Menginspirasi, Begini Perjuangan Satpam Unisba Lulus Kuliah dengan Predikat Cumlaude

Menginspirasi, Begini Perjuangan Satpam Unisba Lulus Kuliah dengan Predikat Cumlaude
Ahmad Faisal. ©2022 Dokumentasi Humas Unisba/ Merdeka.com
JABAR | 31 Agustus 2022 11:08 Reporter : Nurul Diva Kautsar

Merdeka.com - Ahmad Faisal berhasil membuktikan bahwa proses tidak pernah mengkhianati hasil. Dirinya berhasil lulus gelar sarjana dari Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Bandung (Unisba) meski dengan jalan yang berliku.

Agar bisa berkuliah, Faisal bahkan harus bekerja paruh waktu termasuk menjadi seorang petugas keamanan (security) di lingkungan Kampus Unisba.

Walau begitu semangatnya untuk meraih ilmu di perguruan tinggi tidak surut hingga ia berhasil dilantik menjadi wisudawan pada Minggu (28/8) dengan nilai IPK 3.59 dan berpredikat terhormat (cumlaude).

“Tugas kita ikhtiar dan berdoa, bukan tugas kita untuk berhasil. Jika berbicara hasil itu urusan Allah,” ujarnya, mengutip laman resmi Unisba, Rabu (31/8).

2 dari 5 halaman

Sempat Tak Didukung Kuliah oleh Orang Tua

ahmad faisal
©2022 Dokumentasi Humas Unisba/ Merdeka.com

Faisal menceritakan jika dirinya sempat tak direstui untuk menimba ilmu di universitas oleh keluarga. Hal itu karena kondisi perekonomian keluarga yang pas-pasan.

Sang ayah bernama Enut Mustopa bekerja sebagai buruh pabrik, dan ibunya bernama Ida membuka warung kecil-kecilan.

Dirinya pun ikut menopang perekonomian keluarga dengan bekerja sebagai pegawai sablon, hingga keyakinan kuatnya menghantarkan ikhtiar Faisal yang sudah dilakukan yakni diterima sebagai mahasiswa di Unisba tahun 2018.

“Awalnya orang tua dan anggota keluarga saya yang lainnya tidak mendukung saya untuk berkuliah karena adanya keterbatasan finansial. Tapi saya yakin, kalau kita menolong agama Allah, kita akan ditolong Allah secara langsung. Kalau yakin, apapun yang mustahil bisa terjadi”, ujar Faisal.

3 dari 5 halaman

Bekerja Paruh Waktu hingga Memilih Tidur di Masjid

Selama berkuliah, dirinya pun harus putar otak agar bisa membiayai kehidupannya, termasuk memilih tidur di masjid agar tidak perlu mengeluarkan uang kos, di samping dirinya juga menjadi DKM di Masjid Al Asy’ari Unisba

Ia pun menyambi kuliah dengan menjadi penjaga toko saat akhir pekan, termasuk tetap aktif di kegiatan organisasi sebagai wadah untuk mengasah minat dan bakatnya kelak.

“Sebelum kuliah, saya sempat ditawarkan untuk berkuliah di kampus lain, namun beasiswa yang ditawarkannya tidak full, saya memutuskan untuk bekerja terlebih dahulu. Kemudian, setelah dibukakan jalan oleh Baitul Maal Unisba, baru saya memberanikan diri untuk daftar kuliah di Unisba”, ujarnya.

4 dari 5 halaman

Tetap Bisa Ukir Prestasi

Di tengah padatnya jadwal, Faisal tetap bisa membuktikan agar fokus di kegiatan organisasi dan olahraga bahkan sampai meraih prestasi.

Pada bulan Juli lalu, misalnya, ia sempat menjuarai berbagai kejuaraan pencak silat selama kuliah. Terakhir Faisal berhasil meraih juara 3 pada ajang Pencak Silat Bali Championship II termasuk menduduki jabatan strategis di organisasi.

“Kalau punya keinginan ya harus ikhtiar harus berusaha. Jangan pantang menyerah. Kalau gagal ya cari yang lain. Jangan sampai kegagalan jadi bikin kita terpuruk. Allah tak mungkin memberikan cobaan yang tidak sanggup kita lakukan sendiri. Saya merasakannya,” terangnya.

Faisal pun memiliki keinginan agar bisa menjadi contoh bagi adik-adiknya, dan bisa terus bersemangat meraih apa yang diinginkan.

5 dari 5 halaman

Ingin Melanjutkan Pendidikan

Mengenai apa yang akan dikerjakan setelah lulus sarjana, pria 23 tahun kelahiran 16 Juli 1999 ini memiliki rencana untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi.

Untuk meraih keinginannya tersebut, Faisal berencana bekerja menjadi pengajar sambil mengumpulkan biaya untuk melanjutkan pendidikannya.

Faisal pun berpesan pada anak muda yang mengalami kendala ekonomi dalam meraih cita-citanya bahwa mereka harus tetap berusaha dan berdoa karena tugas manusia bukanlah menjadi berhasil, tapi untuk berusaha dan berdoa.

Di sisi lain, sang ayah, Enut Mustopa mengatakan jika putra sulungnya itu merupakan anak yang memiliki keinginan yang kuat terhadap apa yang ia cita-citakan.

“Saya bangga pada anak saya yang saat ini sudah sarjana dan semoga dengan gelar sarjananya anak saya bisa mengangkat harkat derajat keluarga dan bisa memberi pesan pada adik-adiknya,” ujarnya.

Senada, sang ibu, Ida juga mengungkapkan rasa bahagianya atas keberhasilan putranya itu. Bahkan Faisal tidak patah semangat, walau hidup dalam kondisi yang berkekurangan hingga berhasil meraih apa yang ia inginkan.

(mdk/nrd)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini