Mengenal Puasa Setelah Ramadhan, Berikut Jenis dan Keutamaannya

Mengenal Puasa Setelah Ramadhan, Berikut Jenis dan Keutamaannya
Ilustrasi masjid. ©2019 Merdeka.com/Free Images
JABAR | 22 Juli 2022 08:01 Reporter : Novi Fuji Astuti

Merdeka.com - Ramadhan merupakan bulan penuh berkah dan ampunan. Di mana saat bulan Ramadhan Allah SWT melipatgandakan setiap hal-hal baik yang dilakukan manusia. Tak heran bila kemudian saat bulan Ramadhan setiap orang berlomba-lomba dalam kebaikan. Tentu setelah Ramadhan berlalu, perasaan berat dan kehilangan momen-momen hangat dan damai saat Ramadhan akan mulai terasa.

Namun, kamu tak perlu khawatir karena melakukan hal-hal baik tak harus menunggu momen Ramadhan. Kamu bisa berbuat baik kapanpun kamu mau, kapanpun kamu bisa. Ada banyak cara yang bisa kamu lakukan untuk menjaga iman dalam hati pasca bulan Ramadhan salah satunya adalah dengan melaksanakan ibadah puasa setelah Ramadhan.

Ibadah puasa setalah Ramadhan biasanya dikenal dengan puasa syawal. Lebih jauh berikut ini informasi mengenai puasa setelah Ramadhan, lengkap dengan jenis dan keutamaannya telah dirangkum merdeka.com melalui NU Online dan berbagai sumber lainnya.

2 dari 3 halaman

Niat Puasa Setelah Ramadhan

Puasa syawal merupakan puasa sunnah yang dilakukan selama enam hari pada bulan Syawal, pasca hari raya Idul Fitri. Puasa sunnah ini dilakukan di tanggal yang tidak ditentukan, boleh urut maupun acak, asal masih dalam bulan Syawal.

Adapun berikut ini adalah niat puasa setelah Ramadhan atau puasa syawal yaitu:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta‘âlâ.

Artinya, “Aku berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah SWT.”

Adapun orang yang mendadak di pagi hari ingin mengamalkan sunnah puasa Syawal, diperbolehkan baginya berniat sejak ia berkehendak puasa sunnah saat itu juga. Karena kewajiban niat di malam hari hanya berlaku untuk puasa wajib. Ia juga dianjurkan untuk melafalkan niat puasa Syawal di siang hari. Berikut ini lafalnya dalam bahasa Arab.

نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta‘âlâ.

Artinya, “Aku berniat puasa sunah Syawal hari ini karena Allah SWT.” Wallahu a’lam. (Alhafiz Kurniawan)

3 dari 3 halaman

Keutamaan Puasa Setelah Ramadhan

Setelah mengetahui niat puasa setelah Ramadhan, berikutnya kamu juga perlu tahu mengenai keutamaan yang dapat kamu rasakan saat menjalani ibadah puasa setelah Ramadhan.

Berikut ini adalah keutamaan puasa setelah Ramadhan yaitu:

1. Meningkatkan Konsistensi Ibadah
Keutamaan menjalankan ibadah puasa setelah Ramadhan yang pertama adalah dapat meningkatkan konsistensi ibadah kepada Allah SWT. Dengan berpuasa sunah Syawal, maka kualitas ibadah yang telah terbangun pada saat Ramadhan masih dapat terjaga dengan baik.

Oleh karena itu, anjuran untuk puasa setelah Ramadhan pun sebaiknya dilakukan. Setelah berpuasa Syawal, seorang muslim masih dapat menunaikan berbagai amalan lain untuk menjaga konsistensi ibadah serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.

2. Pahala yang Berlimpah
Selain itu, keutamaan puasa setelah Ramadhan yang berikutnya yakni diganjarnya seorang muslim dengan pahala berlimpah. Bagi siapa saja yang mampu menunaikan puasa Syawal selama 6 hari penuh, maka ia akan mendapatkan pahala yang setara dengan berpuasa satu tahun penuh.

Dari Abu Ayyub Al-Anshari Ra bahwasanya aku berbicara kepadanya, Rasulullah SAW berkata:

"Barang siapa yang melaksanakan puasa pada bulan Ramadhan kemudian ia menambahkan dengan puasa enam hari pada bulan Syawal, maka seolah-olah ia berpuasa sepanjang waktu (satu tahun)." (HR Muslim, Abu Dawud, At Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad).

3. Menyempurnakan Puasa Ramadhan
Keutamaan puasa setelah Ramadhan juga dapat menyempurnakan puasa wajib di bulan sebelumnya. Hal ini berarti bahwa menunaikan puasa syawal dapat menyempurnakan puasa Ramadan yang telah dilakukan sebelumnya.

Hal ini ibarat salat sunah rawatib yang berupa qabliyah dan ba'diyah bagi salat wajib. Maka dari itu, alangkah baiknya bagi umat Islam untuk dapat mengerjakan puasa Syawal selama 6 hari penuh.

(mdk/nof)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini