Dua Tahun Belajar Daring, Ratusan Siswa di Bogor Alami Gangguan Mata dan Rabun Akut

Dua Tahun Belajar Daring, Ratusan Siswa di Bogor Alami Gangguan Mata dan Rabun Akut
Ratusan siswa sekolah di Kota Bogor alami gangguan penglihatan. ©2021 YouTube Fokus Indosiar/Merdeka.com
JABAR | 26 November 2021 16:56 Reporter : Nurul Diva Kautsar

Merdeka.com - Ratusan siswa sekolah di Kota Bogor, Jawa Barat, terdeteksi mengalami gangguan penglihatan, diduga akibat terlalu lama belajar daring dari rumah.

Dari 500 pelajar yang melakukan pengecekan di sebuah pusat perbelanjaan kawasan Tajur, Kecamatan Bogor Timur, sebanyak 250 pelajar terindikasi mengalami gangguan pada mata. Gangguan itu seperti minus, hingga yang cukup parah, mengalami rabun akut.

Atas dasar itu, para orang tua diimbau agar memperhatikan penggunaan gadget anak-anaknya saat belajar daring, termasuk memperhatikan asupan nutrisi dan aktivitas sehari-hari. Melansir kanal YouTube Fokus Indosiar, Jumat (26/11), berikut informasinya.

2 dari 4 halaman

Alami Gejala Pusing

ratusan siswa sekolah di kota bogor alami gangguan penglihatan
Ratusan siswa sekolah di Kota Bogor alami gangguan penglihatan ©2021 YouTube Fokus Indosiar/Merdeka.com

Dari beberapa gejala yang dialami anak-anak tersebut, beberapa di antaranya mengalami gejala pusing dan nyaris tidak bisa melihat jarak jauh.

Kondisi ini disinyalir karena tingginya penggunaan gadget saat belajar online. Usai mendapatkan pemeriksaan, siswa-siswa tersebut mendapat bantuan kacamata gratis, sesuai minus yang dialami.

"Setelah kita lakukan keliling dan skrining, itu kita temukan banyak sekali ya kasus pada di anak-anak. Dari situ kita cukup kaget, karena ada salah satu anak yang minusnya tinggi banget karena nggak pakai kaca mata," kata relawan dokter mata, Anisa Hadiwinata.

3 dari 4 halaman

Orang Tua Kaget

ratusan siswa sekolah di kota bogor alami gangguan penglihatan
©2021 YouTube Fokus Indosiar/Merdeka.com

Ike, salah satu orang tua yang mengajak sang anak untuk periksa mengaku kaget karena anaknya mengalami minus tinggi (rabun akut), hingga 13. Kondisi ini baru terdeteksi saat melakukan pengecekan mata.

Menurut Ike, anaknya memang sudah minus sebelumnya. Namun saat pemeriksaan ia mengatakan jika minusnya kembali bertambah, yakni mata kiri 8 dan mata kanan 9.

"Alhamdulillah ada pemeriksaan di sini, saya coba ikut periksa. Ternyata di luar dugaan, malah nambah minus matanya. Yang kiri itu 8 dan yang kanan 9," ungkapnya.

4 dari 4 halaman

Mengobati Mata Minus secara Alami

ratusan siswa sekolah di kota bogor alami gangguan penglihatan
©2021 YouTube Fokus Indosiar/Merdeka.com

Terdapat sejumlah cara alami untuk menghilangkan mata minus secara alami tanpa operasi medis.

Salah satu yang populer untuk pengobatan mata melalui makanan adalah dengan mengonsumsi sayuran wortel. Disebutkan, yang memiliki mata minus untuk rajin mengonsumsi setidaknya dua gelas jus wortel dalam sehari dengan jangka waktu satu bulan, maka minus pada mata akan berkurang.

Kandungan beta-karoten yang diperlukan tubuh guna memproduksi vitamin A ada dalam wortel.

Kemudian pengobatan alami juga bisa menggunakan lilin. Caranya, nyalakan lilin, kemudian tataplah lilin tersebut selama beberapa menit. Usahakan untuk tidak berkedip ketika menatapnya.

Proses menatap harus dilakukan hingga air mata keluar, jika air mata sudah keluar bisa menghentikannya dan mengulanginya di hari selanjutnya. Namun perlu diperhatikan bahwa cara ini harus dilakukan dengan prosedur khusus, dan tidak berlebihan.

Selain itu bisa juga menggunakan jus lidah buaya, menempelkan daun sirih sebelum tidur hingga latihan latihan fokus telunjuk untuk melatih fokus penglihatan.

(mdk/nrd)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami