Mengenal Penyakit HPS, Gejala sampai Pencegahannya

Mengenal Penyakit HPS, Gejala sampai Pencegahannya
JABAR | 26 Maret 2020 14:31 Reporter : Andre Kurniawan

Merdeka.com - Belum usai masalah pandemi yang disebabkan oleh COVID-19, kini muncul virus baru yang diberitakan telah memakan korban. Dilaporkan, seorang laki-laki meninggal di daerah Yunan, China. Laki-laki tersebut diketahui positif terjangkit hantavirus.

Virus ini disebarkan oleh hewan pengerat, khususnya tikus. Seseorang yang terjangkit hantavirus ini, akan berisiko terkena penyakit Hantavirus Pulmonary Syndrome.

Dikutip dari Centers for Disease Control and Prevention, Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) adalah penyakit yang menyerang pernapasan akibat terinfeksi hantavirus. Setiap orang yang melakukan kontak dengan hewan pengerat, dapat berisiko membawa penyakit HPS ini.

1 dari 5 halaman

Cara Penularan Hantavirus

cara mengusir tikus

2020 Merdeka.com

Kasus infeksi hantavirus terhadap manusia biasanya terjadi di daerah pedesaan, di mana hutan, ladang, dan peternakan menjadi tempat berkembang yang cocok bagi hewan pengerat. Area di sekitar rumah atau tempat kerja yang jarang dibersihkan juga berpotensi menjadi tempat hidup bagi sumber penular hantavirus ini.

Ada beberapa cara penularan hantavirus ini kepada orang-orang. Yang pertama bisa karena manusia tergigit hewan pengerat yang membawa virus tersebut. Namun, jenis penularan ini jarang terjadi.

Kedua, melalui kontak dengan urin, kotoran, atau air liur hewan pengerat. Yang terakhir, ilmuwan juga menduga jika makanan yang terkontaminasi oleh urin, kotoran, atau air liur dari hewan pengerat menjadi faktor penyebab seseorang terinfeksi penyakit HPS.

2 dari 5 halaman

Gejala Hantavirus

Karena sedikitnya jumlah kasus HPS, perkiraan waktu inkubasi pun juga masih belum diketahui secara pasti. Namun, berdasarkan informasi yang terbatas, gejala-gejala akan muncul antara 1 sampai 8 minggu setelah terpapar urin, kotoran, atau air liur hewan pengerat yang terinfeksi.

Gejala awalnya adalah kelelahan, demam, dan nyeri otot, terutama pada otot-otot besar seperti otot paha, punggung, atau bahu. Ada juga yang merasakan sakit kepala, pusing, dan masalah pada perut seperti mual, diare, atau sakit perut. Beberapa pasien yang terinfeksi HPS mengalami gejala-gejala tersebut.

Empat sampai sepuluh hari setelah melewati gejala awal tersebut, muncul gejala-gejala lain seperti batuk dan sesak napas. Apakah penyakit ini bisa berakibat fatal? Tercatat, tingkat kematian yang disebabkan oleh penyakit ini mencapai 38 persen.

3 dari 5 halaman

Diagnosa Awal Hantavirus

Melakukan diagnosa HPS kepada individu yang baru terinfeksi beberapa hari akan sangat sulit. Ini karena gejala-gejala awalnya yang persis seperti influenza.

ciri ciri hantavirus

2020 Merdeka.com

Namun, bila seseorang mengalami demam dan kelelahan, disertai memiliki riwayat terkena paparan hewan pengerat, agar disarankan untuk segera menemui dokter dengan menyebutkan riwayat paparan hewan pengerat.

4 dari 5 halaman

Cara Mengobati Hantavirus

ilustrasi pria berobat

2012 Merdeka.com/Shutterstock

Tidak ada perawatan khusus bagi penderita HPS. Obat atau vaksin juga masih belum tersedia untuk penderita penyakit ini. Akan lebih baik bila orang yang terinfeksi penyakit ini bisa dikenali lebih awal dan bisa segera mendapatkan penanganan medis.

5 dari 5 halaman

Pencegahan Hantavirus

Hindari melakukan kontak dengan hewan pengerat. Bersihkan rumah atau tempat kerja anda untuk meminimalisir adanya hewan pengerat.

Tutup lubang atau celah yang terdapat di rumah atau tempat kerja anda yang berpotensi sebagai tempat masuk bagi hewan pengerat. Kemudian tempatkan jebakan di sekitar rumah untuk mengurangi keberadaan hewan pengerat di sekitar anda.

(mdk/ank)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami