak digoreng, melainkan dengan memanggangnya atau merebus satu ekor ayam.

3 dari 4 halaman

Dampak Buruk Sering Konsumsi Kulit Ayam

Menurut The United States Department of Agriculture (USDA) mengatakan bahwa, 1 ons kulit ayam panggang menghasilkan 128 kalori dan 11 gram lemak. Sedangkan menurut dr. Nadia Octavia mengatakan bahwa kulit ayam, terlebih kulit ayam yang digoreng dengan tepung berbumbu renyah dapat mengandung kalori dan lemak jenuh yang lebih banyak.

Selain itu, kulit ayam juga memiliki kandungan gizi yang minim. Namun, menurut Harvard School of Public Health mengatakan bahwa lemak dalam kulit ayam lebih banyak mengandung lemak baik (lemak tak jenuh) daripada lemak jahat (lemak jenuh). USDA mengungkapkan, satu ons kulit ayam mengandung sekitar 3 gram lemak jenuh dan mengandung 8 gram.

Jadi, jika kamu tidak mengonsumsi kulit ayam secara belebihan, maka dampak buruk kulit ayam juga tidak akan jadi semenakutkan itu. Dengan catatan, apabila kamu ingin mengonsumsi kulit ayam atau mengonsumsi ayam dengan kulitnya, pastikan untuk tidak menggorengnya terlalu garing dan renyah.

Kulit ayam yang digoreng terlalu renyah memiliki gizi yang rendah dan juga berbahaya bagi kesehatan tubuh. Sehingga mengonsumsi kulit ayam secara berlebihan tidak dianjurkan. Apabila kulit ayam dikonsumsi secukupnya dan tidak terlalu sering, kandungan lemak tak jenuh dalam kulit ayam justru dapat meningkatkan kesehatan jantung dan membantu menurunkan tekanan darah serta kolesterol.

Namun sebaliknya, apabila kulit ayam dikonsumsi secara berlebihan dan terlalu sering, justru kandungan lemak jenuh akan memenuhi tubuh kamu.

4 dari 4 halaman

Cara Mengonsumsi Kulit Ayam Agar Lebih Sehat

ayamShutterstock/Slawomir Fajer

Meskipun sangat enak, jika kamu asal-asalan saat mengolahnya maka mengonsumsi kulit ayam bisa membawa dampak buruk untuk kesehatanmu.

Agar kamu bisa tetap mengonsumsi kulit ayam, tapi tidak khawatir mengenai dampak buruknya maka perhatikan cara-cara mengolahnya degan baik. Berikut ini cara mengonsumsi kulit ayam agar lebih sehat yaitu:

  1. Saat memasak kulit ayam kamu bisa menambahkan sayur dan buah-buahan untuk mendapatkan serat guna membantu menurunkan kolesterol.
  2.  Kulit ayam sudah gurih secara alami. Untuk itu, tidak dianjurkan membumbuinya dengan banyak garam ketika kamu ingin mengonsumsinya.
  3. Menggoreng kulit ayam tanpa tepung lebih dianjurkan atau lebih baik daripada kulit ayam goreng yang dipenuhi dengan tepung. Hal ini dikarenakan tepung justru akan menyerap minyak dalam kulit ayam.
  4. Saat menggoreng kulit ayam, pastikan untuk meniriskan terlebih dahulu minyaknya di kertas penyerap minyak.
  5. Untuk mengimbangi nutrisi dari kulit ayam goreng dan bisa menjaga koletserol tetap stabil, pilihlah nasi merah, oatmeal, roti gandum, ataupun kentang panggang sebagai menu pendampingnya.
  6. Pastikan tidak makan kulit ayam yang digoreng secara berlebihan dan terlalu sering.
  7. Jangan memasak kulit ayan goreng terlalu renyah atau crispy. Hal ini dikarenakan metode tersebut dapat menghilangkan nilai gizi dari kulit ayam.
  8. Selain beberapa hal diatas, kamu juga perlu mengimbanginya dengan olahraga. Hal ini berguna untuk membakar kalori dan lemak hasil konsumsi kulit ayam. Kamu bisa lari, berenang, senam, dan bersepeda untuk menurunkan kadar kolesterol jahat.

(mdk/nof)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami