Halaman Rumah Warga Kampung Cipulus Garut Curi Perhatian Pemprov Jabar, Ini Alasannya

Halaman Rumah Warga Kampung Cipulus Garut Curi Perhatian Pemprov Jabar, Ini Alasannya
Warga Cipulus manfaatkan pekarangan untuk ditanami komoditas pemenuh kehidupan. ©2022 YouTube Garutkab TV/Merdeka.com
JABAR | 6 Juli 2022 16:23 Reporter : Nurul Diva Kautsar

Merdeka.com - Masyarakat di Kampung Cipulus, RW 13, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, Jawa Barat, berhasil mencuri perhatian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat baru-baru ini. Pasalnya mereka melakukan gerakan massal dengan menanam sejumlah komoditas yang bermanfaat bagi kehidupan warga. Pekarangan rumah pun turut dijadikan lahan pertanian oleh mereka.

Ungkapan rasa tertarik disampaikan oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang), Toni Tisna Somantri. Bahkan dirinya sampai terkagum-kagum dengan gerakan mayoritas masyarakat di Cipulus itu.

“Tentunya kehidupan masyarakat di Kampung Cipulus ini tidak berubah dan tidak mengada-ada, kalau ibu kapanpun datang kesini pasti situasinya seperti ini pekarangan-pekarangan rumahnya pasti tetap seperti ini,” ucap Toni, Selasa (5/7), mengutip dari laman Pemkab Garut.

2 dari 4 halaman

Warga Penuhi Kebutuhan Hidup Sehari-Hari Warga

warga cipulus manfaatkan pekarangan untuk ditanami komoditas pemenuh kehidupan

©2022 YouTube Garutkab TV/Merdeka.com

Toni mengatakan, sudah menjadi ciri khas dari Kampung Cipulus dalam memanfaatkan pekarangannya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Hal ini didukung oleh mayoritas mata pencaharian masyarakatnya yakni sebagai petani.

Toni didaulat untuk memberikan sambutannya penilaian dalam Lomba Pemanfaatan Pekarangan Sumber Karbohidrat Tingkat Provinsi Jabar. Dirinya berharap agar kebiasaan menanami pekarangan rumahnya dengan tanaman produktif bisa terus berlanjut.

“Barangkali ya masyarakat terutama ibu-ibu yang berada di Desa Mekarmukti itu motivasinya akan meningkat lagi ya, semangatnya akan tumbuh lagi, situasinya akan mungkin bisa lebih dari seperti ini gitu bu,” ucapnya.

3 dari 4 halaman

Pekarangan Ditanami Jagung

warga cipulus manfaatkan pekarangan untuk ditanami komoditas pemenuh kehidupan
©2022 YouTube Garutkab TV/Merdeka.com

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Garut, Diah Kurniasari mengatakan bahwa sebelumnya TP PKK telah bekerja sama dengan dinas terkait dan pemerintah desa untuk memberikan bantuan benih jagung demi meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pemanfaatan lahan pekarangan.

“Sekarang jagung bisa tumbuh dengan baik, masyarakat sadar artinya pekarangan bagaimana harus menanam tanaman yang bermanfaat  untuk kehidupan sehari hari,” katanya.

Diah berharap, tidak hanya dalam ajang perlombaan saja. Namun kegiatan ini juga dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan lahan pekarangan untuk membantu perekonomian keluarga.

“Harapannya Garut juara, mudah mudahan kita bisa menang di tingkat provinsi. Nah, itulah yang kita harapkan. Tapi paling tidak bukan hanya untuk pertandingan ini saja, tapi masyarakat sadar, bahwa menanam tanaman di pekarangan ini sangat berguna bagi menambah penghasilan kalau lebih banyak,” lanjutnya.

4 dari 4 halaman

Proyeksi Kemandirian Pangan Warga

Sementara itu, perwakilan tim penilai dari Provinsi Jawa Barat, Nanda mengatakan bahwa tujuan diadakannya kegiatan perlombaan ini adalah selain memenuhi kebutuhan gizi pangan dari keluarga dan masyarakat, juga meningkatkan kemampuan keluarga dan masyarakat dalam pemanfaatan lahan pekarangan.

Untuk jangka panjang program diharapkan mampu menciptakan kemandirian pangan keluarga diversifikasi pangan berbasis sumber daya lokal, pelestarian tanaman pangan untuk masa depan serta meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat.

Di tempat yang sama, Kepala Desa Mekarmukti, Juhana menyatakan bahwa kegiatan ini banyak memberikan manfaat bagi warga yang ada di desanya dengan mendekatkan masyarakat kepada sumber-sumber protein dan karbohidrat seperti sayuran melalui pemanfaatan pekarangan.

Ia berharap, kegiatan ini dapat dilaksanakan dengan berkesinambungan, tidak hanya untuk ajang perlombaan saja.

“Ini harapan saya berjenjang berkesinambungan jangan sampai putus, apalagi dengan adanya pemanfaatan ini sudah terasa manfaatnya oleh masyarakat, In Sya Allah masyarakat antusias bahkan bukan hanya di RW 13, umumnya di Desa Mekarmukti,” tandasnya.

(mdk/nrd)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini