Refleksi Implementasi UU No 8 Tahun 2016, Penyandang Disabilitas Menagih Janji

Refleksi Implementasi UU No 8 Tahun 2016, Penyandang Disabilitas Menagih Janji
Semangat Pesepak Bola Disabilitas Gapai Prestasi di Timnas Garuda INAF. ©REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana
JABAR | 6 Desember 2020 16:15 Reporter : Alieza Nurulita Dewi

Merdeka.com - Hari Disabilitas Internasional (HDI) diperingati setiap 3 Desember. Berkaitan dengan hal tersebut, Jaringan Pegiat Disabilitas Nusantara menagih janji kepada pemerintah untuk mengimplementasikan UU Nomor 8 tahun 2016.

UU Nomor 8 tahun 2016 merupakan undangan-undang tentang Penyandang Disabilitas. Dengan adanya UU tersebut diharapkan tidak ada lagi diskriminasi terhadap para penyandang disabilitas.

Dengan adanya UU tersebut, para penyandang disabilitas akan mendapat hak dan kesempatan yang sama. Mulai dari hak untuk hidup, mendapat pekerjaan, pendidikan hingga kemudahan untuk mengakses fasilitas umum.

Empat tahun berselang, implementasi UU Nomor 8 tahun 2016 dirasa kurang memuaskan bagi para penyandang disabilitas. Pada peringatan HDI 2020, Jaringan Pegiat Disabilitas Nusantara pun menagih janji kepada pemerintah terkait implementasi UU Nomor 8 tahun 2016 tersebut.

Berikut beberapa point pernyataan yang disampaikan Jaringan Pegiat Disabilitas Nusantara dalam press release yang diterima Merdeka.com, Minggu (6/12).

Baca Selanjutnya: Refleksi Implementasi UU No 8...

Halaman

(mdk/alz)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami