4 Fakta Hantavirus, Waspadai Penularannya Lewat Tikus

4 Fakta Hantavirus, Waspadai Penularannya Lewat Tikus
JABAR | 25 Maret 2020 13:15 Reporter : Miftahul Arifin

Merdeka.com - Ketika dunia sedang sibuk memberantas pandemi virus Corona atau Covid-19, virus lain dari China bernama Hantavirus kini menyebabkan kekhawatiran baru. Hantavirus secara tiba-tiba menjadi momok baru di tengah wabah Corona yang merebak di penjuru negara.

Dilansir dari berbagai sumber, seorang pria dari Provinsi Yunnan, China diketahui meninggal dunia setelah positif terkena Hantavirus. Hal yang membuat panik adalah sebelum meninggal dirinya berada dalam bus. Akhirnya sebanyak 32 orang yang menumpang bus saat itu sedang diperiksa kesehatannya.

Seperti apa Hantavirus tersebut? Berikut fakta tentang Hantavirus yang muncul dari Provinsi Yunnan, China yang telah merdeka.com rangkum dari berbagai sumber, Rabu (25/3/2020).

1 dari 4 halaman

1. Sejarah Hantavirus

sungai danube

Goran Safarek


Pada tahun 1978, penyebab demam Hemerologis Korea berasal dari hewan pengerat yang terinfeksi virus di dekat sungai Hantan di Korea Selatan. Kemudian, virus itu dinamakan virus Hantaan, sesuai dengan nama sungai tempat para tikus terinfeksi virus.

Penemuan awal ini berasal dari pendekatan ilmiah yang dimulai setelah perang Korea (1951-1953), di mana lebih dari 3.000 kasus demam berdarah Korea dilaporkan di antara pasukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Lalu pada 1981, virus Hantaan diberi nama baru yang disebut "hantavirus". Nama ini diperkenalkan di keluarga Bunyaviridae, karena mencakup virus yang menyebabkan demam hemoroligik dengan sindrom ginjal (HFRS)

2 dari 4 halaman

2. Penyebaran Hantavirus Lewat Tikus

penyakit kencing tikus

2020 liputan6.com


Hantavirus adalah penyakit yang tergolong zoonosis, yaitu ditularkan dari hewan ke manusia. Ada beberapa jenis hantavirus, yang dapat menyebabkan penyakit yang dikenal sebagai Hantavirus pulmonary syndrome (HPS), penyakit pernapasan yang dimulai dengan gejala mirip flu.

Hantavirus bisa menular melalui udara, virus-virus dalam urin tikus atau kotoran tikus menyebar ke udara. Virus juga bisa menular jika seseorang tak sengaja menyentuh urin, kotoran, atau sarang tikus yang mengandung virus. Lalu menyentuh mata, hidung, atau mulut mereka.

Hal ini sesuai dengan hasil penelitian Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) yang mengatakan virus ini tidak bisa menular dari orang ke orang lainnya.

"Hantavirus yang menyebabkan penyakit manusia di Amerika Serikat tidak dapat ditularkan dari satu orang ke orang lain," kata CDC

3 dari 4 halaman

3. Kenali Gejala Jika Terinfeksi Hantavirus

005 destriyana

2015 Merdeka.com/shutterstock/9nong


Ketika Anda terinfeksi hantavirus, Anda mungkin akan mengalami demam, nyeri otot, kelelahan beberapa hari kemudian, seseorang akan sulit bernapas. Seseorang yang terinfeksi hantavirus bisa mengalami sakit kepala, pusing, kedinginan, mual, muntah, diare, dan sakit perut.

4 dari 4 halaman

4. Bukan Ancaman Global

ilustrasi virus corona

2020 Merdeka.com/ journals.lww.com


Meskipun saat ini seluruh negara di dunia dalam siaga tinggi menghadapi penyebaran virus Corona atau COVID-19, tidak ada indikasi bahwa hantavirus merupakan ancaman serius bagi kesehatan masyarakat global.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), hantavirus jarang terjadi, dan menyebar akibat dari kontak atau dekat dengan urin hewan, kotoran atau air liur tikus.

(mdk/mif)

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami