Mengenal Gejala DB dan Penyebabnya, Kenali Pencegahannya Sejak Dini

Mengenal Gejala DB dan Penyebabnya, Kenali Pencegahannya Sejak Dini
ilustrasi demam berdarah. ©2016 Merdeka.com
JABAR | 6 Juli 2021 13:00 Reporter : Novi Fuji Astuti

Merdeka.com - Infeksi virus dengue menjadi salah satu masalah kesehatan global. Di mana dalam tiga dekade terakhir ini mengalami peningkatan angka kejadian penyakit tersebut di berbagai negara termasuk Indonesia. Infeksi virus dengue menyebabkan penyakit dengan spektrum luas, di antaranya demam dengue (DD), demam berdarah dengue (DBD), dan sindrome syok dengue (SSD). Kasus terbanyak yang ditemukan adalah kasus DBD.

Diagnosis DBD dapat ditegakkan antara lain dengan pemeriksaan laboratorium, salah satu pemeriksaan laboratorium yang menunjang adalah pemeriksaan trombosit. Jumlah trombosit bisa turun sampai di bawah 100.000/mm3. Penurunan trombosit terjadi seiring dengan beratnya penyakit.

Penyakit DBD dapat menyerang siapa pun mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Untuk itu tetap waspada dengan selalu menjaga kebersihan dan sistem imun tubuh. Jika penyakit DBD sudah terlanjur menyerang, selain pengobatan yang intens kamu juga bisa mengimbangi pengobatan DBD dengan mengonsumsi makanan sehat agar trombositnya lekas naik. Sementara sebagai bentuk pencegahan hal mendasar yang perlu kamu tahu adalah informasi mengenai gejala hingga penyebab DB.

Berikut gejala DB dan penyebabnya yang telah dirangkum merdeka.com melalui liputan6.com pada Selasa, (06/07/2021).

2 dari 5 halaman

Gejala DB

Gejala demam berdarah dimulai sekitar empat sampai sepuluh hari setelah pasien mendapat gigitan dari nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albocpictus. Pada anak-anak yang sebelumnya tidak pernah terinfeksi, gejala demam berdarah yang dialami cenderung lebih parah dibanding dengan orang dewasa. Berikut gejala DB yang penting diketahui:

1. Demam Tinggi Mendadak
Gejala DB yang pertama adalah demam tinggi mendadak. Demam tentunya biasa terjadi pada setiap orang yang disebabkan oleh beberapa faktor. Namun demam tinggi yang mendadak tak boleh diabaikan karena ini bisa menjadi salah satu gejala demam berdarah.

Perbedaan yang kontras antara gejala demam berdarah dengan gejala demam lainnya adalah demam DBD bisa mencapai 40 Celcius. Demam yang terjadi akibat flu dan infeksi dari virus atau bakteri biasanya disertai dengan gejala bersin atau batuk sedangkan gejala demam pada DBD tidak demikian. Demam pada DBD bisa terjadi selama dua sampai tujuh hari.

2. Mual dan Muntah
Gejala DB berikutnya adalah mual dan muntah. Gejala tersebut merupakan gejala yang juga kerap terjadi pada penyakit lainnya. Pada beberapa orang, masalah pencernaan juga bisa terjadi, seperti mual dan muntah. Selain itu, bagian perut atau punggung terasa tidak nyaman. Gejala ini bisa terjadi selama dua sampai empat hari.

3. Nyeri Pada Otot
Nyeri pada otot mungkin merupakan suatu hal yang biasa. Namun rupanya gejala satu ini merupakan salah satu gejala demam berdarah yang tak boleh diabaikan. Setelah mengalami demam, seseorang yang menderita DB akan merasakan nyeri pada bagian otot dan sendi. Gejala DB ini disertai dengan tubuh menggigil dan berkeringat.

4. Sakit Kepala Parah dan Sakit Pada Bagia Belakang Mata
Setelah merasakan demam, selanjutnya biasanya muncul sakit kepala dan sakit kepala di bagian belakang mata. Biasanya rasa sakit terjadi di sekitar dahi. Sakit kepala parah juga disertai dengan sakit pada bagian belakang mata. Ini merupakan gejala umum yang sering terjadi.

5. Kelelahan
Gejala DB selanjutnya yakni kelelahan. Demam disertai nyeri otot dan masalah pencernaan yang terjadi pada pasien DB dapat menurunkan nafsu makan. Tentu hal ini menyebabkan tubuh menjadi kelelahan karena kurangnya asupan makanan dan sistem imun tubuh yang melemah.

3 dari 5 halaman

Penyebab DB

Demam berdarah dengue (DBD) disebabkan oleh gigitan nyamuk DBD, yakni Aedes aegypti dan Aedes albopictus yang membawa virus dengue, atau terkena darah yang terinfeksi virus dengue. Saat virus dengue menginfeksi nyamuk dan kemudian menggigit manusia, maka virus masuk ke dalam aliran darah.

Penularan virus Dengue terjadi bila seseorang yang terinfeksi digigit oleh nyamuk perantara. Virus dari orang yang terinfeksi akan dibawa oleh nyamuk, dan menginfeksi orang lain yang digigit nyamuk tersebut. Virus Dengue hanya menular melalui nyamuk, dan tidak dari orang ke orang.

Virus Dengue terbagi menjadi empat tipe, ketika seseorang terinfeksi salah satu tipe virus Dengue dan berhasil pulih, maka tubuhnya akan membentuk kekebalan seumur hidup terhadap tipe virus tersebut. Akan tetapi, kekebalan terhadap salah satu virus tidak menutup kemungkinan terjadinya infeksi oleh tipe virus Dengueyang lain.

Bahkan, seseorang yang pernah terinfeksi virus Dengue lebih berisiko terinfeksi untuk kedua kalinya. Selain pernah mengalami infeksi virus Dengue, faktor lain yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena DB adalah tinggal atau bepergian ke daerah tropis.

4 dari 5 halaman

Cara Mencegah DB

Demam berdarah bisa dihindari dengan melakukan beberapa pencegahan seperti:

1. Membersihkan Bak Mandi Seminggu Sekali
Genangan air merupakan tempat bagi nyamuk Aedes aegypti berkembang biak. Menguras dan membersihkan bak mandi minimal seminggu sekali adalah cara pencegahan demam berdarah yang paling utama. Kebiasaan ini dapat memutus siklus hidup nyamuk Aedes aegypti.

2. Menutup dan Membersihkan Tempat Penampungan Air
Biasakanlah menguras wadah-wadah air tersebut setidaknya dua kali seminggu sebagai langkah pencegahan demam berdarah di rumah. Setelah itu, tutup rapat wadah yang kemungkinan bisa menjadi sarang nyamuk. Buang wadah-wadah yang sudah usang dan tidak terpakai agar tidak menjadi tempat genangan air.

3. Gunakan Lotion Anti Nyamuk dan Kelambu
Dua hal tersebut dapat melindungi kamu dari gigitan nyamuk Aedes aegypti yang menyebabkan demam berdarah. Cara pencegahan demam berdarah selanjutnya adalah menggunakan obat nyamuk.

Lindungi diri dengan mengoleskan losion anti nyamuk setiap kali akan bepergian keluar rumah atau ke tempat terbuka. Lotion anti nyamuk juga bisa digunakan sebelum tidur.

4. Jangan Menumpuk atau Menggantung Baju Terlalu Lama
Kebiasaan menumpuk atau menggantung baju terlalu lama bisa menjadi salah satu penyebab demam berdarah. Oleh karena itu, cara pencegahan demam berdarah selanjutnya adalah dengan menghindari kebiasaan tersebut. Membiarkan baju menumpuk atau tergantung begitu lama dapat menjadi tempat favorit untuk dihinggapi nyamuk.

5. Menanam Tanaman Pengusir Nyamuk
Selain itu, kamu juga bisa menerapkan alternatif alami lainnya sebagai cara pencegahan demam berdarah di rumah. Contohnya dengan menanam tanaman pengusir nyamuk seperti bunga lavender, daun peppermint, bunga geranium, hingga serai wangi.

Kamu bisa meletakkan pot-pot kecil berisi tanaman pengusir nyamuk di lokasi yang strategis, misalnya pojokan rumah, di dekat jendela, atau pintu-pintu masuk. Kamu juga bisa menanamnya di pekarangan rumah.

5 dari 5 halaman

Cara Mengobati DB

Tidak ada metode khusus untuk menangani demam berdarah. Pengobatan yang dilakukan adalah untuk mengatasi gejala dan mencegah infeksi virus semakin memburuk.

Pengobatan untuk demam berdarah ringan:

  1. Minum banyak cairan dan istirahat yang cukup.
  2. Mengonsumsi obat penurun panas, untuk meredakan demam. Namun hindari aspirin atau obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), karena dapat memperparah perdarahan.

Jika gejala demam berdarah tergolong parah, mungkin memerlukan perawatan darurat berikut:

  1. Hidrasi dengan cairan intravena (IV).
  2. Obat bebas atau resep untuk mengatasi rasa sakit.
  3. Terapi elektrolit.
  4. Transfusi darah.
  5. Pemantauan tekanan darah secara cermat.
  6. Terapi oksigen.
  7. Observasi keperawatan yang terampil.
(mdk/nof)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami