IPB Siap Totalitas Teliti Cacar Monyet, Begini Kata Rektor

IPB Siap Totalitas Teliti Cacar Monyet, Begini Kata Rektor
Cacar Monyet. ©CDC Public Health Image Library
JABAR | 16 Agustus 2022 09:45 Reporter : Nurul Diva Kautsar

Merdeka.com - Kampus Institut Pertanian Bogor (IPB) mengaku siap untuk terlibat secara total dalam penelitian penyakit cacar monyet yang mulai menyebar di sejumlah wilayah.

Disampaikan Rektor, Arief Satria, penelitian tersebut bisa dimulai jika pihaknya telah secara resmi ditunjuk oleh pemerintah.

"Kita terus koordinasi. Begitu ada kabar penunjukan resmi sudah ada, kita akan total," tuturnya di Bogor, dilansir dari ANTARA, Selasa (16/8).

2 dari 4 halaman

Miliki Laboratorium untuk Dukung Penelitian Cacar Monyet

cacar monyet

Ilustrasi penyakit cacar monyet ©CDC Public Health Image Library

Dikatakannya, sejauh ini terdapat dua laboratorium utama yang menjadi perhatian pemerintah dalam penelitian cacar monyet yakni Laboratorium Penelitian Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sri Oemijati BKPK Kemenkes dan di Pusat Studi Satwa Primata IPB, Bogor.

Keduanya bisa digunakan untuk menganalisis penyakit, pencegahan, penanganan hingga vaksinasi jika dibutuhkan. Oleh karena itu, kata Arief, baik sumber daya manusia (SDM), laboratorium maupun pusat konservasi primata IPB di Pulau Tinjil, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten telah dipersiapkan.

"Kita selalu siap mendukung pemerintah dalam mengatasi cacar monyet," ujarnya.

Adapun cacar monyet sendiri merupakan zoonosis yang disebabkan oleh infeksi virus dari genus Orthopoxviridae.

3 dari 4 halaman

Laoratorium Siap Periksa Sample Pasien

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan mengatakan bahwa terdapat dua fasilitas laboratorium yang sudah siap melakukan penyelidikan epidemiologi cacar monyet, termasuk melakukan pemeriksaan untuk mendeteksi virus penyebab penyakit yang tergolong sebagai zoonosis tersebut.

"Ada dua laboratorium yang sudah siap, yakni di Laboratorium Penelitian Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sri Oemijati BKPK Kemenkes dan di Pusat Studi Satwa Primata IPB, Bogor," kata Juru Bicara Kementerian Kesehatan Mohammad Syahril saat dimintai konfirmasi di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, kedua fasilitas laboratorium itu juga telah siap memeriksa sampel dari para pasien yang diduga terserang cacar monyet sebagai langkah pencegahan sejak awal.

Menurutnya, pemerintah akan menambah sepuluh laboratorium di daerah-daerah strategis guna mendukung langkah pelacakan kasus penularan penyakit secara masif.

Di samping menyiapkan fasilitas laboratorium, kemenkes juga mempersiapkan antivirus dan vaksin untuk menanggulangi penularan penyakit cacar monyet.

"Kami berkomunikasi dengan dunia internasional yang sudah melakukan vaksin dan pengobatan," kata Syahril.

4 dari 4 halaman

Penyakit Cacar Monyet

Semenjak merebak penyakit cacar monyet di beberapa negara, kemekes langsung melakukan pemantauan untuk mengumpulkan informasi terkait penularan hingga melakukan upaya untuk meningkatkan kewaspadaan publik akan penyakit itu.

Berdasarkan data dari organisasi kesehatan dunia, terdapat lebih dari 18 ribu kasus cacar monyet di 78 negara serta menetapkan status kedaruratan kesehatan masyarakat yang meresahkan dunia akibat penularan penyakit itu.

Dari status itu turut mengharuskan setiap negara untuk merespons cepat penularan cacar monyet melalui langkah-langkah pencegahan, pengendalian, dan pengobatan.

Syahril mengimbau masyarakat bisa meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan cacar monyet serta menerapkan protokol kesehatan dan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

Pemerintah pun telah mengirimkan surat edaran ke seluruh maskapai, pengelola transportasi darat dan laut, serta rumah sakit, puskesmas, dan fasilitas pelayanan kesehatan yang lain guna meningkatkan kewaspadaan akan penularan cacar monyet.

(mdk/nrd)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini