Penegakan Protokol Kesehatan di Cilegon Dinilai Tak Efektif, Ini Kata Pengusaha Kafe

Penegakan Protokol Kesehatan di Cilegon Dinilai Tak Efektif, Ini Kata Pengusaha Kafe
Ilustrasi masker. ©Shutterstock
JABAR | 3 Januari 2021 10:46 Reporter : Nurul Diva Kautsar

Merdeka.com - Upaya penegakan disiplin yang dilakukan oleh Satpol PP Kota Cilegon dianggap tidak efektif oleh sejumlah pengusaha Kafé di wilayah tersebut. Mereka menganggap penindakan kerumunan masyarakat dinilai tebang pilih.

Mengingat masih banyak pengelola kafe yang bebas menyelenggarakan acara live musik. Padahal Gubernur Banten telah mengeluarkan aturan perpanjangan pembatasan sosial berskala besar (PBB) belum lama ini.

Kondisi tersebut membuat beberapa kafe yang menjadi langganan penindakan mengalami penurunan omzet secara drastis lantaran dilarang menyelenggarakan acara live musik yang menarik bagi para pengunjung. Beberapa kafe dan restoran yang mengeluhkan tindakan dari Pemkot Cilegon itu di antaranya adalah, Cafe Gue, Gram Cafe, Warciban dan Kedai Carita.

"Ramai sedikit saja dibubarkan. Padahal kami susah payah cari orang yang mau datang ke sini sekarang. Setiap week end (Jumat, Sabtu dan Minggu) selalu dihimbau untuk tidak ada live music. Ada atau tidak, kalau ramai tetap dibubarkan," kata Rizki, Manager Cafe Gue Cilegon, pada Jum'at malam lalu (01/01) seperti dilansir dari Antara.

Baca Selanjutnya: Mencoba Penegakan Protokol Sesuai Arahan...

Halaman

(mdk/nrd)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami