Mengenal Sampurasun dalam Bahasa Sunda, Mengandung Makna Kerendahan Hati Manusia

Mengenal Sampurasun dalam Bahasa Sunda, Mengandung Makna Kerendahan Hati Manusia
Wayang Golek Sunda. ©2021 pixabay/Merdeka.com
JABAR | 22 Desember 2021 11:00 Reporter : Nurul Diva Kautsar

Merdeka.com - Sampurasun merupakan ungkapan bertegur sapa yang kerap digunakan oleh kalangan masyarakat Sunda, di wilayah Jawa Barat.

Kata tersebut umumnya dipergunakan saat bertemu individu maupun kelompok masyarakat di lingkungan sosial setempat. Biasanya, ucapan Sampurasun sendiri akan dijawab Rampes oleh orang-orang yang ada di sana.

Namun di balik ungkapan salam tersebut, tersimpan nilai luhur kebudayaan Sunda tentang kerendahan hati manusia. Dilansir dari berbagai sumber Rabu (22/12), berikut ulasannya.

2 dari 4 halaman

Asal Usul Sampurasun

totopong sunda
blog sabangmarauk pinterest ©2020 Merdeka.com

Sebagaimana dimuat di laman ketik.unpad.ac.id, dosen Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Padjadjaran, Taufik Setyadi Aras menjelaskan jika Sampurasun memiliki tiga makna di dalamnya.

Tak ada referensi pasti terkait hal ini, namun Taufik mengungkapkan jika kalimat Sampurasun dari bahasa Sansekerta.

“Kalau dari segi kebahasaan, sampurasun itu ada beberapa versi. Dari bahasa Sansekerta, sampurasun itu sebenarnya dari tiga kata: sampura atau hampura, juga samprana yang artinya sempurna, kemudian (dari kata) sampurasun, sun-nya itu (dari kata) ning insun,” jelas Taufik.

Merupakan Ungkapan Permohonan Maaf

Sebagai istilah yang banyak digunakan di forum-forum resmi, maupun sehari-hari, Sampurasun turut disematkan sebagai ungkapan permohonan maaf. Hal itu dibuktikan dari kata dasarnya yakni hampura, atau dalam bahasa Sunda artinya meminta maaf.

Menurut Taufik, permohonan maaf ini ditujukan kepada hadirin atau orang yang ditemui sebagai bentuk kerendahan hati sebelum memulai percakapan atau acara.

“(Sampurasun bisa berarti) ‘maafkan saya’ sebagai permulaan (acara), sedangkan Rampes berarti jawaban (hadirin) mengiyakan, atau iya saya maafkan” kata Taufik

3 dari 4 halaman

Sampurasun Bermakna Sempurna Bagi Penutur dan yang Menjawab

Selain sebagai ungkapan memohon maaf, kata Sampurasun juga memiliki makna kerendahan hati manusia yang saling mendoakan menuju jalan kesempurnaan (hidup).

Jika ditinjau secara mendalam, Sampurasun merupakan penggalan dari istilah sampura atau samprana. Dalam penyebutan Sunda, kalimat tersebut memiliki arti sempurna. Istilah ini diambil dari kalimat 'sampura ning insun' yang berarti “sempurnakan diri Anda”.

“Jadi (istilah ini) mengajak (hadirin) untuk menyempurnakan diri dalam berbagai aspek, kemudian dari jawaban ‘rampes’ itu merupakan ekspresi mengiyakan. (Penutur dan yang menjawab) berupaya membangun sebuah komitmen atau persetujuan untuk saling menyempurnakan diri, mengoreksi dan memberitahu kelemahan-kelemahan kita,” terangnya

Bermakna Keselamatan

Terakhir Taufik menambahkan, Sampurasun juga bisa diartikan sebagai ucapan keselamatan, “semoga ketentraman senantiasa menaungi kita” atau “semoga kalian sejahtera atau selamat”.

Ia menilai, jawaban untuk arti ketiga ini lebih sering digunakan untuk orang-orang yang lebih paham budaya Sunda. Sebab terdapat sejumlah tambahan untuk menjawab sapaan “sampurasun”.

“(Jawabannya) ‘rampes mugia rahayu sagung dumadi’. Ini juga menandakan jika Sampurasun turut mirip dengan ucapan Assalamulaiakum dalam Agama Islam.

"(Artinya) ‘iya, demikian juga dengan Anda’... rahayu (berarti) ketentraman, kedamaian senantiasa menaungi kita. Itu untuk arti dari ‘sampurasun’ dan ‘rampes’ itu,” tandasnya.

4 dari 4 halaman

Perlu Dilestarikan

Sementara itu, melansir ANTARA edisi 14 April 2019, tokoh asal Jawa Barat, Rohman Nur Azis, S SosI, MAg menjelaskan, dari luhurnya makna Sampurasun tersebut ia berharap agar bisa terus lestari.

Menurutnya ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk melestarikan istilah Sampurasun, salah satunya dengan digunakannya sebagai penyampai salam pembuka ketika sambutan acara atau sapaan di sehari-hari.

"Lamun lain ku urang sunda, bade kusaha deui, (kalau bukan sama orang Sunda, mau sama siapa lagi melestarikan ini)" pungkas Azis.

(mdk/nrd)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami