Pasien Alami Gejala Long Covid-19, Begini Saran dari Dokter Paru

Pasien Alami Gejala Long Covid-19, Begini Saran dari Dokter Paru
Ilustrasi Covid-19. Liputan6 ©2020 Merdeka.com
JABAR | 25 Oktober 2021 07:15 Reporter : Andriana Faliha

Merdeka.com - Kasus Covid-19 di Indonesia mengalami penurunan sejak puncak gelombang kedua pada Juli 2021. Kasus kesembuhan juga terus mengalami tren positif. Namun, sembuh dari virus Covid-19 tak membuat sebagian orang langsung pulih sepenuhnya. Pasalnya, pasien yang sudah dinyatakan negatif Covid-19 bisa mengalami gejala berkepanjangan.

Kondisi itu disebut dengan long Covid-19. Pasien yang mengalami long Covid-19 ini mengalami berbagai macam gejala. Melansir dari CDC, gejala long Covid-19 yang dirasakan umumnya adalah kelelahan, kesulitan bernapas, nyeri dada, nyeri pada persendian dan hilangnya indra penciuman serta perasa.

Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Infeksi Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), dokter Erlina Burhan mengungkapkan gejala lainnya yang biasa dirasakan oleh sebagian pasien long Covid-19. Bukan mengalami keluhan seputar masalah paru, tapi juga susunan gangguan pusat dan gangguan kognitif.

"Pada yang mengalami gangguan kognitif, orang long Covid-19 itu merasa susah tidur, susah konsentrasi, alami amnesia sesaat, banyak lupa," kata Erlina dalam podcast bersama Deddy Corbuzier yang dikutip pada Minggu (24/10) kemarin.

Dalam kesempatan yang sama, dokter spesialis paru di RS Persahabatan Jakarta Timur ini juga mengimbau bagi penyintas Covid-19 dengan gejala berkepanjangan sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter. Guna mendapatkan jalan keluar terbaik untuk mengatasi gejala yang timbul.

"Ke dokter untuk diidentifikasi masalah apa saja. Kadang-kadang pada orang tertentu merasa ada masalah, tapi setelah dicek baik-baik saja. Maka dari itu pengecekan dari dokter bakal tahu harus apa," katanya.

Penting diketahui bahwa gejala yang bertahan lama pasca Covid-19 dapat berdampak serius pada kemampuan seseorang untuk kembali produktif. Sehingga, orang yang amat peduli pada kualitas hidup, ia akan merasakan kondisi yang tidak menyenangkan meski sudah dinyatakan sembuh Covid-19. Seperti halnya keluhan pasien long Covid-19 sang dokter.

“Contohnya pasien saya nih, yang biasa olahraga lari 1 km sampai 5 km setiap minggu dia mampu.Tapi begitu Covid-19 dan dinyatakan sembuh, PCR-nya dua kali negatif, sudah 6 minggu. Ternyata katanya, ‘dok kenapa saya boro-boro lari, jalan aja 300 meter ngos-ngosan,” katanya.

Maka dari itu, dokter Erlina kembali mengingatkan kepada pada penyintas Covid-19 yang mengalami gejala berkepanjangan agar segera ke dokter untuk memeriksakan kesehatan bila ada sisa keluhan.

“Makanya kalau ada keluhan jangan diam-diam saja, harus kontrol kepada dokter terkait,” pungkasnya.

Sementara itu, sebelumnya dokter Reisa Broto Asmoro juga sempat membahas tentang long Covid-19. Dalam acara yang tayang di Instagram @kemenkes_ri beberapa waktu lalu, ia menjelaskan bahwa pasien yang dianggap mengalami long Covid-19 atau post Covid-19 apabila mengalami gejala lebih dari 4 minggu pasca dinyatakan sembuh.

"Atau bisa sampai 3 bulan pasca berkelanjutan dari covid-19 nya," ungkap Reisa Broto Asmoro, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19

Akan tetapi Reisa menekankan bahwa tidak semua penyintas akan terkena long Covid-19. Ia pun menjelaskan salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk mengurangi gejala long Covid-19 yakni dengan menjalankan pola hidup sehat.

"Ada berbagai upaya yang bisa dilakukan untuk mengurangi gejala post Covid-19 dan yang paling disarankan adalah harus tetap mempertahankan kondisi badannya seperti saat berjuang sembuh. Lalu tetap memakan makanan bergizi dan seimbang serta olahraga rutin dengan kemampuan tubuh, termasuk menjaga kebersihan lingkungan," jelasnya.

Tak hanya pola hidup sehat, meski sudah dinyatakan negatif Covid-19, penyintas juga tetap harus mematuhi protokol kesehatan secara disiplin seperti mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan hingga mengurangi mobilitas.

(mdk/anf)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami