Miliki Rasa Unik, Icip Sensasi Rujak Juhi khas Betawi yang Mulai Langka

Miliki Rasa Unik, Icip Sensasi Rujak Juhi khas Betawi yang Mulai Langka
Ilustrasi rujak juhi. ©Wikimedia Commons/Sakurai Midori
JABAR | 27 Oktober 2021 14:34 Reporter : Nurul Diva Kautsar

Merdeka.com - Nama rujak juhi telah lama populer di kalangan masyarakat Betawi. Makanan bercita rasa unik ini memang menjadi daya tarik kuliner, terutama di wilayah pinggiran Jakarta.

Tak seperti rujak kebanyakan, rujak ini tidak memakai berbagai jenis buah manis maupun asam. Komposisi rujak ini menggunakan mie kuning, sayur serta irisan juhi tipis.

Selain itu, rujak juhi juga tidak menggunakan bumbu asam manis cair layaknya rujak, melainkan memakai kuah kacang kental yang gurih dan pedas tanpa gula jawa. Menarik bukan? Berikut informasi seputar rujak juhi kuliner khas Betawi yang makin sulit ditemui.

2 dari 4 halaman

Miliki Rasa yang Menggugah Selera

ilustrasi rujak juhi
Ilustrasi rujak juhi ©2021 YouTube WJ Kuliner / Merdeka.com

Tak dipungkiri, perpaduan bahan seperti bumbu kacang yang pedas legit, kentang rebus, kubis, selada air, timun, mie basah dan kerupuk mie, amat menggugah selera para penikmatnya.

Belum lagi suwiran juhi yang berasal dari cumi/sotong kering hasil fermentasi yang jadi bahan utama. Campuran itu membuat lidah seakan tak berhenti bergoyang.

Sepintas, kesan gurih rujak juhi mirip rujak shanghai karena menggunakan bahan seafood. Namun dari tampilan, jauh berbeda.

3 dari 4 halaman

Termasuk Makanan Langka

Sayangnya, nasib penganan ini tak semujur rasanya. Di situs senibudayabetawi.com disebutkan jika rujak juhi merupakan salah satu makanan Betawi yang langka.

Bang Rohmat, salah satu penjual asinan Betawi dan rujak juhi yang berkeliling di kawasan Jakarta Selatan mengatakan jika bahan utama juhi yang menjadikan rujak juhi langka. Itu dikarenakan harga jual juhi mahal yakni Rp300 sampai Rp400 ribu per kilogram.

Itupun masih dalam keadaan mentah. Jika sudah diolah dan difermentasi, juhi bisa dihargai penjual sampai Rp600ribu per kilogramnya.

4 dari 4 halaman

Diperkenalkan Masyarakat Tionghoa Tempo Dulu

Mengutip dari laman Indonesia Kaya, dalam sebuah buku berjudul Profil Orang Betawi: Asal Muasal, Kebudayaan, dan Adat Istiadat karangan budayawan Jakarta, Ridwan Saidi menuliskan jika rujak juhi merupakan kuliner yang dibawa masyarakat Tionghoa di masa lampau.

Diperkuat dengan asal muasal mie, serta bahan juhi sendiri atau sotong yang kerap disantap oleh masyarakat Tionghoa sebagai makanan yang populer.

“Cina memperkenalkan mie, bihun, dan su’un, serta jenis sayuran seperti toge, kucai, lokio, dan sawi,” terang Ridwan,

Pernyataan itu juga didukung oleh seorang penulis bernama R.O. Simatupang lewat buku berjudul Pedoman Tamasja Djakarta dan Sekitarnja tahun 1960-an.

Disebutkan Simatupang, dirinya telah menulis nama rujak juhi sejak era tersebut dan dahulunya merupakan kudapan khas masyarakat Tiongkok. Makanan ini bisa dimakan sembari berkumpul, sama seperti wedang sekoteng Tiongkok, terate, tikwe, rujak juhi, rujak shanghai, pie-oh (sop kura-kura), nasi tim, bebek tim (sekba), baso sapi.

(mdk/nrd)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami