Mengunjungi Museum Keraton Kasepuhan, Ada Jubah Sunan Gunung Jati Berusia 500 Tahun

Mengunjungi Museum Keraton Kasepuhan, Ada Jubah Sunan Gunung Jati Berusia 500 Tahun
Peninggalan kejayaan keraton di Museum Keraton Kasepuhan Cirebon. ©2021 YouTube Kanal Koela/ Merdeka.com
JABAR | 17 November 2021 14:25 Reporter : Nurul Diva Kautsar

Merdeka.com - Museum Keraton Kasepuhan menjadi saksi kekuatan militer dan sosial kerajaan Cirebon di masa lampau. Di lokasi tersebut banyak ditemukan berbagai peninggalan dari Sunan Gunung Jati. Salah satunya perangkat dakwah, termasuk jubah putih yang digunakan 500 tahun lalu.

Museum yang terletak di Jalan Kasepuhan Nomor 43, Kasepuhan, Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Jawa Barat ini juga menyuguhkan berbagai peninggalan unik lain seperti senjata tajam, hingga batik asli setempat dengan motif tradisional.

"Di sini, terdapat salah satu ruang, namanya ruang pusaka Kanjeng Sunan Gunung Jati. Jadi ruangan ini hanya dibuka saat hari Minggu, pukul 09.00 WIB sampai pukul 16.00 WIB" kata Rudi, saat memandu di Museum Keraton Kasepuhan Cirebon, Minggu (14/11) lalu.

2 dari 4 halaman

Jubah Putih Peninggalan Sunan Gunung Jati

peninggalan kejayaan keraton di museum keraton kasepuhan cirebon

peninggalan kejayaan keraton di museum keraton kasepuhan cirebon

Jubah putih milik Sunan Gunung Jati

peninggalan kejayaan keraton di museum keraton kasepuhan cirebon

Tongkat cis yang dipakai dakwah oleh Sunan Gunung Jati

©2021 YouTube Kanal Koela/ Merdeka.com

Di lokasi, Rudi langsung mengarahkan menuju salah satu lemari kaca berisi kain putih cukup usang yang disebutnya sebagai jubah dari Sunan Gunung Jati. Pakaian tersebut masih terawat dengan baik, dan ditempatkan di sebuah kotak khusus.

Selain itu terdapat juga tongkat cis kayu yang konon pada masa itu kerap digunakan Sunan Gunung Jati saat berdakwah seputar Agama Islam kepada masyarakat di Cirebon.

"Jadi tongkat ini memiliki panjang 1,5 meter dan masih dikeluarkan dua kali dalam satu tahun pada 1 Syawal dan 1 Dzulhijah, untuk prosesi salat Idulfitri dan Iduladha. Biasanya ini dibawa oleh kerabat dalam keraton" jelas Rudi, saat menerangkan

3 dari 4 halaman

Terdapat Baju Peninggalan Istri Sunan Gunung Jati asal Tiongkok

peninggalan kejayaan keraton di museum keraton kasepuhan cirebonBaju Putri Ong Tien

peninggalan kejayaan keraton di museum keraton kasepuhan cirebonBatik lawasan Cirebon

peninggalan kejayaan keraton di museum keraton kasepuhan cirebonpeninggalan kejayaan keraton di museum keraton kasepuhan cirebonBaju Pangeran Fatahillah (Faletehan) dan prajurit perang Keraton Kasepuhan Cirebon

©2021 YouTube Kanal Koela/ Merdeka.com

Masih berdampingan, di lemari sebelahnya terdapat baju bermotif batik dari istri ke-4 Sunan Gunung Jati asal Tiongkok bernama Ong Tien atau Putri Ong Tien. Di sini terdapat satu pasang dan diperkirakan berusia 500 tahun.

Pada sisi bawah ada batik motif lawas Cirebon juga yang kurang lebih berusia sama dan diperkirakan berbahan kain sutera.

"Kain tersebut dahulu dipakai oleh Putri Ong Tien, dan kurang lebih berusia 500 tahun. Kalau saya melihat, ini diperkirakan kainnya berbahan sutera. Ini juga terdapat batikan lawas" katanya lagi.

Selain itu ada juga baju panglima perang Cirebon, Pangeran Fatahillah yang dipergunakannya saat merebut pelabuhan Sunda Kelapa dari tangan bangsa Portugis tahun 1527 atau abad ke-16.

4 dari 4 halaman

Ada Senjata khas Cirebon

peninggalan kejayaan keraton di museum keraton kasepuhan cirebonpeninggalan kejayaan keraton di museum keraton kasepuhan cirebon©2021 YouTube Kanal Koela/ Merdeka.com

Selain menyimpan kain-kain serta pakaian peninggalan Sunan Gunung Jati dan para tokoh di Keraton Kasepuhan, di musim juga tersimpan sejumlah senjata tajam khas Cirebon bernama Wedung peninggalan abad ke-15.

Wedung sendiri dikatakan Rudi sebagai senjata asli wilayah Cirebon, dan kerap dipergunakan sebagai pegangan kaum bangsawan di sana. Selain itu juga terdapat kujang yang juga sebagiannya berbalut emas.

"Ini namanya Wedung atau senjata asli Cirebon, di mana tiap sultan dulu punya (ageman) pegangan ini. Wedung sendiri terbuat dari kinata mas atau sebagian berbalut emas" katanya lagi

Peninggalan Lainnya

peninggalan kejayaan keraton di museum keraton kasepuhan cirebon©2021 YouTube Kanal Koela/ Merdeka.com

Sebagian besar peninggalan memang berasal dari abad ke-15, seperti peninggalan lainnya berupa umbul-umbul waring (bendera keraton), batik model lawasan (sebelum megamendung), ada juga cermin bermotif Tiongkok serta beberapa kerajinan gerabah keramik yang khas.

"Keramik-keramik di sini berasal dari negeri China, ada beberapa yang diarak di acara Panjang Jimat seperti guci sejak abad ke-14 ini, kemudian ada juga piring tapsih yang berada di dalam keraton dan diarak di prosesi Panjang Jimat (puncak Maulid Nabi)" tandas Rudi, dikutip dari YouTube Kanal Koela 

(mdk/nrd)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami