Ibu Positif Covid-19 Tetap Bisa Menyusui, Ini Tips Aman dari Pakar

Ibu Positif Covid-19 Tetap Bisa Menyusui, Ini Tips Aman dari Pakar
. Shutterstock/ ©2021 Merdeka.com
JABAR | 30 Juli 2021 17:47 Reporter : Andriana Faliha

Merdeka.com - Pakar nutrisi UNICEF Indonesia Sri W Sukotjo atau yang akrab disapa Ninik menyampaikan bahwa seorang ibu yang terpapar Covid-19 aman untuk menyusui bayinya. Pasalnya, virus Covid-19 tidak terdeteksi dalam ASI dan bayi memiliki risiko rendah terinfeksi.

"Seorang ibu yang terkonfirmasi positif atau terduga infeksi Covid-19 itu tetap aman menyusui dari hasil berbagai studi global. " kata Ninik dalam konferensi pers virtual Perlindungan Menyusui Tanggung Jawab Bersama, Rabu, (28/07).

Ninik menambahkan bahwa menyusui dan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) memiliki manfaat yang besar dibanding potensi risiko penularan. Salah satunya, menyusui dapat menurunkan angka kematian bayi secara signifikan.

"Jadi, sebetulnya tidak ada alasan atau berhenti menyusui pada masa pandemi, termasuk mereka yang sebetulnya terduga atau terkonfirmasi," tambahnya.

Kendati demikian, ibu positif Covid-19 harus memperhatikan langkah-langkah aman saat menyusui. Pertama, ibu menyusui positif Covid-19 tetap harus menerapkan protokol kesehatan seperti mencuci tangan, menggunakan masker medis dengan tepat lalu menggantinya secara berkala.

"Menghindari memegang mata, mulut, dan hidung kalau sedang melepas masker dan, yang penting lagi, membersihkan dan mendisinfeksi permukaan maupun benda yang sering disentuh ibu. Protokol ini hendaknya betul-betul harus dipatuhi saat menyusui," ungkap Ninik.

Namun, jika ibu menyusui positif Covid-19 dalam kondisi cukup parah atau sedang dalam perawatan intensif, langkah yang dapat dilakukan adalah memberikan ASI perah. Ninik kemudian menuturkan bila ibu sudah cukup sehat untuk menyusui, maka dipersilakan utnuk langsung menyusui anaknya.

"Jangan sampai (menyusui) terhenti terlalu lama atau mengubah pemberian makan bayi menjadi produk pengganti ASI," kata Ninik.

Hal terpenting adalah ibu harus mengonsumsi makanan bergizi. Terutama, ketika ibu tetap menyusui bayinya sambil melawan penyakit yang dideritanya.

Di sisi lain, ibu positif Covid-19 menyusui perlu mendapat dukungan dari tenaga kesehatan atau konselor menyusui yang mendampinginya sampai ia nyaman untuk menyusui lagi. Selain itu, dukungan dari berbagai pihak turut berperan penting dalam hal ini.

"Atau pun membantu ibu pada saat ia memerah ASI-nya dari keluarga terdekat, konselor, maupun nakes. Mereka menjadi orang-orang penting untuk memastikan ibu bisa terus menyusui," tandasnya. (mdk/anf)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami