Potret Seru Suasana Ngabuburit di Tasik Tahun 1991, Nunggu Buka Sambil Sewa Gimbot

Potret Seru Suasana Ngabuburit di Tasik Tahun 1991, Nunggu Buka Sambil Sewa Gimbot
Suasana ngabuburit di Tasik tahun 1991. ©2022 facebook Baraya Urang Sunda
JABAR | 18 April 2022 17:38 Reporter : Nurul Diva Kautsar

Merdeka.com - Ngabuburit menjadi tradisi saat bulan suci Ramadan di berbagai wilayah di Indonesia. Biasanya, masyarakat akan membeli takjil maupun menu makanan menjelang maghrib tiba.

Baru-baru ini, viral di media sosial video suasana ngabuburit yang berbeda. Di sana ditampilkan ramainya suasana alun-alun Tasikmalaya pada 29 Agustu 1991.

Melansir akun Facebook Baraya Urang Sunda, Senin (18/4), banyak kalangan anak yang menghabiskan waktu dengan melakukan aktivitas mengasyikkan. Salah satunya bermain gamebot sewaan di kawasan alun-alun. Momen tersebut kemudian mencuri perhatian karena dianggap membangkitkan momen ngabuburit nostalgia warganet.

2 dari 4 halaman

Ngabuburit Sambil Bermain Sepeda di Alun-alun

suasana ngabuburit di tasik tahun 1991

©2022 facebook Baraya Urang Sunda/ Merdeka.com

Sebagaimana terlihat di video yang diunggah pada 15 April 2022 itu, banyak anak-anak ngabuburit di sekitar area alun-alun Tasikmalaya. Mereka bermain sepeda atau sekadar melihat lapak-lapak pedagang.

Di sana terpantau beberapa penjual, seperti gorengan, cilok hingga mainan anak-anak. Selain itu, banyak lapak-lapak penjual makanan yang diserbu masyarakat seperti cilok hingga gorengan gerobak. Kemudian warga lain juga terlihat menghabiskan sore harinya di panggung hiburan yang telah tersedia di sana.

Menariknya, kegiatan ngabuburit warga Tasikmalaya itu juga tak hanya difokuskan mencari takjil dan makanan. Tetapi juga dilakukan anak-anak dengan bermain gamebot elektronik yang dipakai bergantian. Setelah puas bermain gamebot, anak-anak beralih ke lapak buku sewaan dengan harga Rp50 sampai Rp100.

Beberapa jenis buku yang disewa yakni komik Candy-candy, Doraemon, hingga bacaan dongeng anak dari Hans Christian (HC) Andresen yang sedang ngetren pada zaman itu. Para anak terlihat membaca dengan serius, ada yang duduk di atas rumput dekat lapak bacaan tersebut.

3 dari 4 halaman

Naik Delman Keliling Alun-alun

suasana ngabuburit di tasik tahun 1991
©2022 facebook Baraya Urang Sunda/ Merdeka.com

Para orang tua yang membawa anak kecil, mereka lebih memilih menunggu waktu berbuka dengan berkeliling alun-alun menggunakan delman. Keseruan itu dilakukan oleh rombongan keluarga, dengan membayar Rp200 sampai Rp300 sekali jalan.

Selain itu, mereka juga mengasuh anak-anak dan mengajaknya berkeliling ke area batu terapi di pinggiran lapangan Dadaha, Kota Tasikmalaya. Tak kalah seru, kalangan remaja ngabuburit sambil berolahraga basket di Gelangan Sukapura dan Gedung Susisusanti.

4 dari 4 halaman

Komentar Warganet

suasana ngabuburit di tasik tahun 1991
©2022 facebook Baraya Urang Sunda/ Merdeka.com

Di kolom komentar unggahan, banyak warganet yang merasakan nostalgia suasana 31 tahun lalu. Mereka merasa ingin kembali ke masa indah sebelum adanya gadget seperti sekarang.

Resep jaman kapungkur mah, masih Aya rasa kebersamaan, teu siga ayeuna anu asyik sendiri ngoprek Hp Android (Senang zaman dahulu itu, masih ada rasa kebersamaan, tidak seperti sekarang yang asyik sendiri bermain HP),” terang Aput Raihan.

91 yuswa abdi nuju 9 taun, mudik pasti ka Tasik,,Aya keneh Nini Jeung aki,, Aya keneh bapa NU sok di Oloan jajan,, MaasyaaAllah tabarakallah mugia sing kempel deui engke jaga diakhirat langkung bungah tibatan di alam Dunya,, aamiin yaa robbal aalamiin,, (Tahun 1991 usia saya masih 9 tahun, mudiknya pasti selalu ke Tasik masih ada nenek dan kakek, juga masih ada bapak yang bisa dibujuk untuk minta jajan. Masya Allah Tabrakallah, semoga kita bisa bersama lagi di akhirat, lebih bahagia dari di dunia, aamiin yaa robb Al aalamiin),” kata Leni Herliani.

Subhanalloh..... Abdi pisan,,,, gustiii meni waas (Subhanallah, ini aku banget, ya Allah sangat rindu momen itu),” beber Kang Agus.

Nyewa game wacth sareng nyewa buku komik..kantos ngalaman waktos jaman harita,masya allah asa meni waas (Nyewa game watch, sama nyewa buku udah pernah dirasakan waktu itu, masya Allah sangat rindu),” tulis Kang Haa Leem.

(mdk/nrd)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini