Kasus DBD Meningkat, Dinkes Jabar Imbau Masyarakat Lakukan 3 Langkah Ini

Kasus DBD Meningkat, Dinkes Jabar Imbau Masyarakat Lakukan 3 Langkah Ini
JABAR | 13 Maret 2020 10:11 Reporter : Nurul Diva Kautsar

Merdeka.com - Demam Berdarah saat ini tengah menghantui Jawa Barat. Tingginya curah hujan di beberapa wilayah dan rendahnya kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan, membuat nyamuk berjenis Aides Aegepty bebas berkembang biak di sekitar tempat tinggal yang kurang terawat dan tergenang air.

Fenomena tersebut didukung akibat kurangnya kewaspadaan masyarakat akan kebersihan tempat tinggal dan lingkungannya. Data terakhir yang telah dihimpun dari Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Sri Nowo Retno, tercatat bahwa Korban DBD di Jabar telah mencapai 15 orang, dengan kasus tertinggi di Kabupaten Bogor yakni 66 kasus (periode Januari hingga Maret 2020 mengalami tren peningkatan).

Dalam menekan angka penyebaran demam berdarah, Dinkes Jabar pun mengimbau kepada masyarakat untuk melakukan beberapa langkah pencegahan salah satunya dengan Jumantik.

1 dari 4 halaman

Melakukan Jumantik (Juru Pemantau Jentik)

Dilansir dari Antara, Kepala Dinkes Jabar Berli Hamdani mengatakan bahwa pihaknya bersama Dinkes kabupaten/kota telah melakukan pemantauan jentik secara berkala di beberapa wilayah, dalam kasus DBD pemerintah menegaskan bahwa perlunya tindakan masyarakat untuk meminimalisir kasus tersebut salah satunya ialah Jumantik.

pengasapan nyamuk dbd

2019 Liputan6.com/JohanTallo

Jumantik sendiri merupakan program yang dilakukan oleh penghuni rumah dengan melakukan pemantauan terhadap keberadaan jentik nyamuk di sudut sudut rumah yang tergenangi air.

2 dari 4 halaman

Penerapan Jumantik

Dilansir dari website resmi Kemenkes, Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah masalah yang ditimbulkan dari kurang terawatnya lingkungan sehingga menimbulkan banyaknya jentik nyamuk dan biasanya Demam Berdarah berkembang dari pembiaran sarang nyamuk oleh setiap orang.

Upaya efektif untuk memberantas dan mencegah penyebaran DBD adalah menetapkan satu rumah satu juru pemantau jentik (Jumantik) dengan melakukan pemantauan berkala setiap pagi, siang, sore dan malam di tempat tempat yang memiliki potensi digenangi oleh air.

air.

3 dari 4 halaman

Menyebarkan Bubuk Abate

Pihaknya pun telah melakukan pemantauan terhadap beberapa wilayah terkait stok Bubuk Abate yang akan dibagikan kepada Masyarakat. Namun Berli menjelaskan bahwa perlu adanya koordinator di setiap RT untuk melakukan pendistribusian kepada masyarakat.

nyamuk

2019 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

"Kemudian, persediaan abate di semua kabupaten/kota cukup untuk dibagikan ke masyarakat. Tapi, memang perlu koordinator di setiap RT untuk menyalurkan abate," kata Berli di Kota Bandung, Kamis (12/3).

Abate merupakan obat tabur yang difungsikan sebagai pembasmi telur dan jentik nyamuk, terutama nyamuk Aedes Aegypti, yang biasanya berada di genangan air terbuka.

4 dari 4 halaman

Melaksanakan Program 3 M

Berli juga mengimbau kepada masyarakat Jabar untuk cepat tanggap bergerak dalam mencegah penyebaran kasus DBD. Salah satu yang cukup efektif dalam menekan angka penyebaran adalah dengan melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk melalui 3 M Plus (menguras, menutup, memanfaatkan tempat yang berpotensi jadi tempat berkembang biak nyamuk).

"Kita berharap masyarakat sudah melakukan gerakan Jumat Bersih atau apapun itu yang dilakukan secara masif dan bersama-sama. Sehingga, bisa menghilangkan tempat nyamuk berkembang biak," ujarnya. (mdk/nrd)

Baca juga:
Alat Diagnosa DBD di NTT Rusak, DPR Minta Kemenkes Kerja Cepat
Bertambah, Korban Meninggal Akibat DBD di NTT Menjadi 39 Orang
Kasus DBD di Sumsel Mencapai 1.400, 3 Orang Meninggal Dunia
DPR Minta Kementerian Kesehatan Beri Perhatian Khusus KLB DBD di NTT
Pembunuh Sesungguhnya Bernama Virus DBD

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Menolak Bahaya Lebih Baik Daripada Mengejar Manfaat

5