Mirip Bandara, Ini 5 Fasilitas Terminal Leuwi Panjang yang Beroperasi di 2022

Mirip Bandara, Ini 5 Fasilitas Terminal Leuwi Panjang yang Beroperasi di 2022
Terminal Leuwi Panjang Bandung. ©2021 instagram @satpelttaleuwipanjang/ Merdeka.com
JABAR | 5 Desember 2021 14:51 Reporter : Nurul Diva Kautsar

Merdeka.com - Terminal Leuwi Panjang yang berada di Kelurahan Kopo, Kecamatan Bojongloa Kaler, Kota Bandung, Jawa Barat, saat ini tengah berbenah. Seperti terlihat, progress konstruksinya sudah mencapai 96 persen dan bisa segera selesai pada 2022 mendatang.

Namun terdapat keunikan dari desain terminal bus tersebut. Saat dioperasikan, terminal angkutan bus tersebut nantinya akan memiliki sejumlah fasilitas layaknya bandara.

"Di sini saya melihat juga kesiapan Terminal Leuwipanjang untuk Nataru nanti. Tapi sambil lihat progres pembangunan Terminal yang barunya juga," ucap Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana saat meninjau lokasi terminal, Jumat (3/12) mengutip laman humas.bandung.go.id

2 dari 4 halaman

Ruang Tunggu dan Keberangkatan Terpisah

terminal leuwi panjang bandung
Proyek pembangunan Terminal Leuwi Panjang Bandung ©2021 humas.bandung.go.id/ Merdeka.com

Dilanjutkan Yana, nantinya calon penumpang yang berada di area terminal akan merasa nyaman dengan fasilitas yang disediakan. Salah satunya ruang tunggu dan keberangkatan yang terpisah.

Menurutnya, di gedung yang dibangun di lahan sekitar 5.000 m2 dan tanah seluas 3,2 hektare tersebut sejak kedatangan, counter check formulir tiket, lalu ruang tunggu, hingga keberangkatan sudah dibangun terpisah.

Hal ini merupakan ikhtiar pihaknya untuk meningkatkan fasilitas bagi pengguna transportasi umum

"Jadi Insyaallah akan nyaman, aman juga buat buat calon penumpang nantinya, Kita berharap terjadi pengurangan penggunaan kendaraan pribadi. Jadi semakin banyak juga orang menggunakan transportasi publik, transportasi umum," katanya.

Gedung Penumpang AKAP dan AKDP Dipisah

Kepala Terminal, Koordinator Satuan Pelayanan (Korsatpel) Leuwipanjang, Asep Hidayat mengatakan, terminal Leuwi Panjang yang tengah direvitalisasi memiliki tiga lantai.

Lantai pertama terdapat Gedung A dan Gedung B, di mana nantinya akan difungsikan untuk menaikkan penumpang yang datang dan penumpang yang berangkat.

Untuk Gedung A, akan difokuskan untuk penumpang Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), sedangkan di gedung B untuk Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP).

"Semua penumpang AKAP dan AKDP dipisahkan, dan rencananya tidak hanya menaikkan-menurunkan penumpang, itu perencanaan dari Kementrian Perhubungan, tapi fungsi lainnya juga kena," lanjutnya.

3 dari 4 halaman

Terdapat Lantai Tenant dan Lorong Penyebrangan

Dari lantai 1 bermuara ke lantai 2 tempat tenant-tenant berada. Untuk menyebrang dari Gedung A ke Gedung B atau sebaliknya, para penumpang juga tidak bisa menyebrang langsung karena harus steril sebagai perlintasan bus.

Asep turut mengatakan, revitalisasi terminal Leuwipanjang ini juga akan menjadi terminal percontohan di Provinsi Jawa Barat.

Menurutnya, dalam pembenahan itu bus dengan tujuan ke bandara yang asalnya di Caringin akan dipindahkan ke Terminal Leuwipanjang. Kemudian, tidak ada bus di bahu Jalan Soekarno karena akan ditawarkan untuk masuk terminal agar administrasi hingga teknis laik jalan bisa terawasi.

Selain itu, langkah tersebut juga akan membuat penumpang kendaraan bus tertib, dan naik turunnya semua di terminal

Terdapat Rooftop Pemandangan hingga Lapangan Bola Mini

Asep merencanakan di lantai 3 yang memiliki lahan sekitar 1000 meter persegi akan dibuat mini soccer untuk sarana olahraga, kemudian coffee shop sebagai tempat nongkrong anak muda.

Di rooftop penumpang bisa turut melihat pemandangan dari Kota Bandung seperti Gunung Tangkuban Perahu serta wilayah Lembang. Sehingga tidak ada ruangan yang kosong di sana.

"Makanya yang tidak terpakainya 1000 meter nya dibuat mini soccer atau juga lainnya bisa buat hotel, penginapan atau gedung serbaguna tergantung investor yang masuk," lanjutnya.

4 dari 4 halaman

Tersedia Ruang Istirahat Sopir dan Kondektur

Sebagai lokasi yang disiapkan Kemenhub selayaknya bandara. Di terminal tersebut juga sedang disiapkan ruang istirahat bagi para sopir dan kondektur bus, serta fasilitas penunjang penumpang lainnya.

"Kita siapkan ruang istirahat sopir dan kondekturnya. Kemudian musala, toilet, dan wastafelnya semua disiapkan," katanya.

Selama masa pandemi Covid-19, terminal Leuwipanjang berhasil memutar sekitar 30-40 persen armada (dari sebelumnya 600 kini 400 unit) yang masih berjalan. Meski demikian, jumlah penumpang tetap dibatasi hanya boleh 30 persen.

(mdk/nrd)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami