3 Cara Menghindari Modus Penipuan Sensus Online

3 Cara Menghindari Modus Penipuan Sensus Online
JABAR | 21 Februari 2020 14:01 Reporter : Denny Marhendri

Merdeka.com - Sensus atau cacah jiwa merupakan program pemerintah yang digunakan untuk mendapatkan informasi tentang adanya populasi yang berkembang. Dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik, sensus pada umumnya dilaksanakan pada tahun yang berakhiran "0". Sensus terbesar di antaranya adalah, Sensus Penduduk, Sensus Pertanian,Sensus Ekonomi.

Sensus pada tahun 2020 ini sudah dimulai sejak Sabtu (15/02/2020) kemarin. Badan Pusat Statistik memprogramkan Sensus 2020 ini dengan sistem pendaftaran secara online. Bertujuan untuk mempermudah bagi masyarakat dan jalannya program itu sendiri.

Namun dengan cara tersebut ada kelemahan sistem yang membuat khawatir. Penyalahgunaan data bisa menjadi celah bagi oknum yang tidak bertanggung jawab. Mereka menggunakan data sensus online untuk mendapatkan data-data masyarakat. Data-data itu nantinya akan digunakan untuk aksi kejahatan lainnya.

Bagaimana cara menghindarinya?

1 dari 3 halaman

Akses Situs Resmi

Karena sistem Sensus Penduduk 2020 ini menggunakan sistem online, maka dibutuhkan website untuk mendaftar dan mengisi form. Penipuan bisa terjadi karena mengakses bukan situs resmi atau link yang menuju ke Google Form. Sedangkan situs resmi untuk sensus penduduk online adalah sensus.bps.go.id

2 dari 3 halaman

Hindari Pertanyaan Nama Ayah atau Ibu

Memberikan nama ayah atau ibu kepada pihak yang tidak dikenal itu bisa sangat berbahaya. Karena ada beberapa informasi yang menyangkut nama ibu kandung yang digunakan untuk keperluan bank atau asuransi. Dalam formulir sensus palsu akan terdapat kolom yang mengharuskan untuk mengisi nama ayah atau ibu kandung.

3 dari 3 halaman

Lapor Pihak Berwenang

Jika sampai menemukan link untuk mengisi formulir Sensus Penduduk 2020 namun link tersebut berasal dari sumber yang meragukan, segera laporkan hal tersebut ke Tim Cyber Crime Polri. Dengan bantuan masyarakat, akan meringankan tugas pihak berwenang untuk memberantas penipuan. Namun, sampai saat ini Badan Pusat Statistik atau Tim Cyber Crime Polri belum mendapatkan laporan atau korban penipuan terkait Sensus Penduduk 2020.

(mdk/dem)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami