Diduga Disambar Petir, Pria di Ciamis Ditemukan Tewas di Kebun dengan Wajah Gosong

Diduga Disambar Petir, Pria di Ciamis Ditemukan Tewas di Kebun dengan Wajah Gosong
Pria Ciamis tewas di kebun diduga tersambar petir. ©2022 YouTube Liputan6 SCTV/ Merdeka.com
JABAR | 12 Januari 2022 16:08 Reporter : Nurul Diva Kautsar

Merdeka.com - Sesosok mayat pria paruh baya ditemukan dalam keadaan mengenaskan di kawasan perkebunan Sirnagalih, Gunung Cupu, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Senin (10/1) lalu.

Menurut keterangan sang istri, kondisi suami berinisial E itu cukup mengenaskan karena mengalami gosong pada bagian wajah dan kedua telinga mengeluarkan darah. Kuat dugaan E meninggal usai tersambar petir besar yang terjadi pada Minggu sore sebelumnya.

"Eta pas ditingali teh, Laillaha ilallah eta bapa kumaha (Itu pas pertama ditemukan itu Laillaha ilallah, itu bapak bagaimana bisa begitu)" kata AAI Wadidah, istri E yang berteriak kepada anaknya, mengutip dari YouTube Liputan6 SCTV, Rabu (12/1).

2 dari 3 halaman

Berencana Makan Bersama

pria ciamis tewas di kebun diduga tersambar petir

©2022 YouTube Liputan6 SCTV/ Merdeka.com

Wadidah mengatakan, sedianya ia akan mengantarkan nasi liwet kepada suaminya dan berencana untuk dimakan bersama-sama sang anak di kebun. Kebiasaan tersebut kerap ia lakukan karena E jarang pulang saat sedang berladang.

Jenazah langsung dibawa ke rumah untuk disalatkan, dan dikebumikan. Pihaknya pun sudah menerima kepergian sang suami yang mendadak tersebut.

"Muhun, tadina mah bade ngaliwet bareng (betul, tadinya itu kami berencana masak nasi dan makan bersama)," terang Wadidah.

3 dari 3 halaman

Tidak Dilakukan Otopsi

Kendati ditemukan secara mengenaskan, namun jenazah E langsung dimakamkan di TPU setempat tanpa dilakukan pemeriksaan autopsi.

Tokoh masyarakat setempat, Yusuf, mengatakan jika pihak keluarga sudah merelakan kepergian E sehingga tidak diperlukan pemeriksaan pada jenazah.

"Betul, keluarga sudah menerima dengan ikhlas kepergian almarhum," kata Yusuf.

Sebelumnya, E pamit dari rumah untuk berladang di Gunung Cupu pada Sabtu (08/01/2022). Ia mengaku akan kembali pulang pada Senin (10/01) pagi.

(mdk/nrd)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami