Kegigihan Mang Ardi, Sang Pelestari Terompet Pencak Khas Sunda

Kegigihan Mang Ardi, Sang Pelestari Terompet Pencak Khas Sunda
Mang Ardi, Sang Pelestari Terompet Pencak Khas Sunda. ©2021 Merdeka.com/Catur Nugroho
JABAR | 13 Oktober 2021 09:00 Reporter : Tyas Titi Kinapti

Merdeka.com - Alunan suara merdu terompet terdengar dari sebuah sanggar berdinding anyaman bambu. Dari bilik tersebut nampak seorang pemuda terlihat asyik bermain dengan alat musik tradisional. Jemari tangannya lihai bergerak, menghasilkan alunan musik yang indah.

Mang Ardi, begitu biasa orang memanggil pemuda ini. Di tengah kemajuan zaman yang menyebabkan mulai banyak orang meninggalkan musik daerah. Tetapi tidak bagi Mang Ardi. Ia justru semakin yakin dan bertekad untuk menggeluti dunia musik daerah. Mendedikasikan penuh untuk melestarikan kesenian Terompet Pencak. Sebuah alat musik tradisional khas Sunda.

Pria dengan nama lengkap Ardi Permana ini mengetahui seluruh beluk alat musik tiup ini. Tak hanya lihai dalam bermain, pemuda berkumis tipis ini juga bisa memproduksi sendiri Terompet Pencak. Dari memilah kayu, membuat ukiran sampai terompet menghasilkan suara yang merdu.

mang ardi sang pelestari terompet pencak khas sunda
©2021 Merdeka.com/Catur Nugroho

Ardi mulai berjibaku dengan Terompet Pencak pada 2011 lalu. Semua berawal dari pembelajaran dengan seorang guru kesenian. Dari situ lah keinginan Ardi muncul untuk mendalami, mempelajari dan melestarikan Terompet Pencak.

Dari sanggarnya, Ia juga memproduksi sendiri Terompet Pencak. Terompet pencak buatan Ardi berbahan dasar kayu Sonokeling. Kayu mewah asal Jawa yang berkualitas tinggi. Memiliki pola-pola yang indah, ungu bercoret-coret hitam, atau hitam keunguan. Kayu ini lah yang cocok menjadi bahan pembuatan terompet pencak.

Pembuatannya dimulai dari proses memotong kayu, membentuk pola, mengukir hiasan sampai terompet bisa digunakan.

mang ardi sang pelestari terompet pencak khas sunda
©2021 Merdeka.com/Catur Nugroho

Sekilas memang Terompet Pencak nampak sederhana. Namun Terompet Pencak ini punya ukiran yang cukup detail. Dari ujung atas hingga bawah terdapat ukiran-ukiran yang apik.

Mulanya, Ardi hanya bisa membuat 1 buah terompet. Namun, berkat ketekunan dan tekadnya yang terus belajar. Kini, Ardi bisa membuat 25 terompet dalam waktu 1 bulan.

Satu buah terompet pencak dijual dengan kisaran harga Rp600.000 hingga Rp1.000.000. Harga tersebut berbeda-beda bergantung pada corak dan ukuran terompet pencak.

mang ardi sang pelestari terompet pencak khas sunda
©2021 Merdeka.com/Catur Nugroho

Kegigihan Ardi untuk melestarikan Terompet Pencak patut diacungi jempol. Selain melalui sanggar di rumahnya, Ardi juga mengenalkan terompet pencak melalui media sosial Instagram @ardi_permana_ dan Youtube channel 'Chanell Tarompet Penca'.

Akun Youtube yang Ia buat sejak 2016 ini menjelaskan proses pembuatan sampai cara memainkan alat musik tiup ini. Sehingga, warganet terbantu saat belajar Terompet Pencak. Kini, akun Youtubenya sudah memiliki 36 ribu lebih subscriber.

Dari laman media sosialnnya, Ia tekun mengenalkan Terompet Pencak. Berkolaborasi dengan mahasiswa atau pegiat seni lainnya untuk bermain musik bersama. Memainkan tembang-tembang Sunda di sanggarnya.

mang ardi sang pelestari terompet pencak khas sunda
©2021 Merdeka.com/Catur Nugroho

Kerja kerasnya pemuda lulusan Sarjana Seni Institut Seni Budaya Indonesia Bandung tak sia-sia. Berkat konten keseniannya di media sosial, sudah banyak pemesan dari wilayah Jawa Barat dan luar Pulau Jawa yang tertarik untuk dibuatkan terompet pencak olehnya.

Bahkan, tidak sedikit pula pemesan yang sengaja datang ke sanggar miliknya. Untuk memesan sekaligus belajar langsung terompet pencak. Dengan senang hati, Mang Ardi akan mengenalkan musik tradisional ini.

(mdk/Tys)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami