Penyebab Cacar Monyet yang Perlu Diwaspadai, Ini Gejala dan Cara Mencegahnya

Penyebab Cacar Monyet yang Perlu Diwaspadai, Ini Gejala dan Cara Mencegahnya
Ilustrasi cacar. ©shutterstock.com/Zametalov
JABAR | 21 Mei 2022 16:30 Reporter : Novi Fuji Astuti

Merdeka.com - Cacar monyet merupakan penyakit langka yang disebabkan oleh virus dan ditularkan pada manusia melalui hewan, terutama di kawasan Afrika Tengah dan Barat. Pada umumnya penularannya terjadi jika ada kontak dengan hewan terinfeksi seperti tikus atau hewan pengerat lainnya.

Selain itu, penularan dari manusia ke manusia juga dapat terjadi lewat kontak dekat dengan sekresi saluran pernapasan yang terinfeksi, luka pada kulit penderita, hingga objek yang telah terkontaminasi cairan tubuh penderita. Walau demikian, penularan pada manusia ini sangatlah terbatas. Mengingat transmisi melalui partikel cairan pernapasan membutuhkan kontak antar muka jangka panjang sehingga penyakit ini biasanya hanya menular kepada anggota keluarga saja.

Pada umumnya penderita akan menularkan kurang dari satu orang saja. Maka tak heran bila kemudian cacar monyet dianggap tidak mudah menular seperti flu. Sementara itu, rantai penularan dapat diputus melalui pelacakan kontak dan karantina.

Berikut penyebab cacar monyet yang telah dirangkum merdeka.com melalui kemenkes.go.id dan berbagai sumber lainnya pada Sabtu, (21/05/2022).

2 dari 4 halaman

Penyebab Cacar Monyet

Kasus cacar monyet pada manusia pertama kali tercatat pada tahun 1970 di Republik Demokratik Kongo. Lalu pada 2003 Amerika Serikat melaporkan kasus yang memiliki riwayat kontak dengan binatang peliharaan eksotis (prairie dog) yang terinfeksi oleh tikus dari Afrika yang masuk ke Amerika.

Selanjutnya tahun 2017 muncul kejadian luar biasa monkeypox di Nigeria. Tahun 2018 Inggris dan Israel juga melaporkan adanya kasus Monkeypox. Terakhir adanya laporan dari Singapura pada Mei 2019 bahwa ada seorang warga negara Nigeria yang menderita cacar monyet saat mengikuti sebuah lokakarya, 23 orang yang kontak erat sudah dikarantina untuk pemeriksaan dan pengawasan lebih lanjut.

Saat ini diketahui wilayah terjangkit cacar air secara global adalah Afrika Tengah dan Barat (Republik Democratik Kongo, Republik Kongo, Kamerun, Republik Afrika Tengah, Nigeria, Ivory Coast, Liberia, Sierra Leone, Gabon and Sudan Selatan). Sementara sampai saat ini belum ditemukan kasus cacar air di Indonesia.

Cacar air merupakan penyakit zoonosis, yaitu penyakit yang disebabkan oleh virus yang ditularkan ke manusia dari hewan seperti monyet atau hewat pengerat melalui kontak langsung dengan darah, cairan tubuh atau lesi kulit hewan yang terinfeksi atau juga mengonsumsi daging hewan liar yang terkontaminasi.

3 dari 4 halaman

Gejala Cacar Monyet

Setelah mengetahui penyebab cacar monyet, selanjutnya kamu juga perlu tahu mengenai gejala yang dapat timbul akibat cacar monyet, sebagai berikut:

Masa inkubasi : biasanya terjadi antara 6-16 hari, tetapi juga dapat berkisar dari 5-21 hari.

Fase Proromal (1-3 hari):

  • Demam
  • Sakit kepala hebat
  • Limfadenopati atau pembengkakan kelenjar getah bening
  • Nyeri punggung
  • Nyeri otot dan lemas

Fase erupsi atau fase paling infeksius yaitu:

  • Ruam atau leasi pada kulit baisanya dimulai dari wajah kemudian menyebar ke bagian tubuh lainnya secara bertahap, mulai dari bintik-bintik kemerahan seperti cacar (makulopapula), lepuh berisi cairan bening (blister), lepuh berisi nanah (pustule), kemudian mengeras (krusta) atau keropeng lalui rontok. Biasanya diperlukan waktu 3 minggu sampai periode lesi tersebut menghilang dan rontok.
4 dari 4 halaman

Cara Mencegahnya

Berbicara mengenai cara pencegahannya hingga detik ini belum ada vaksin atau pengobatan yang dianggap aman untuk kasus cacar monyet. Vaskin cacar/smallpox dianggap bisa mencegah infeksi virus tersebut. Namun, vaksin tersebut saat ini jarang tersedia di pasar bebas setelah penyakit cacar dinyatakan musnah beberapa tahun silam.

Jadi, yang dapat kita lakukan untuk mencegah penularan penyakit cacar monyet adalah sebagai berikut:

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami