Mengenal Gong Si Bolong, Gamelan khas Depok yang Masuk Warisan Budaya Tak Benda

Mengenal Gong Si Bolong, Gamelan khas Depok yang Masuk Warisan Budaya Tak Benda
Gong Si Bolong. ©2021 YouTube Gong Si Bolong/ Merdeka.com
JABAR | 4 November 2021 17:50 Reporter : Nurul Diva Kautsar

Merdeka.com - Kota Depok Jawa Barat, menyimpan beragam kesenian tradisional yang unik, salah satunya Gong Si Bolong.

Menurut Sekretaris Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Kota Depok Eko Herwiyanto, Gong Si Bolong tercatat dalam 289 karya budaya dari 28 provinsi yang ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda (WBTb).

Pengukuhan tersebut termuat dalam Sidang Penetapan Warisan Budaya Tak Benda Indonesia 2021 yang digelar oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

"Alhamdulillah Gong Si Bolong yang merupakan usulan warisan budaya telah ditetapkan sebagai WBTb 2021," katanya sebagaimana dikutip dalam siaran pers pemerintah kota yang diterima di Depok, Selasa, dilansir dari Antara

2 dari 4 halaman

Sebagai Pengiring Berbagai Kesenian Lokal

gong si bolong
©2021 YouTube Gong Si Bolong/ Merdeka.com

Gong Si Bolong sendiri telah lama berkembang di kota belimbing sebagai pengiring beberapa kesenian daerah setempat seperti jaipong, wayang kulit Betawi hingga tayuban.

Karakter Gong Si Bolong sendiri terbilang unik, dengan nuansa suling terompet Sunda yang kuat dan biasanya akan diiringi dengan tetabuhan gendang serta gamelan dengan tempo yang berubah-ubah.

Dan saat ini menurut Eko, Gong Si Bolong masih kerap digunakan sebagai musik pengiring dari kesenian Tari Topeng.

"Masih digunakan sebagai musik pengiring Tari Topeng," katanya.

Ditemukan Tahun 1750

Berdasarkan kisahnya, Gong Si Bolong pertama kali ditemukan di tahun 1750, di areal tegalan yang tidak jauh dari air terjun kecil kawasan Tanah Baru.

Berdasarkan siaran dari kebudayaan.kemdikbud.go.id, saat itu penemuan gong tersebut terjadi pada malam hari dan diawali dengan suara gong hingga ditemukan secara lengkap dengan seperangkat gamelannya.

Adapun alat musik yang dipakai dalam pertunjukan Gong Si Bolong adalah satu set gendang, dua set saron, satu set keromong, satu set kedemung, satu set kenong, satu terompet, satu set gong, rebab, dan gambang.

3 dari 4 halaman

Perpaduan Betawi, Melayu, Sunda dan Tiongkok

gong si bolong©2021 YouTube Gong Si Bolong/ Merdeka.com

Sebagai kesenian lokal di wilayah pinggiran ibu kota (urban), Gamelan Si Bolong identik dengan percampuran tiga budaya yakni Betawi, Melayu, Sunda dan Tiongkok.

Anggota kelompok kesenian Gong Si Bolong terdiri atas dua kelompok, yakni kelompok lelaki yang berperan sebagai pemain instrumen dan kelompok perempuan yang berperan sebagai penari dan sinden.

Terkait penamaan Si Bolong yakni berasal dari bagian tengah gong yang tidak punya pencon atau benjolan, sehingga terlihat berlubang atau bolong dan akan menghasilkan bunyi yang terdengar nyaring.

4 dari 4 halaman

Bisa Terdengar Hingga ke Kampung Sebelah

Sementara itu, keunikan kesenian tersebut turut meliputi sejumlah cerita di balik eksistensinya. Banyak masyarakat di Depok, khususnya sesepuh, yang mengkultuskannya karena dianggap bisa mengabulkan permintaan seseorang.

Tak hanya itu, bahkan terdapat versi lain juga yang menyebutkan jika suaranya bisa terdengar hingga ke kampung sebelah saat dimainkan di masa lampau.

Eko pun turut berharap setelah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda Gong Si Bolong semakin dikenal masyarakat dan pertunjukannya bisa lestari.

 

(mdk/nrd)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami