Polda Jabar Sebut Ada Modus Penipuan Tilang Elektronik, Ini yang Perlu Diperhatikan

Polda Jabar Sebut Ada Modus Penipuan Tilang Elektronik, Ini yang Perlu Diperhatikan
Bandung ujicoba e-Tilang. ©2017 Merdeka.com/Andrian Salam Wiyono
JABAR | 7 Oktober 2022 14:27 Reporter : Nurul Diva Kautsar

Merdeka.com - Penerapan sistem tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) di jalan raya dimanfaatkan segelintir pihak untuk melakukan tindak penipuan.

Menurut Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Ibrahim Tompo di Bandung, Jumat (7/10), saat ini terdapat modus baru yang mengatasnamakan sistem pembayaran tilang elektronik melalui pesan singkat WhatsApp (WA).

"Hati-hati modus WhatsApp penipuan pembayaran tilang elektronik yang sekarang terjadi di masyarakat dengan mengatasnamakan tilang elektronik," Ibrahim, mengutip ANTARA.

2 dari 3 halaman

Informasi Resmi Tilang Elektronik hanya Dikirim via SMS

tilang elektronik

©2022 Merdeka.com/Dok. Korlantas Polri

Diungkapkan Ibrahim, pemberitahuan tilang secara resmi hanya dikirimkan melalui pesan singkat SMS dari sistem tilang elektronik. Jika pesan dikirimkan melalui WhatsApp, sudah dipastikan itu bukan informasi resmi dari kepolisian.

"Apabila ada masyarakat yang menerima pemberitahuan pembayaran denda tilang elektronik selain SMS agar segera menghubungi petugas Polri atau mengabaikannya," kata dia.

Selain itu, menurut Ibrahim, pembayaran denda tilang juga hanya bisa menggunakan kode Briva dan bukan nomor rekening.

3 dari 3 halaman

Sistem Tilang Elektronik

Ibrahim mengatakan sistem tilang elektronik diberlakukan untuk mendisiplinkan masyarakat ketika berlalu lintas. Sistem ETLE difungsikan dengan cara merekam setiap pelanggar lalu lintas, kemudian surat tilang beserta bukti pelanggaran langsung dikirim ke alamat pemilik kendaraan.

Jika alamat atau data yang ada di STNK kendaraan berbeda dengan pemiliknya, penerima surat bisa melakukan konfirmasi melalui hotline atau laman yang tertera pada surat tilang.

"Artinya kendaraan tersebut sudah dijual namun belum dibalik nama, pemilik pertama atau penerima surat bisa melakukan konfirmasi melalui alamat web, memasukkan keterangan mobil sudah terjual serta memasukkan nama pembeli dan nomor telepon serta email pembeli," kata Ibrahim.

(mdk/nrd)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini